alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

2022, Anggaran BK Membengkak Jadi Rp 70 Miliar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Program Bantuan Kesehatan (BK) Gianyar yang menjadi program unggulan Pemerintah kabupaten Gianyar untuk mengatasi permasalahan kesehatan bagi masyarakat tahun 2022 ini mengalami pembengkakan anggaran. Dimana pada tahun 2021 program BK dianggarkan Rp 35 Miliar, namun di tahun 2022 dianggarkan Rp 70 Miliar.

 

Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa, membenarkan perihal naiknya anggaran BK tersebut. Menurutnya naiknya anggaran menjadi Rp 70 Miliar tersebut digunakan untuk menutupi hutang tahun sebelumnya. “Iya pak ada penambahan, untuk menutupi hutang tahun sebelumnya,” tegasnya saat dikonfirmasi Senin (4/7).

 

Hanya saja dr. Upeksa enggan menyebutkan berapa jumlah hutang tahun 2021 dan rata-rata pengeluaran perbulan untuk biaya pengobatan masyarakat. Ia mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Ariyuni. “Coba info sama bu Sekdis bu Ariyuni untuk detailnya,” ujarnya singkat.

Baca Juga :  Bobol Konter HP di Pemogan Pakai Linggis, Nur Hasan Ditangkap

 

Sayangnya saat dikonfirmasi, Sekdis Ariyuni juga tidak memberikan jawaban yang pasti. Ia mengatakan jika sudah Kadis yang memberikan jawaban. “Tadi sampun lapor sareng pak Kadis katanya sudah disampaikan,” ujarnya singkat.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Program Bantuan Kesehatan (BK) Gianyar yang menjadi program unggulan Pemerintah kabupaten Gianyar untuk mengatasi permasalahan kesehatan bagi masyarakat tahun 2022 ini mengalami pembengkakan anggaran. Dimana pada tahun 2021 program BK dianggarkan Rp 35 Miliar, namun di tahun 2022 dianggarkan Rp 70 Miliar.

 

Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa, membenarkan perihal naiknya anggaran BK tersebut. Menurutnya naiknya anggaran menjadi Rp 70 Miliar tersebut digunakan untuk menutupi hutang tahun sebelumnya. “Iya pak ada penambahan, untuk menutupi hutang tahun sebelumnya,” tegasnya saat dikonfirmasi Senin (4/7).

 

Hanya saja dr. Upeksa enggan menyebutkan berapa jumlah hutang tahun 2021 dan rata-rata pengeluaran perbulan untuk biaya pengobatan masyarakat. Ia mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Ariyuni. “Coba info sama bu Sekdis bu Ariyuni untuk detailnya,” ujarnya singkat.

Baca Juga :  Jam Belajar Kelas Online Sama dengan Konvensional

 

Sayangnya saat dikonfirmasi, Sekdis Ariyuni juga tidak memberikan jawaban yang pasti. Ia mengatakan jika sudah Kadis yang memberikan jawaban. “Tadi sampun lapor sareng pak Kadis katanya sudah disampaikan,” ujarnya singkat.


Most Read

Artikel Terbaru

/