alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Krisna Ngaku Jadi Pengedar Karena Pandemi, Diupah Rp 75 Ribu

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus pengedar berbagai jenis narkoba bernama I Kadek Krisna Jaya, 30, terus didalami Penyidik Direktorat Resnarkoba Polda Bali. Ternyata dari pemeriksaan, diketahui bahwa pria itu adalah pemain baru.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombespol Muhamad Khozin, pada Kamis (4/11). Dijelaskan olehnya, tersangka mengaku sebagai pengedar karena terdampak pandemi Covid-19. “Ya dia belum pernah ditangkap sebelumnya dan baru tiga bulan beraksi,” tuturnya.

Selain itu, Khozin berucap bahwa pria asal Banjar Selat Beringkit Dangin Pura, Mengwitani, Mengwi, Badung tersebut mengaku aksinya dikendalikan oleh orang lain. Krisna menunggu perintah untuk menempel narkoba di berbagai lokasi yang ditentukan. 

“Yang bersangkutan diupah sebesar Rp 75 ribu sekali tempel, dan mengedarkan di wilayah Denpasar serta Badung, kami dalami bagaimana dia bisa kenal dengan pengendali tersebut,” tandasnya. Kini, pihaknya tengah berusaha memburu orang diduga bandar yang mengendalikan tersangka. Namun dia tak menampik menemui kendala.

Sebab, modus kerja pelaku merupakan jaringan terputus. Artinya transaksi dilakukan dengan berkomunikasi lewat telepon, jika terjadi masalah seperti pemetik atau pengedarnya tertangkap, maka bandarnya langsung menghilang dan menghapus jejak.

Sebagaimana diberitakan, Krisna diringkus Unit III Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Bali pada Senin (1/11) di rumahnya, Banjar Selat Beringkit Dangin Pura, Mengwitani, Mengwi, Badung. Saat menggeledah ke dalam kamar, petugas menemukan barang bukti lima paket besar di rak bawah lemari pakaian.

Paket tersebut berupa batang, daun hingga biji Ganja seberat 5,6 kilogram. Selain itu petugas juga menemukan 251 butir tablet warna coklat muda logo monyet, disebut sebagai Ekstasi seberat 102,66 gram. Kemudian pada rak televisi, ditemukan 31 plastik klip kristal bening yang akrab dikenal Shabu seberat 15,04 gram.

Lakon pelaku sebagai pengedar diperkuat dengan temuan dua timbangan elektrik, serta buku penjualan. Berikut tiga bendel plastik kosong, tiga buas isolasi warna coklat dan bening, satu bendel pipet warna hitam, dan Hp Vivo miliknya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dikeler ke Mapolda Bali guna proses lebih lanjut.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus pengedar berbagai jenis narkoba bernama I Kadek Krisna Jaya, 30, terus didalami Penyidik Direktorat Resnarkoba Polda Bali. Ternyata dari pemeriksaan, diketahui bahwa pria itu adalah pemain baru.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombespol Muhamad Khozin, pada Kamis (4/11). Dijelaskan olehnya, tersangka mengaku sebagai pengedar karena terdampak pandemi Covid-19. “Ya dia belum pernah ditangkap sebelumnya dan baru tiga bulan beraksi,” tuturnya.

Selain itu, Khozin berucap bahwa pria asal Banjar Selat Beringkit Dangin Pura, Mengwitani, Mengwi, Badung tersebut mengaku aksinya dikendalikan oleh orang lain. Krisna menunggu perintah untuk menempel narkoba di berbagai lokasi yang ditentukan. 

“Yang bersangkutan diupah sebesar Rp 75 ribu sekali tempel, dan mengedarkan di wilayah Denpasar serta Badung, kami dalami bagaimana dia bisa kenal dengan pengendali tersebut,” tandasnya. Kini, pihaknya tengah berusaha memburu orang diduga bandar yang mengendalikan tersangka. Namun dia tak menampik menemui kendala.

Sebab, modus kerja pelaku merupakan jaringan terputus. Artinya transaksi dilakukan dengan berkomunikasi lewat telepon, jika terjadi masalah seperti pemetik atau pengedarnya tertangkap, maka bandarnya langsung menghilang dan menghapus jejak.

Sebagaimana diberitakan, Krisna diringkus Unit III Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Bali pada Senin (1/11) di rumahnya, Banjar Selat Beringkit Dangin Pura, Mengwitani, Mengwi, Badung. Saat menggeledah ke dalam kamar, petugas menemukan barang bukti lima paket besar di rak bawah lemari pakaian.

Paket tersebut berupa batang, daun hingga biji Ganja seberat 5,6 kilogram. Selain itu petugas juga menemukan 251 butir tablet warna coklat muda logo monyet, disebut sebagai Ekstasi seberat 102,66 gram. Kemudian pada rak televisi, ditemukan 31 plastik klip kristal bening yang akrab dikenal Shabu seberat 15,04 gram.

Lakon pelaku sebagai pengedar diperkuat dengan temuan dua timbangan elektrik, serta buku penjualan. Berikut tiga bendel plastik kosong, tiga buas isolasi warna coklat dan bening, satu bendel pipet warna hitam, dan Hp Vivo miliknya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dikeler ke Mapolda Bali guna proses lebih lanjut.


Most Read

Artikel Terbaru

/