alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tabanan Ikut Terapkan PPKM Darurat 3, Senggol Buka Hingga Jam 8 Malam

TABANAN, BALI EXPRESS – Meskipun tidak masuk ke dalam daerah yang mesti melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Level 3, Kabupaten Tabanan tetap memperketat pembatasan untuk menyesuaikan dengan daerah lainnya.

Penyesuaian ini bahkan resmi dilakukan dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Tabanan Nomor 517/10/BPBD tertanggal 3 Juli 2021. Surat edaran ini merujuk pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2021 dan Perbup Tabanan Nomor 44 Tahun 2020.

Mengutip edaran bupati yang terbaru, sejumlah pembatasan di tempat-tempat keramaian dibatasi. Semisal Pasar Senggol Tabanan yang semula sudah beroperasi dengan durasi waktu yang agak lama kini dibatasi lagi. Dari pukul 16.00 sampai dengan 20.00.

Bahkan kemarin sore, Minggu (4/7), mobil Promosi Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Bid Promkes Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan terlihat melakukan pengumuman di areal Pasar Senggol Tabanan di saat para pedagang baru buka.

Sedangkan pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi dari pukul 04.00 sampai 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Lain lagi dengan pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan ditutup sementara.

Sementara pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum seperti warung makan, rumah makan, kafetaria, pedagang kaki lima, atau lapak jajanan, baik yang berada di lokasi tersendiri atau yang berlokasi pada pusat perbelanjaan hanya menerima delivery/take away dan tidak

menerima makan di tempat.

Aktifitas keagamaan di tempat ibadah serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dilaksanakan dengan melibatkan jumlah orang yang sangat terbatas. Dan itupun atas seizin Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan. Serta diawasi pelaksanaannya oleh Satgas Covid-19 Desa.

Fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan arca publik lainnya ditutup sementara. Selanjutnya, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan termasuk tempatnya seperti lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan ditutup

sementara.

Kemudian resepsi pernikahan dihadiri maksimal tiga puluh orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi. Penyediaan makanan hanya dibolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Semua pihak, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar ketentuan di atas dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan Perbup Nomor 44 Tahun 2020 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Penerapan edaran ini juga sedang dalam proses sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi selain dilakukan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dilakukan melalui Diskes, Dishub, Camat, sampai dengan para perbekel atau kepala desa.

Di hari pertama pembatasan, Sabtu (3/7) malam, Satgas Covid-19 Tabanan melaksanakan razia ke sejumlah tempat yang potensial memunculkan kerumunan. Seperti sejumlah kafetaria atau rumah makan.

Bahkan razia ini dipimpin Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, Sekda sekaligus Sekretaris Satgas Covid-19 I Gede Susila, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, dan Kapolres Tabanan AKBP Mario Christy P.S Siregar.

“Semalam masih (fokus) pada penerapan protokol kesehatan. Di hari pertama, Sabtu (3/7), kami memastikan apakah edaran gubernur itu sudah dilaksanakan,” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) I Wayan Sarba, Minggu (4/7).

Dikatakan, di hari pertama, surat edaran bupati yang terbaru juga disusun pada malam yang sama. Sehingga pelaksanaan sidak pada malam di hari pertama masih sebatas sosialisasi.

“(Isi edaran) intinya sama dengan edaran gubernur yang terbaru. Hanya ada beberapa penekanan dan tambahan sedikit-sedikit,” jelas Sarba yang menyebutkan kegiatan patroli pembatasan di hari kedua diarahkan ke tempat-tempat perbelanjan.

Tindak lanjut dari edaran itu sendiri, sambung dia, akan sama seperti pembatasan sebelumnya. Hanya saja lebih dikuatkan lagi. Semua lapangan, tempat olahraga, taman kota, atau fasilitas ruang umum terbuka ditutup.

“GWS (Taman Garuda Wisnu Serasi) ditutup. Gedung Maria ditutup,” jelasnya.

Namun untuk penutupan ini masih bersifat status. Karena tindak lanjut penutupan ini akan dilakukan oleh pihak camat dan perbekel. Di samping itu, langkah ini juga untuk menyiasati keterbatasan personel Satpol PP dan tugasnya dalam penegakan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah.

“Mudah-mudahan di hari kedua atau ketiga sudah efektif. Sosialisasi ke camat dan perbekel sudah dilakukan. Apakah nanti sudah terjadi (penutupan) di lapangan, kami yang akan mengawasi,” pungkasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Meskipun tidak masuk ke dalam daerah yang mesti melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Level 3, Kabupaten Tabanan tetap memperketat pembatasan untuk menyesuaikan dengan daerah lainnya.

Penyesuaian ini bahkan resmi dilakukan dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Tabanan Nomor 517/10/BPBD tertanggal 3 Juli 2021. Surat edaran ini merujuk pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2021 dan Perbup Tabanan Nomor 44 Tahun 2020.

Mengutip edaran bupati yang terbaru, sejumlah pembatasan di tempat-tempat keramaian dibatasi. Semisal Pasar Senggol Tabanan yang semula sudah beroperasi dengan durasi waktu yang agak lama kini dibatasi lagi. Dari pukul 16.00 sampai dengan 20.00.

Bahkan kemarin sore, Minggu (4/7), mobil Promosi Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Bid Promkes Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan terlihat melakukan pengumuman di areal Pasar Senggol Tabanan di saat para pedagang baru buka.

Sedangkan pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi dari pukul 04.00 sampai 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Lain lagi dengan pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan ditutup sementara.

Sementara pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum seperti warung makan, rumah makan, kafetaria, pedagang kaki lima, atau lapak jajanan, baik yang berada di lokasi tersendiri atau yang berlokasi pada pusat perbelanjaan hanya menerima delivery/take away dan tidak

menerima makan di tempat.

Aktifitas keagamaan di tempat ibadah serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dilaksanakan dengan melibatkan jumlah orang yang sangat terbatas. Dan itupun atas seizin Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan. Serta diawasi pelaksanaannya oleh Satgas Covid-19 Desa.

Fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan arca publik lainnya ditutup sementara. Selanjutnya, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan termasuk tempatnya seperti lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan ditutup

sementara.

Kemudian resepsi pernikahan dihadiri maksimal tiga puluh orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi. Penyediaan makanan hanya dibolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Semua pihak, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar ketentuan di atas dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan Perbup Nomor 44 Tahun 2020 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Penerapan edaran ini juga sedang dalam proses sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi selain dilakukan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dilakukan melalui Diskes, Dishub, Camat, sampai dengan para perbekel atau kepala desa.

Di hari pertama pembatasan, Sabtu (3/7) malam, Satgas Covid-19 Tabanan melaksanakan razia ke sejumlah tempat yang potensial memunculkan kerumunan. Seperti sejumlah kafetaria atau rumah makan.

Bahkan razia ini dipimpin Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, Sekda sekaligus Sekretaris Satgas Covid-19 I Gede Susila, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, dan Kapolres Tabanan AKBP Mario Christy P.S Siregar.

“Semalam masih (fokus) pada penerapan protokol kesehatan. Di hari pertama, Sabtu (3/7), kami memastikan apakah edaran gubernur itu sudah dilaksanakan,” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) I Wayan Sarba, Minggu (4/7).

Dikatakan, di hari pertama, surat edaran bupati yang terbaru juga disusun pada malam yang sama. Sehingga pelaksanaan sidak pada malam di hari pertama masih sebatas sosialisasi.

“(Isi edaran) intinya sama dengan edaran gubernur yang terbaru. Hanya ada beberapa penekanan dan tambahan sedikit-sedikit,” jelas Sarba yang menyebutkan kegiatan patroli pembatasan di hari kedua diarahkan ke tempat-tempat perbelanjan.

Tindak lanjut dari edaran itu sendiri, sambung dia, akan sama seperti pembatasan sebelumnya. Hanya saja lebih dikuatkan lagi. Semua lapangan, tempat olahraga, taman kota, atau fasilitas ruang umum terbuka ditutup.

“GWS (Taman Garuda Wisnu Serasi) ditutup. Gedung Maria ditutup,” jelasnya.

Namun untuk penutupan ini masih bersifat status. Karena tindak lanjut penutupan ini akan dilakukan oleh pihak camat dan perbekel. Di samping itu, langkah ini juga untuk menyiasati keterbatasan personel Satpol PP dan tugasnya dalam penegakan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah.

“Mudah-mudahan di hari kedua atau ketiga sudah efektif. Sosialisasi ke camat dan perbekel sudah dilakukan. Apakah nanti sudah terjadi (penutupan) di lapangan, kami yang akan mengawasi,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/