alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pendapatan Menurun, Giri Prasta Bantah Badung Defisit

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Beragam pendapat bermunculan seiring berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung selama pandemi Covid-19. Bahkan banyak yang menyatakan Badung mengalami defisit. Mendengar celotehan tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dengan tegas membantah Pemkab Badung di bawah kepemimpinannya defisit akibat pandemi Covid-19.

Giri Prasta mengakui saat ini memang ada penurunan pendapatan. Hal ini terjadi lantaran anjloknya sektor pariwisata yang menjadi sumber pendapatan terbesar Badung. “Kondisi ini bahkan dialami semua pemerintahan, baik pemerintah tingkat pusat sampai daerah lantaran memang dampak pandemi Covid-19,” ujar Giri Prasta usai menghadiri rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (3/8).

Menurutnya, sampai saat ini Badung tidak sampai berutang untuk menjalankan roda pemerintahan. Bahkan, program kerakyatan masih bisa berjalan meski dalam kondisi sulit. “Ada yang bilang Badung defisit, perlu kami sampaikan, defisit itu antara pendapatan tidak sesuai dengan belanja. Kalau bicara masalah APBD, APBD itu sebuah asumsi, belanja itu adalah komitmen. Sehingga pertanyaan sederhananya, yang membuat defisit itu kita harus mampu menggerakan semua. Kami sudah sampaikan tadi (pada rapat paripurna) dan dari DPRD sudah menerima, begitu juga nanti akan diberikan pemandangan umum oleh masing-masing fraksi di DPRD Badung,” jelas bupati asal Pelaga tersebut.

Giri Prasta juga menegaskan, selama ini pihaknya berupaya agar program-program kemasyarakatan tetap berjalan seperti biasa. Bahkan ia mengatakan, seluruh program masih bisa dilaksanakan dengan baik selama pandemi Covid-19. “Inilah pentingnya kepiawaian seorang pemimpin. Dan tidak ada defisit. Satu catatan yang perlu kami sampaikan, program kami jalan dan Kabupaten Badung tidak pinjam uang ke bank. Ini kan jawaban dan sederhana sekali, kami sudah mampu mengelola anggaran,” tegasnya.

Dalam penanggulangan pandemi Covid-19 ini, pihaknya pun terus menggencarkan penanganan, baik dengan cara penyiapan fasilitas rumah sakit maupun pemberian program kemasyarakatan untuk membantu masyarakat yang terdampak. (esa)

 


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Beragam pendapat bermunculan seiring berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung selama pandemi Covid-19. Bahkan banyak yang menyatakan Badung mengalami defisit. Mendengar celotehan tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dengan tegas membantah Pemkab Badung di bawah kepemimpinannya defisit akibat pandemi Covid-19.

Giri Prasta mengakui saat ini memang ada penurunan pendapatan. Hal ini terjadi lantaran anjloknya sektor pariwisata yang menjadi sumber pendapatan terbesar Badung. “Kondisi ini bahkan dialami semua pemerintahan, baik pemerintah tingkat pusat sampai daerah lantaran memang dampak pandemi Covid-19,” ujar Giri Prasta usai menghadiri rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (3/8).

Menurutnya, sampai saat ini Badung tidak sampai berutang untuk menjalankan roda pemerintahan. Bahkan, program kerakyatan masih bisa berjalan meski dalam kondisi sulit. “Ada yang bilang Badung defisit, perlu kami sampaikan, defisit itu antara pendapatan tidak sesuai dengan belanja. Kalau bicara masalah APBD, APBD itu sebuah asumsi, belanja itu adalah komitmen. Sehingga pertanyaan sederhananya, yang membuat defisit itu kita harus mampu menggerakan semua. Kami sudah sampaikan tadi (pada rapat paripurna) dan dari DPRD sudah menerima, begitu juga nanti akan diberikan pemandangan umum oleh masing-masing fraksi di DPRD Badung,” jelas bupati asal Pelaga tersebut.

Giri Prasta juga menegaskan, selama ini pihaknya berupaya agar program-program kemasyarakatan tetap berjalan seperti biasa. Bahkan ia mengatakan, seluruh program masih bisa dilaksanakan dengan baik selama pandemi Covid-19. “Inilah pentingnya kepiawaian seorang pemimpin. Dan tidak ada defisit. Satu catatan yang perlu kami sampaikan, program kami jalan dan Kabupaten Badung tidak pinjam uang ke bank. Ini kan jawaban dan sederhana sekali, kami sudah mampu mengelola anggaran,” tegasnya.

Dalam penanggulangan pandemi Covid-19 ini, pihaknya pun terus menggencarkan penanganan, baik dengan cara penyiapan fasilitas rumah sakit maupun pemberian program kemasyarakatan untuk membantu masyarakat yang terdampak. (esa)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/