alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Mutasi Jabatan di Lingkup Pemkab Buleleng, Dispar Masih Lowong

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pergeseran pejabat struktural di lingkup Pemkab Buleleng kembali dilaksanakan. Kamis (4/3) siang, Bupati Buleleng Agus Suradnyana melantik 150 pejabat yang menempati posisi baru. 

Dari 150 pejabat tersebut diantaranya adalah lima pejabat eselon II. Seperti Putu Ariadi Pribadi yang menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng ini, kini menjadi Kepala Pelaksana BPBD Buleleng. 

Sementara posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng kini dijabat Gede Melandrat, yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.  

Selain itu, mutasi juga menyasar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfisant) I Ketut Suweca. Bupati kini menugaskan Suweca menjadi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakan Daerah Buleleng.  

Dengan mutasi ini, kini ada dua kursi jabatan, yakni di Diskominfosanti serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yang sementara diisi oleh Plt.

Selain mengisi jabatan yang kosong, ada beberapa pejabat yang mengalami pemindahan tempat tugas. Salah satunya adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat.

Ia kini ditugaskan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemindahan dilakukan mengingat hal-hal yang berkaitan dengan pertamanan kini dibebankan kepada DLH. Dimana sebelumnya dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta).

“Saya rasa Pak Melandrat berpengalaman dalam persoalan pertamanan. Karena sempat menjabat di bidangnya. Sehingga keasrian kota bisa tetap terjaga. Saya ucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik serta penuh dengan tanggung jawab,” kata Bupati Buleleng Agus Suradnyana.

Mutasi ini dilakukan mengingat ada beberapa pejabat yang pensiun, sehingga kekosongan jabatan pun harus diisi. Menariknya, dari mutasi jabatan yang dilakukan tersebut sama sekali tidak menyentuh pejabat dari Dinas Pariwisata Buleleng yang tersangkut korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Hal itu sengaja dilakukan karena menunggu putusan dari pengadilan terkait penetapan kasus tersebut. Untuk sementara, jabatan Kepala Dinas Pariwisata yang kini lowong diisi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rousmini sebagai Pelaksana Tugas. 

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Untuk saat ini Dispar masih belum kami tetapkan. Kalau sudah ada putusan inkracht, baru kami akan lakukan mutasi di Dispar. Sementara diisi Ibu Rousmini dulu sebagai Plt,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Buleleng, Nyoman Wisandika menjelaskan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Bupati Buleleng terkait pengisian jabatan pimpinan yang masih lowong. 

Menurutnya, ada tiga kursi jabatan yang belum terisi, yakni Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Ketahanan Pangan dan Perikanan serta Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Buleleng. 

“Masih kami tunggu arahannya seperti apa. Apakah nanti akan ada seleksi terbuka atau dilakukan mutasi, kami masih belum tau,” ujarnya saat ditemui usai pelantikan di Lobi Kantor Bupati Buleleng. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pergeseran pejabat struktural di lingkup Pemkab Buleleng kembali dilaksanakan. Kamis (4/3) siang, Bupati Buleleng Agus Suradnyana melantik 150 pejabat yang menempati posisi baru. 

Dari 150 pejabat tersebut diantaranya adalah lima pejabat eselon II. Seperti Putu Ariadi Pribadi yang menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng ini, kini menjadi Kepala Pelaksana BPBD Buleleng. 

Sementara posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng kini dijabat Gede Melandrat, yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.  

Selain itu, mutasi juga menyasar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfisant) I Ketut Suweca. Bupati kini menugaskan Suweca menjadi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakan Daerah Buleleng.  

Dengan mutasi ini, kini ada dua kursi jabatan, yakni di Diskominfosanti serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yang sementara diisi oleh Plt.

Selain mengisi jabatan yang kosong, ada beberapa pejabat yang mengalami pemindahan tempat tugas. Salah satunya adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat.

Ia kini ditugaskan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemindahan dilakukan mengingat hal-hal yang berkaitan dengan pertamanan kini dibebankan kepada DLH. Dimana sebelumnya dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta).

“Saya rasa Pak Melandrat berpengalaman dalam persoalan pertamanan. Karena sempat menjabat di bidangnya. Sehingga keasrian kota bisa tetap terjaga. Saya ucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik serta penuh dengan tanggung jawab,” kata Bupati Buleleng Agus Suradnyana.

Mutasi ini dilakukan mengingat ada beberapa pejabat yang pensiun, sehingga kekosongan jabatan pun harus diisi. Menariknya, dari mutasi jabatan yang dilakukan tersebut sama sekali tidak menyentuh pejabat dari Dinas Pariwisata Buleleng yang tersangkut korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Hal itu sengaja dilakukan karena menunggu putusan dari pengadilan terkait penetapan kasus tersebut. Untuk sementara, jabatan Kepala Dinas Pariwisata yang kini lowong diisi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rousmini sebagai Pelaksana Tugas. 

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Untuk saat ini Dispar masih belum kami tetapkan. Kalau sudah ada putusan inkracht, baru kami akan lakukan mutasi di Dispar. Sementara diisi Ibu Rousmini dulu sebagai Plt,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Buleleng, Nyoman Wisandika menjelaskan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Bupati Buleleng terkait pengisian jabatan pimpinan yang masih lowong. 

Menurutnya, ada tiga kursi jabatan yang belum terisi, yakni Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Ketahanan Pangan dan Perikanan serta Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Buleleng. 

“Masih kami tunggu arahannya seperti apa. Apakah nanti akan ada seleksi terbuka atau dilakukan mutasi, kami masih belum tau,” ujarnya saat ditemui usai pelantikan di Lobi Kantor Bupati Buleleng. 


Most Read

Artikel Terbaru

/