alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Guru dan Siswa Positif, SD 2 Pecatu Ditutup Lima Hari

KUTA SELATAN, BALI EXPRESS – Seorang guru di SD No 2 Pecatu dinyatakan positif Covid-19. Hal ini langsung menjadi atensi bagi Puskesmas Kuta Selatan dengan langsung melakukan tracing di sekolah tersebut. Puluhan siswa dan guru pun tidak luput dari pengecekan.

 

Setelah ditemukan satu orang positif Covid-19 proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terpaksa dihentikan sementara. Sehingga selama lima hari pembelajaran dilakukan secara daring. Kabar seorang guru positif tersebut dibenarkan oleh Perbekel Desa Pecatu yang sekaligus Ketua Posko Penanganan Covid-19 Desa Pecatu Made Karyana Yadnya, saat dikonfirmasi Rabu (3/11).

 

“Salah satu guru ada terinfeksi Covid-19, sehingga dilakukan tracing sebagai bagian dari antisipasi penyebaran,” ujarnya singkat.

 

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala UPTD Puskesmas Kuta Selatan dr IGNB Sastrawan. Pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan Swab terhadap siswa dan para guru, yang dirasa kontak erat. “Awalnya ada kasus. Ada seorang guru yang positif, sehingga kita lakukan swab terhadap yang kontak erat,” ungkapnya.

 

Setelah dilakukan tracing dan testing m, pria yang akrab disapa dr. Sas itu membeberkan, bahwa ada temuan satu siswa positif. Sebagai tindak lanjut, guru ataupun siswa yang positif tersebut wajib menjalani isolasi. Selain itu, yang terbilang kontak erat juga melakukan karantina mandiri. Sementara untuk PTM ditiadakan selama 5 hari.

 

“Prosedurnya memang demikian. Kalau ada temuan positif, maka sekolah tutup sementara selama 5 hari. Setelah itu akan dilakukan tes kembali. Jika hasilnya masih ada positif maka akan tambah 5 hari lagi,” bebernya.

 

Sementara itu,  Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung Made Mandi mengatakan, dengan temuan adanya kasus positif tersebut, maka PTM di sekolah bersangkutan memang dihentikan sejenak. “Ketentuannya memang demikian. Jika ada gejala begitu, maka harus istirahat 5 hari, belajar daring,” timpalnya.

 

Pihaknya juga menambahkan, jika hasil tracing menunjukkan semuanya negatif, maka PTM di SD No 2 Pecatu dapat dilaksanakan kembali.


KUTA SELATAN, BALI EXPRESS – Seorang guru di SD No 2 Pecatu dinyatakan positif Covid-19. Hal ini langsung menjadi atensi bagi Puskesmas Kuta Selatan dengan langsung melakukan tracing di sekolah tersebut. Puluhan siswa dan guru pun tidak luput dari pengecekan.

 

Setelah ditemukan satu orang positif Covid-19 proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terpaksa dihentikan sementara. Sehingga selama lima hari pembelajaran dilakukan secara daring. Kabar seorang guru positif tersebut dibenarkan oleh Perbekel Desa Pecatu yang sekaligus Ketua Posko Penanganan Covid-19 Desa Pecatu Made Karyana Yadnya, saat dikonfirmasi Rabu (3/11).

 

“Salah satu guru ada terinfeksi Covid-19, sehingga dilakukan tracing sebagai bagian dari antisipasi penyebaran,” ujarnya singkat.

 

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala UPTD Puskesmas Kuta Selatan dr IGNB Sastrawan. Pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan Swab terhadap siswa dan para guru, yang dirasa kontak erat. “Awalnya ada kasus. Ada seorang guru yang positif, sehingga kita lakukan swab terhadap yang kontak erat,” ungkapnya.

 

Setelah dilakukan tracing dan testing m, pria yang akrab disapa dr. Sas itu membeberkan, bahwa ada temuan satu siswa positif. Sebagai tindak lanjut, guru ataupun siswa yang positif tersebut wajib menjalani isolasi. Selain itu, yang terbilang kontak erat juga melakukan karantina mandiri. Sementara untuk PTM ditiadakan selama 5 hari.

 

“Prosedurnya memang demikian. Kalau ada temuan positif, maka sekolah tutup sementara selama 5 hari. Setelah itu akan dilakukan tes kembali. Jika hasilnya masih ada positif maka akan tambah 5 hari lagi,” bebernya.

 

Sementara itu,  Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung Made Mandi mengatakan, dengan temuan adanya kasus positif tersebut, maka PTM di sekolah bersangkutan memang dihentikan sejenak. “Ketentuannya memang demikian. Jika ada gejala begitu, maka harus istirahat 5 hari, belajar daring,” timpalnya.

 

Pihaknya juga menambahkan, jika hasil tracing menunjukkan semuanya negatif, maka PTM di SD No 2 Pecatu dapat dilaksanakan kembali.


Most Read

Artikel Terbaru

/