alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Pohon Santen Tumbang, Rusak Rumah dan Palinggih

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Rumah I Gusti Nyoman Alit di Jalan Kresna, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Klungkung rusak. Rusak setelah tertimpa pohon santen Kamis (4/3) sekitar pukul 23.00. Pohon tinggi sekitar 25 meter itu juga merusak sebuah palinggih di pekarangan itu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Evakuasi pohon dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkug, Jumat (5/3) pagi. I Gusti Nyoman Alit mengungkapkan, sebelum pohon itu menimpa rumahnya, sempat terdengar suara gemuruh.  Ia yang saat itu tengah menonton Youtube langsung menarik tangan anaknya I Gusti Ngurah Krisnadi,11, diajak masuk kamar sebelah. Ternyata pohon di belakang rumahnya tumbang. “Suara gemuruh sangat keras,” tuturnya.  Pohon tumbang mengakibatkan buruh itu mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung I Putu Widiada mengungkapkan, pohon tumbang tersebut berukuran besar.  Sehingga merusak rumah warga. Meski demikian, pemilik rumah tidak perlu mengungsi karena masih bisa ditempati. “PMI Klungkung sudah memberikan bantuan terpal supaya bangunan yang rusak,  tidak bocor,” ujar Widiada, Jumat (5/3).

Informasi di lapangan, lanjut Widiada, pohon itu memang sudah rawan tumbang. Namun tidak ada berani menebang maupun melapor ke pihak terkait karena tumbuhnya di tanah negara. “Kalau pohon sudah membahayakan, laporkan saja. Biar bisa lakukan langkah-langkah sebelum tumbang,” imbau pejabat asal Tabanan itu.

Wabup Kasta yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Klungkung sempat meninjau lokasi. Ia menyerahkan bantuan dari PMI Klungkung, berupa terpal dan paket sembako. “Saya sangat perihatin melihat kejadian ini. Semoga tidak terulang kembali dan tetap bersama-sama menjaga kewaspadaan,” ujar Kasta. 


SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Rumah I Gusti Nyoman Alit di Jalan Kresna, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Klungkung rusak. Rusak setelah tertimpa pohon santen Kamis (4/3) sekitar pukul 23.00. Pohon tinggi sekitar 25 meter itu juga merusak sebuah palinggih di pekarangan itu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Evakuasi pohon dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkug, Jumat (5/3) pagi. I Gusti Nyoman Alit mengungkapkan, sebelum pohon itu menimpa rumahnya, sempat terdengar suara gemuruh.  Ia yang saat itu tengah menonton Youtube langsung menarik tangan anaknya I Gusti Ngurah Krisnadi,11, diajak masuk kamar sebelah. Ternyata pohon di belakang rumahnya tumbang. “Suara gemuruh sangat keras,” tuturnya.  Pohon tumbang mengakibatkan buruh itu mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung I Putu Widiada mengungkapkan, pohon tumbang tersebut berukuran besar.  Sehingga merusak rumah warga. Meski demikian, pemilik rumah tidak perlu mengungsi karena masih bisa ditempati. “PMI Klungkung sudah memberikan bantuan terpal supaya bangunan yang rusak,  tidak bocor,” ujar Widiada, Jumat (5/3).

Informasi di lapangan, lanjut Widiada, pohon itu memang sudah rawan tumbang. Namun tidak ada berani menebang maupun melapor ke pihak terkait karena tumbuhnya di tanah negara. “Kalau pohon sudah membahayakan, laporkan saja. Biar bisa lakukan langkah-langkah sebelum tumbang,” imbau pejabat asal Tabanan itu.

Wabup Kasta yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Klungkung sempat meninjau lokasi. Ia menyerahkan bantuan dari PMI Klungkung, berupa terpal dan paket sembako. “Saya sangat perihatin melihat kejadian ini. Semoga tidak terulang kembali dan tetap bersama-sama menjaga kewaspadaan,” ujar Kasta. 


Most Read

Artikel Terbaru

/