alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Bangkitkan Ekonomi Rakyat, Hanura Dukung Lomba Layangan

DENPASAR, BALI EXPRESS — Lomba layangan dapat sebagai media melestarikan seni dan budaya. Apalagi sejak dahulu telah diwariskan oleh leluhur dengan menyebutnya Rare Angon. Sampai saat ini layangan bukan hanya bisa menjadi hiburan semata, lanjutnya, namun bisa juga mengembangkan perekonomian.

Ketua DPD Partai Hanura Bali I Kadek Arimbawa, Minggu (3/7) menjelaskan, pihaknya mendukung adanya lomba layangan sebagai pendongkrak perekonomian. Selain itu, juga sebagai mempertahankan seni dan budaya. Termasuk dalam menjaga kerukunan dan tali persaudaraan antar-Rare Angon.

Selain itu, adanya juga sekaa teruna maupun banjar yang memang mempertahankan ciri khas suatu wilayahnya dan dituangkan ke dalam layangan. Maka ada yang disebut dengan layangan banjar, yaitu layangan yang dimiliki banjar. Jika dilombakan, maka banjar atau sekaa layangan akan turut ikut dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Efek Pembangunan Tol, Lolak Berharap Warga Toleh Kampung Miliarder

“Malayangan ini adalah hiburan, menjalankan hobi, dan melestarikan seni budaya Bali dalam tradisi. Lumrah disebut Rare Angon layang-layang Bali,” jelas pria yang akrab disapa Lolak ini.

Dengan digelarnya lomba layangan dari berbagai jenis layangan, lanjut Lolak, Rare Angon akan tetap bertahan. Sebab akan memberikan manfaat positif, salah satunya sebagai media edukasi tentang layangan Bali. Terlebih melayangan merupakan warisan tradisi dan budaya yang juga sangat erat dengan pariwisata budaya hingga mengarah ke perekonomian.

“Bisa juga dikatakan sebagai tradisi, sebab telah ada dari turun temurun leluhur. Meski ada beberapa adanya modifikasi terkait model layangan sesuai zaman, namun namanya akan tetap Rare Angon,” tegas Lolak.

Baca Juga :  Tersambar Petir, Pohon Kelapa 12 Meter Terbakar

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS — Lomba layangan dapat sebagai media melestarikan seni dan budaya. Apalagi sejak dahulu telah diwariskan oleh leluhur dengan menyebutnya Rare Angon. Sampai saat ini layangan bukan hanya bisa menjadi hiburan semata, lanjutnya, namun bisa juga mengembangkan perekonomian.

Ketua DPD Partai Hanura Bali I Kadek Arimbawa, Minggu (3/7) menjelaskan, pihaknya mendukung adanya lomba layangan sebagai pendongkrak perekonomian. Selain itu, juga sebagai mempertahankan seni dan budaya. Termasuk dalam menjaga kerukunan dan tali persaudaraan antar-Rare Angon.

Selain itu, adanya juga sekaa teruna maupun banjar yang memang mempertahankan ciri khas suatu wilayahnya dan dituangkan ke dalam layangan. Maka ada yang disebut dengan layangan banjar, yaitu layangan yang dimiliki banjar. Jika dilombakan, maka banjar atau sekaa layangan akan turut ikut dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Rai Mantra Paparkan Konsep Tri Hita Karana di City Net Forum Nepal

“Malayangan ini adalah hiburan, menjalankan hobi, dan melestarikan seni budaya Bali dalam tradisi. Lumrah disebut Rare Angon layang-layang Bali,” jelas pria yang akrab disapa Lolak ini.

Dengan digelarnya lomba layangan dari berbagai jenis layangan, lanjut Lolak, Rare Angon akan tetap bertahan. Sebab akan memberikan manfaat positif, salah satunya sebagai media edukasi tentang layangan Bali. Terlebih melayangan merupakan warisan tradisi dan budaya yang juga sangat erat dengan pariwisata budaya hingga mengarah ke perekonomian.

“Bisa juga dikatakan sebagai tradisi, sebab telah ada dari turun temurun leluhur. Meski ada beberapa adanya modifikasi terkait model layangan sesuai zaman, namun namanya akan tetap Rare Angon,” tegas Lolak.

Baca Juga :  Proyek PLN Bikin Kota Singaraja Semrawut

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/