alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Rai Mantra Panen Perdana Bawang Merah Super Philip di Sidakarya

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menghadapi masa pandemi Covid-9, Desa Sidakarya bersama petani Subak Sidakarya dan warga yang terdampak Covid-19 berjumlah 65 orang membuat sebuah inovasi dalam kegiatan bertani untuk  ketahanan pangan dengan sistem padat karya. Mereka menanam bibit unggul bawang merah jenis super philip. Usai menanam bibit sekitar dua bulan lalu, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar  IA Selly Dharmawijaya Mantra melaksanakan panen perdana di lahan milik petani Subak Sidakarya, Jumat (4/9).

Yang menarik, Rai Mantra dari kediamannya bersepeda menuju lokasi panen di Subak Sidakarya. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra menjelaskan bahwa di masa pandemi Covid-19 saat ini memberikan dampak serius bagi perekonomian dan kesehatan masyarakat.

“Untuk itu saya sangat mengapresiasi petani yang tergabung ini ada yang berlatar belakang mantan pekerja hotel, guru dan yang lainnya dengan membuat sebuah inovasi dalam ketahanan pangan dengan menanam bibit bawang merah di lahan seluas 1 hektare ini, dengan perkiraan harga jual  sekitar Rp 15-20 ribu rupiah per kilogram. Ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa dalam masa pandemi ini,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra melanjutkan semoga program ini bisa menjadi percontohan dan diikuti oleh para petani dan desa lainya di Denpasar dengan pemanfaatan lahan kosong. “Saya banyak melihat lahan yang masih menganggur, jika diberdayakan tentu akan menghasilkan uang yang lumayan banyak dan bisa membantu perekonomian keluarga,” ungkap Rai Mantra.

Sementara Perbekel Desa Sidakarya, Wayan Rena mengatakan penanaman bibit unggul bawang merah ini tercetus dari ide wali kota di dalam ketahanan pangan di masa pandemi ini. Desa Sidakarya bersama para petani dan para pekerja yang terdampak Covid yang dirumahkan mulai meminjam lahan kosong dengan sistem bagi hasil untuk menanam bawang merah unggul. Selain itu juga dilahan seluas 1 hektare ini di tanam bibit bawang yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar.

Dan kemarin merupakan panen perdana untuk bibit bawang merah unggul super Philip yang kedepanya juga akan ditanam jenis bawang putih unggul dan beberapa jenis sayuran.

“Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan dan perhatian Bapak Wali Kota Denpasar dan Dinas Pertanian di dalam menghadapi masa pandemi ini.  Dalam kegiatan ini, mulai dari mengolah lahan, menanam, perawatan sampai panen juga mendapat pembinaan dari Kodim 1611/Badung,” ungkap Rena.

Sementara perwakilan Kodim 1611/Badung, Mayor Inf. Muhamad Sutopo, sangat mendukung program pertanian didalam ketahan pangan, yang mana untuk di Desa Sidakarya ini tim diturunkan untuk membantu para petani dari pembibitan, perawatan sampai panen dan siap membantu jika para petani kesusahan dalam proses bertani.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Menghadapi masa pandemi Covid-9, Desa Sidakarya bersama petani Subak Sidakarya dan warga yang terdampak Covid-19 berjumlah 65 orang membuat sebuah inovasi dalam kegiatan bertani untuk  ketahanan pangan dengan sistem padat karya. Mereka menanam bibit unggul bawang merah jenis super philip. Usai menanam bibit sekitar dua bulan lalu, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar  IA Selly Dharmawijaya Mantra melaksanakan panen perdana di lahan milik petani Subak Sidakarya, Jumat (4/9).

Yang menarik, Rai Mantra dari kediamannya bersepeda menuju lokasi panen di Subak Sidakarya. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra menjelaskan bahwa di masa pandemi Covid-19 saat ini memberikan dampak serius bagi perekonomian dan kesehatan masyarakat.

“Untuk itu saya sangat mengapresiasi petani yang tergabung ini ada yang berlatar belakang mantan pekerja hotel, guru dan yang lainnya dengan membuat sebuah inovasi dalam ketahanan pangan dengan menanam bibit bawang merah di lahan seluas 1 hektare ini, dengan perkiraan harga jual  sekitar Rp 15-20 ribu rupiah per kilogram. Ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa dalam masa pandemi ini,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra melanjutkan semoga program ini bisa menjadi percontohan dan diikuti oleh para petani dan desa lainya di Denpasar dengan pemanfaatan lahan kosong. “Saya banyak melihat lahan yang masih menganggur, jika diberdayakan tentu akan menghasilkan uang yang lumayan banyak dan bisa membantu perekonomian keluarga,” ungkap Rai Mantra.

Sementara Perbekel Desa Sidakarya, Wayan Rena mengatakan penanaman bibit unggul bawang merah ini tercetus dari ide wali kota di dalam ketahanan pangan di masa pandemi ini. Desa Sidakarya bersama para petani dan para pekerja yang terdampak Covid yang dirumahkan mulai meminjam lahan kosong dengan sistem bagi hasil untuk menanam bawang merah unggul. Selain itu juga dilahan seluas 1 hektare ini di tanam bibit bawang yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar.

Dan kemarin merupakan panen perdana untuk bibit bawang merah unggul super Philip yang kedepanya juga akan ditanam jenis bawang putih unggul dan beberapa jenis sayuran.

“Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan dan perhatian Bapak Wali Kota Denpasar dan Dinas Pertanian di dalam menghadapi masa pandemi ini.  Dalam kegiatan ini, mulai dari mengolah lahan, menanam, perawatan sampai panen juga mendapat pembinaan dari Kodim 1611/Badung,” ungkap Rena.

Sementara perwakilan Kodim 1611/Badung, Mayor Inf. Muhamad Sutopo, sangat mendukung program pertanian didalam ketahan pangan, yang mana untuk di Desa Sidakarya ini tim diturunkan untuk membantu para petani dari pembibitan, perawatan sampai panen dan siap membantu jika para petani kesusahan dalam proses bertani.


Most Read

Artikel Terbaru

/