alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Satgas Covid-19 Kota Denpasar Anjurkan Untuk Obat Herbal

Penanganan pasien Covid-19 di Kota Denpasar terus dilakukan dengan berbagai upaya. Langkah medis dengan melibatkan tim kesehatan pun dikerahkan untuk menyembuhkan para pasien.

 

MENDENGAR khasiat daun intaran yang dapat digunakan sebagai obat penyembuh dan pencegah covid-19, Satgas Covid-19 Kota Denpasar pun tergerak untuk mencoba menggunakan bahan herbal tersebut sebagai alternatif pengobatan secara tradisional. Tentunya dengan dosis dan rekomendasi dari tim medis.

Dikonfirmasi Jumat (4/9) sore, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menuturkan, terapi dengan loloh daun intaran ini akan dicoba digunakan sebagai salah satu alteratif penyembuhan bagi pasien yang terkonfirmasi positif. “Sebagai suatu kearifan local, tanaman atau obat herbal ini bisa dicoba,” kata dia.

Dewa Rai menambahkan, loloh ini sudah dibuktikan oleh salah satu pasien yang dinyatakan positif pada Maret lalu. Selain itu juga telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, serta ditulis dalam lontar warisan leluhur. “Dalam penelitian atau beberapa lontar disebutkan, daun intaran merupakan penawar penyakit, salah satunya Covid-19. Karena ini bersifat penangan medis, tentu ada terapi yang dilakukan secara medis,” jelasnya.

“Untuk yang bersifat herbal seperti loloh ini, kami di gugus tugas bisa saja mencoba memberikan terapi ini kepada pasien yang terkonfirmasi positif. Selain intaran juga kan ada jenis tanaman yang bisa dicoba,” tambahnya.

Sebelum mencobakan ramuan air rebusan daun intaran ini ke para pasien, GTPP Covid-19 juga harus berkoordinasi bersama tim medis agar dapat diberikan sesuai dengan dosis yang tepat. “Kami akan mencoba menggunakan loloh ini sebagai alternatif pengobatan. Kami juga akan mengkordinasikan kepada tim medis untuk dapat direkomendasikan sebagai obat herbal. Karena bagaimanapun intaran kan mengandung toxic,” sambung pria berkumis ini.

GTPP Covid-19 juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat agar mencoba mengkonsumsi loloh dari daun intaran ini untuk menjaga stamina tubuh. Karena loloh ini juga dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh. “Kami pun mendengar, loloh daun intaran ini baik untuk stamina. Jadi bisa diminum untuk menjaga imun dan mencegah virus masuk ke dalam sel-sel tubuh,” terangnya.

Sebelumnya, penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun neem/mimba/intaran dapat menangkal virus dan secara efektif mencegah virus memasuki sel-sel yang tidak terinfeksi,  sehingga daun neem/mimba/intaran dapat digunakan untuk obat pencegahan dalam menghambat virus dari menyebar ke sel-sel yang tidak terinfeksi

Sementara, dalam lontar Taru Premana yang diterjemahkan oleh pembaca lontar, Sugi Lanus, disebutkan, khusus untuk loloh daun intaran, tidak bisa dilakukan setiap hari. Dari referensi lontar usada, idealnya dijadikan sebagai detok, bisa dilakukan tiga bulan sekali, sehingga dapat memberikan khasiat maksimal.


Penanganan pasien Covid-19 di Kota Denpasar terus dilakukan dengan berbagai upaya. Langkah medis dengan melibatkan tim kesehatan pun dikerahkan untuk menyembuhkan para pasien.

 

MENDENGAR khasiat daun intaran yang dapat digunakan sebagai obat penyembuh dan pencegah covid-19, Satgas Covid-19 Kota Denpasar pun tergerak untuk mencoba menggunakan bahan herbal tersebut sebagai alternatif pengobatan secara tradisional. Tentunya dengan dosis dan rekomendasi dari tim medis.

Dikonfirmasi Jumat (4/9) sore, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menuturkan, terapi dengan loloh daun intaran ini akan dicoba digunakan sebagai salah satu alteratif penyembuhan bagi pasien yang terkonfirmasi positif. “Sebagai suatu kearifan local, tanaman atau obat herbal ini bisa dicoba,” kata dia.

Dewa Rai menambahkan, loloh ini sudah dibuktikan oleh salah satu pasien yang dinyatakan positif pada Maret lalu. Selain itu juga telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, serta ditulis dalam lontar warisan leluhur. “Dalam penelitian atau beberapa lontar disebutkan, daun intaran merupakan penawar penyakit, salah satunya Covid-19. Karena ini bersifat penangan medis, tentu ada terapi yang dilakukan secara medis,” jelasnya.

“Untuk yang bersifat herbal seperti loloh ini, kami di gugus tugas bisa saja mencoba memberikan terapi ini kepada pasien yang terkonfirmasi positif. Selain intaran juga kan ada jenis tanaman yang bisa dicoba,” tambahnya.

Sebelum mencobakan ramuan air rebusan daun intaran ini ke para pasien, GTPP Covid-19 juga harus berkoordinasi bersama tim medis agar dapat diberikan sesuai dengan dosis yang tepat. “Kami akan mencoba menggunakan loloh ini sebagai alternatif pengobatan. Kami juga akan mengkordinasikan kepada tim medis untuk dapat direkomendasikan sebagai obat herbal. Karena bagaimanapun intaran kan mengandung toxic,” sambung pria berkumis ini.

GTPP Covid-19 juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat agar mencoba mengkonsumsi loloh dari daun intaran ini untuk menjaga stamina tubuh. Karena loloh ini juga dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh. “Kami pun mendengar, loloh daun intaran ini baik untuk stamina. Jadi bisa diminum untuk menjaga imun dan mencegah virus masuk ke dalam sel-sel tubuh,” terangnya.

Sebelumnya, penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun neem/mimba/intaran dapat menangkal virus dan secara efektif mencegah virus memasuki sel-sel yang tidak terinfeksi,  sehingga daun neem/mimba/intaran dapat digunakan untuk obat pencegahan dalam menghambat virus dari menyebar ke sel-sel yang tidak terinfeksi

Sementara, dalam lontar Taru Premana yang diterjemahkan oleh pembaca lontar, Sugi Lanus, disebutkan, khusus untuk loloh daun intaran, tidak bisa dilakukan setiap hari. Dari referensi lontar usada, idealnya dijadikan sebagai detok, bisa dilakukan tiga bulan sekali, sehingga dapat memberikan khasiat maksimal.


Most Read

Artikel Terbaru

/