alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Ditangkap Bawa SS, CS Pemkab Klungkung Ngaku Untuk Obat Nyeri Kaki

BANGLI, BALI EXPRESS- Satresnarkoba Polres Bangli menangkap I Wayan Suitha Yasa alias Gamot, 27, di wilayah Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu (SS) tanpa izin. Kepada polisi, warga Desa Kamasan, Klungkung ini mengaku bekerja sebagai cleaning service (CS) di Pemkab Klungkung. “Dia mengakuinya begitu, tapi bukan PNS,” ujar Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (4/9)

Disampaikan Sulhadi, Gamot ditangkap saat melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul DK 4080 MU di Banjar Pulasari, Desa Peninjoan, Sabtu (15/8) sekitar pukul 22.30. Dari tangan pria tersebut, polisi mengamankan barang bukti dua buah plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis SS. Barang tersebut dibungkus dengan kulit permen mintz, dimasukkan pada kulit rokok dan disimpan dalam saku kanan jaket warna hitam yang dipakainya.  Masing-masing berisi 0,13 gram dan 0,11 gram.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku menggunakan SS sejak sekitar tiga bulan lalu, dengan dalih untuk menghilangkan rasa sakit di kakinya. “Ada benjolan di kakinya,” sebut Sulhadi. Atas perbuatannya, Gamot disangkakan melanggar Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. “Pengungkapan ini hasil kerja Operasi Antik,” tegas Sulhadi.

Lebih lanjut dikatakan Sulhadi, selama Operasi Antik, Satresnarkoba juga mengamankan dua tersangka lainnya. Yakni I Wayan Raya Yasa alias Maong, 26,  asal Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar dan I Putu Wingkiana, 19, asal Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Keduanya ditangkap di halaman parkir Bank Perkreditan Rakyat wilayah Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli, Rabu (19/8) sekitar pukul 17.45. Hasil penggeledahan polisi, diamankan barang diduga SS dengan berat 0,11 gram dari saku jaket Maong. Keduanya mengaku baru habis mengambil barang tersebut. Masing-masing ditetapkan tersangka karena melanggar Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, melanggar Pasal 112 ayat (1)  serta  Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. “Maong adalah tukang ukir. Alasan menggunakan sabu biar kuat bekerja karena sering lembur. Kalau yang satunya lagi pengangguran. Sama-sama mengaku menggunakan sejak empat bulan,” tandas Sulhadi. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Klungkung I Komang Susana mengaku belum tahu perihal petugas CS Pemkab Klungkung ditangkap kasus SS.


BANGLI, BALI EXPRESS- Satresnarkoba Polres Bangli menangkap I Wayan Suitha Yasa alias Gamot, 27, di wilayah Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu (SS) tanpa izin. Kepada polisi, warga Desa Kamasan, Klungkung ini mengaku bekerja sebagai cleaning service (CS) di Pemkab Klungkung. “Dia mengakuinya begitu, tapi bukan PNS,” ujar Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (4/9)

Disampaikan Sulhadi, Gamot ditangkap saat melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul DK 4080 MU di Banjar Pulasari, Desa Peninjoan, Sabtu (15/8) sekitar pukul 22.30. Dari tangan pria tersebut, polisi mengamankan barang bukti dua buah plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis SS. Barang tersebut dibungkus dengan kulit permen mintz, dimasukkan pada kulit rokok dan disimpan dalam saku kanan jaket warna hitam yang dipakainya.  Masing-masing berisi 0,13 gram dan 0,11 gram.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku menggunakan SS sejak sekitar tiga bulan lalu, dengan dalih untuk menghilangkan rasa sakit di kakinya. “Ada benjolan di kakinya,” sebut Sulhadi. Atas perbuatannya, Gamot disangkakan melanggar Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. “Pengungkapan ini hasil kerja Operasi Antik,” tegas Sulhadi.

Lebih lanjut dikatakan Sulhadi, selama Operasi Antik, Satresnarkoba juga mengamankan dua tersangka lainnya. Yakni I Wayan Raya Yasa alias Maong, 26,  asal Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar dan I Putu Wingkiana, 19, asal Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Keduanya ditangkap di halaman parkir Bank Perkreditan Rakyat wilayah Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli, Rabu (19/8) sekitar pukul 17.45. Hasil penggeledahan polisi, diamankan barang diduga SS dengan berat 0,11 gram dari saku jaket Maong. Keduanya mengaku baru habis mengambil barang tersebut. Masing-masing ditetapkan tersangka karena melanggar Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, melanggar Pasal 112 ayat (1)  serta  Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. “Maong adalah tukang ukir. Alasan menggunakan sabu biar kuat bekerja karena sering lembur. Kalau yang satunya lagi pengangguran. Sama-sama mengaku menggunakan sejak empat bulan,” tandas Sulhadi. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Klungkung I Komang Susana mengaku belum tahu perihal petugas CS Pemkab Klungkung ditangkap kasus SS.


Most Read

Artikel Terbaru

/