alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Dewan Minta Counter Pelayanan Imigrasi di Bandara Ditambah

DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi I dan Komisi III DPRD Provinsi Bali mengunjungi Bandara Ngurah Rai, pada Selasa (2/8) lalu. Kunjungan itu dilakukan karena adanya keluhan wisatawan terkait pelayanan di counter Imigrasi yang molor. Guna mengatasi hal itu, diharapkan counter ditambah guna memaksimalkan pelayanan kepada wisatawan.

Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, kunjungan tersebut sebagai atensi pihaknya tentang pelayanan di bandara. “Kunjungan DPRD Bali Komisi I dan III ke Bandara Ngurah Rai menyikapi informasi mengenai keluhan wisatawan terhadap pelayanan kebandaraan maupun keimigrasian atau kepabean,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/8).

Dalam kesempatan itu, Agung Adhi mengatakan, pihaknya diterima GM, Kepala Otban dan Wakil Kakanwil Imigrasi beserta jajaran. “Kami bersama melihat situasi dari awal kedatangan international hingga area kepabeanan. Terlihat semua berjalan dengan baik. Tercatat pelayanan per 1 wisman oleh imigrasi dikisaran rata rata 1-3 menit dan dilayani oleh 19 petugas (26 petugas kalau beroperasi maksimal),” paparnya.

Baca Juga :  Gempa Tektonik Guncang Karangasem, Warga Tetap Tenang

Politisi PDIP ini menambahkan, dari pengamatan tersebut dapat dilihat kecepatan layanan maksimal nantinya 26 wisman per 2 menit (ambil 2 menit rata rata) atau 200 menit untuk 2600 wisman terlayani.

“Yang pada saat keluhan tersebut yang tersampaikan sekitar 2300-an wisman mendarat secara berurutan. Sehingga penumpukan dan saat tersebut dilayani oleh 19 petugas, tentu menjadi lebih lama dan panjang,” terang Agung Adhi.

Pihaknya menyarankan, kejadian lalu untuk dijadikan pelajaran agar tidak terulang. Dengan cara mengoptimalkan koordinasi, menambah jumlah, serta kesiapan personel petugas keimigrasian.

“Dengan menambah counter pelayanan dari 2×13 counter menjadi 4×13 counter. Karena Bali berharap wisatawan akan terus lebih banyak datang ke Bali yakni 2-3 kali lipat dari keadaan saat ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Istri Kapten Mudita, Jro Pasek Jempiring Diperabukan

Dalam kesempatan itu Agung Adhi mengatakan, tidak melihat counter khusus arak Bali. “Satu lagi, stand counter khusus arak Bali sebagai produk unggulan asli Bali belum tersedia, juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi I dan Komisi III DPRD Provinsi Bali mengunjungi Bandara Ngurah Rai, pada Selasa (2/8) lalu. Kunjungan itu dilakukan karena adanya keluhan wisatawan terkait pelayanan di counter Imigrasi yang molor. Guna mengatasi hal itu, diharapkan counter ditambah guna memaksimalkan pelayanan kepada wisatawan.

Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, kunjungan tersebut sebagai atensi pihaknya tentang pelayanan di bandara. “Kunjungan DPRD Bali Komisi I dan III ke Bandara Ngurah Rai menyikapi informasi mengenai keluhan wisatawan terhadap pelayanan kebandaraan maupun keimigrasian atau kepabean,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/8).

Dalam kesempatan itu, Agung Adhi mengatakan, pihaknya diterima GM, Kepala Otban dan Wakil Kakanwil Imigrasi beserta jajaran. “Kami bersama melihat situasi dari awal kedatangan international hingga area kepabeanan. Terlihat semua berjalan dengan baik. Tercatat pelayanan per 1 wisman oleh imigrasi dikisaran rata rata 1-3 menit dan dilayani oleh 19 petugas (26 petugas kalau beroperasi maksimal),” paparnya.

Baca Juga :  Gempa Tektonik Guncang Karangasem, Warga Tetap Tenang

Politisi PDIP ini menambahkan, dari pengamatan tersebut dapat dilihat kecepatan layanan maksimal nantinya 26 wisman per 2 menit (ambil 2 menit rata rata) atau 200 menit untuk 2600 wisman terlayani.

“Yang pada saat keluhan tersebut yang tersampaikan sekitar 2300-an wisman mendarat secara berurutan. Sehingga penumpukan dan saat tersebut dilayani oleh 19 petugas, tentu menjadi lebih lama dan panjang,” terang Agung Adhi.

Pihaknya menyarankan, kejadian lalu untuk dijadikan pelajaran agar tidak terulang. Dengan cara mengoptimalkan koordinasi, menambah jumlah, serta kesiapan personel petugas keimigrasian.

“Dengan menambah counter pelayanan dari 2×13 counter menjadi 4×13 counter. Karena Bali berharap wisatawan akan terus lebih banyak datang ke Bali yakni 2-3 kali lipat dari keadaan saat ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Selundupkan Anak Orang Utan, Seorang Warga Rusia Ditangkap

Dalam kesempatan itu Agung Adhi mengatakan, tidak melihat counter khusus arak Bali. “Satu lagi, stand counter khusus arak Bali sebagai produk unggulan asli Bali belum tersedia, juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/