alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Dipicu Ungkit Status FB, Tikam Sepupu hingga Bersimbah Darah

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Ida Bagus MP, 45, menjalani perawatan di RSUD Karangasem karena mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kiri. Ia mengalami luka lantaran ditusuk sepupunya sendiri, Ida Bagus A, 54. Kabarnya, warga Banjar Gunung Biau, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem itu akan menjalani operasi.

Kasus itu diduga karena perkataan korban soal status Facebook (FB) yang dibuat pelaku. Meski demikian, polisi masih mendalami soal masalah pastinya. Informasi di kepolisian, korban saat itu baru saja selesai minum tuak bersama teman-temannya di rumah, Kamis (4/3) malam.

Kejadian penganiayaan itu terjadi setelah korban mengantar teman-temannya pulang. Sempat bicara dengan Ida Bagus PY yang tak lain saudaranya sendiri, korban kemudian minta tolong dalam keadaan terluka. Saksi Ida Bagus PY, saat memberikan keterangan kepada polisi, mengaku tidak tahu bagaimana korban bisa terluka. Namun demikian, korban sempat bicara dengan dirinya saat duduk di teras. Kebetulan saat itu selesai makan setelah pulang bekerja. Korban menghampiri dirinya karena menanyakan soal unggahan status FB yang dibuat pelaku. “Bicara sama saya tentang status FB dengan nada bicaranya (korban) agak keras. Sehingga pelaku mendengar, datang menghampiri,” jelas PY saat memberikan keterangan ke Polsek Selat. Diduga karena perkataan korban, pelaku datang sudah membawa pisau dapur.

Kapolsek Selat AKP Bambang Harianto menjelaskan, pelaku ditangkap di rumahnya. “Saat ini pelaku masih diamankan,” ujar Bambang, Jumat (5/3). Menurut Bambang, saksi PY sebenarnya tidak ikut minum bersama korban dan teman-temannya. Saksi baru saja pulang bekerja dan hendak makan. Kebetulan sepulang kerja, dia melihat korban minum-minum. Korban baru menghampiri saat saksi duduk di teras rumah. Bambang menegaskan, kasus itu tengah didalami. Polisi masih mendalami motif pelaku nekat menusuk sepupunya sendiri. “Korban ditusuk pisau. Saat interogasi, pelaku ngakunya tersinggung dan merasa emosi dengan perkataan MP (korban). Yang jelas masih kami dalami,” pungkasnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS- Ida Bagus MP, 45, menjalani perawatan di RSUD Karangasem karena mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kiri. Ia mengalami luka lantaran ditusuk sepupunya sendiri, Ida Bagus A, 54. Kabarnya, warga Banjar Gunung Biau, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem itu akan menjalani operasi.

Kasus itu diduga karena perkataan korban soal status Facebook (FB) yang dibuat pelaku. Meski demikian, polisi masih mendalami soal masalah pastinya. Informasi di kepolisian, korban saat itu baru saja selesai minum tuak bersama teman-temannya di rumah, Kamis (4/3) malam.

Kejadian penganiayaan itu terjadi setelah korban mengantar teman-temannya pulang. Sempat bicara dengan Ida Bagus PY yang tak lain saudaranya sendiri, korban kemudian minta tolong dalam keadaan terluka. Saksi Ida Bagus PY, saat memberikan keterangan kepada polisi, mengaku tidak tahu bagaimana korban bisa terluka. Namun demikian, korban sempat bicara dengan dirinya saat duduk di teras. Kebetulan saat itu selesai makan setelah pulang bekerja. Korban menghampiri dirinya karena menanyakan soal unggahan status FB yang dibuat pelaku. “Bicara sama saya tentang status FB dengan nada bicaranya (korban) agak keras. Sehingga pelaku mendengar, datang menghampiri,” jelas PY saat memberikan keterangan ke Polsek Selat. Diduga karena perkataan korban, pelaku datang sudah membawa pisau dapur.

Kapolsek Selat AKP Bambang Harianto menjelaskan, pelaku ditangkap di rumahnya. “Saat ini pelaku masih diamankan,” ujar Bambang, Jumat (5/3). Menurut Bambang, saksi PY sebenarnya tidak ikut minum bersama korban dan teman-temannya. Saksi baru saja pulang bekerja dan hendak makan. Kebetulan sepulang kerja, dia melihat korban minum-minum. Korban baru menghampiri saat saksi duduk di teras rumah. Bambang menegaskan, kasus itu tengah didalami. Polisi masih mendalami motif pelaku nekat menusuk sepupunya sendiri. “Korban ditusuk pisau. Saat interogasi, pelaku ngakunya tersinggung dan merasa emosi dengan perkataan MP (korban). Yang jelas masih kami dalami,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/