alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Usai Nyepi Minum Miras, Dua Keluarga Terlibat Perkelahian Sengit

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Situasi hening masih terasa saat Ngembak Geni atau sehari setelah Nyepi, Jumat (4/3). Malam harinya pun masih terasa tenang. Namun ketika waktu semakin larut, warga di Dusun Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng dikagetkan dengan peristiwa perkelahian.

Sekitar pukul 23.30 Wita, terjadi keributan antara keluarga Putu Mas Merta dengan keluarga Kadek Arsana alias Toris. Tidak ada yang mengetahui secara pasti kronologi sehingga terjadi perkelahian, dan dalam waktu singkat kedua keluarga itu bersimbah darah dan mengalami beberapa luka.

Menurut penuturan keponakan dari Putu Mas Merta, Ketut Suartana, malam itu anak kedua dari Putu Mas yakni Kadek Bayu Widana tengah duduk di teras rumah. Kemudian datang Kadek Arsana alias Toris bersama anaknya Gede Porda. Tiba di depan rumah, mereka teriak-teriak. Merasa penasaran, Kadek Bayu lantas menghampiri keduanya. Namun Bayu malah ditusuk di bagian perut dan kepalanya dipukul.

Mengetahui anaknya diperlakukan demikian, Putu Mas dan anak ketiganya Komang Neka Muliadi keluar rumah untuk menolong Bayu. Tapi keduanya juga mengalami luka. Komang Neka luka di bagian kepala hingga mengalami pendarahan dan Putu Mas mengalami luka serius di bagian kepala.

Terakhir, istri Putu Mas yang keluar rumah, Luh Ayu Widiani juga turut dibanting hingga mengalami lebam di bagian tangan. Kini keempat anggota keluarga itu menjalani perawatan serius di RSUD Buleleng.

“Mereka nantang di depan pintu pagar. Baru keluar sudah langsung dikeroyok. Ditusuk pakai parang dan dipukul linggis. Menurut penglihatan dari ibunya yang datang ke rumah lebih dari tiga orang. Yang paling parah itu Komang. Saya pun gak tau masalah pastinya itu. Tapi dahulu keluarga saya ini katanya sering diancam oleh Pak Toris. Dan jalan menuju rumah itu sering diisi batu,” kata dia.

Di sisi lain, dari penuturan adik Kadek Arsana alias Toris, Ketut Dharma, ia juga tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. Ia hanya mengetahui ketika kedua keluarga telah bersimbah darah.

Kadek Toris mengalami luka pada bagian kanan atas kepala. “Saya tidak tau persis. Saya tidak ketemu kejadiannya. Saya tau kan karena istri dari Pak Putu Mas itu histeris. Saya hampiri mereka sudah berdarah-darah,” kata dia.

Kondisi Kadek Toris yang terluka dan anaknya yang mengalami patah tulang, Ketut Dharma, segera melarikan kakaknya itu ke rumah sakit Paramasidhi. Namun ia mengakui sebelum kejadian Kadek Toris memang sempat minum minuman beralkohol.

Usai pesta miras Kadek Toris langsung pulang. Namun, entah seperti apa ceritanya, Kadek Toris kembali lagi dan terjadilah peristiwa itu. “Saya tidak tau bagaimana ceritanya kenapa dia bisa ada di tempat itu lagi. Setelah minum, sudah sempat pulang kakak saya itu. Tapi bagaimana masalahnya diantara mereka berdua itu saya tidak tau,” terangnya.

Namun dari isu yang berhembus, Putu Mas Merta juga sempat menantang Kadek Toris. Tidak terima ayahnya ditantang, Gede Porda datang. Namun ia malah terkena pukulan linggis dari salah satu anggota keluarga Putu Mas. Akibat pukulan itu Gede Pariasa mengalami patah tulang pada tangan karena menangkis linggis.

Peristiwa yang menimpa keluarga Kadek Toris itu dilaporkan ke Polsek Banjar. Akan tetapi keluarga Putu Mas juga telah lebih dulu melaporkan kejadian itu ke Polsek Banjar.

Pun demikian pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan secara pasti. Sebab kedua pihak belum bisa dimintai keterangan lantaran masih dalam kondisi yang tidak memungkinkan. “Kami masih belum bisa memberikan keterangan secara pasti. Yang jelas memang benar terjadi perkelahian yang menyebabkab kedua kubu mengalami luka serius,” ungkap Kapolsek Banjar, Kompol I Gusti Nyoman Suardana.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Situasi hening masih terasa saat Ngembak Geni atau sehari setelah Nyepi, Jumat (4/3). Malam harinya pun masih terasa tenang. Namun ketika waktu semakin larut, warga di Dusun Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng dikagetkan dengan peristiwa perkelahian.

Sekitar pukul 23.30 Wita, terjadi keributan antara keluarga Putu Mas Merta dengan keluarga Kadek Arsana alias Toris. Tidak ada yang mengetahui secara pasti kronologi sehingga terjadi perkelahian, dan dalam waktu singkat kedua keluarga itu bersimbah darah dan mengalami beberapa luka.

Menurut penuturan keponakan dari Putu Mas Merta, Ketut Suartana, malam itu anak kedua dari Putu Mas yakni Kadek Bayu Widana tengah duduk di teras rumah. Kemudian datang Kadek Arsana alias Toris bersama anaknya Gede Porda. Tiba di depan rumah, mereka teriak-teriak. Merasa penasaran, Kadek Bayu lantas menghampiri keduanya. Namun Bayu malah ditusuk di bagian perut dan kepalanya dipukul.

Mengetahui anaknya diperlakukan demikian, Putu Mas dan anak ketiganya Komang Neka Muliadi keluar rumah untuk menolong Bayu. Tapi keduanya juga mengalami luka. Komang Neka luka di bagian kepala hingga mengalami pendarahan dan Putu Mas mengalami luka serius di bagian kepala.

Terakhir, istri Putu Mas yang keluar rumah, Luh Ayu Widiani juga turut dibanting hingga mengalami lebam di bagian tangan. Kini keempat anggota keluarga itu menjalani perawatan serius di RSUD Buleleng.

“Mereka nantang di depan pintu pagar. Baru keluar sudah langsung dikeroyok. Ditusuk pakai parang dan dipukul linggis. Menurut penglihatan dari ibunya yang datang ke rumah lebih dari tiga orang. Yang paling parah itu Komang. Saya pun gak tau masalah pastinya itu. Tapi dahulu keluarga saya ini katanya sering diancam oleh Pak Toris. Dan jalan menuju rumah itu sering diisi batu,” kata dia.

Di sisi lain, dari penuturan adik Kadek Arsana alias Toris, Ketut Dharma, ia juga tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. Ia hanya mengetahui ketika kedua keluarga telah bersimbah darah.

Kadek Toris mengalami luka pada bagian kanan atas kepala. “Saya tidak tau persis. Saya tidak ketemu kejadiannya. Saya tau kan karena istri dari Pak Putu Mas itu histeris. Saya hampiri mereka sudah berdarah-darah,” kata dia.

Kondisi Kadek Toris yang terluka dan anaknya yang mengalami patah tulang, Ketut Dharma, segera melarikan kakaknya itu ke rumah sakit Paramasidhi. Namun ia mengakui sebelum kejadian Kadek Toris memang sempat minum minuman beralkohol.

Usai pesta miras Kadek Toris langsung pulang. Namun, entah seperti apa ceritanya, Kadek Toris kembali lagi dan terjadilah peristiwa itu. “Saya tidak tau bagaimana ceritanya kenapa dia bisa ada di tempat itu lagi. Setelah minum, sudah sempat pulang kakak saya itu. Tapi bagaimana masalahnya diantara mereka berdua itu saya tidak tau,” terangnya.

Namun dari isu yang berhembus, Putu Mas Merta juga sempat menantang Kadek Toris. Tidak terima ayahnya ditantang, Gede Porda datang. Namun ia malah terkena pukulan linggis dari salah satu anggota keluarga Putu Mas. Akibat pukulan itu Gede Pariasa mengalami patah tulang pada tangan karena menangkis linggis.

Peristiwa yang menimpa keluarga Kadek Toris itu dilaporkan ke Polsek Banjar. Akan tetapi keluarga Putu Mas juga telah lebih dulu melaporkan kejadian itu ke Polsek Banjar.

Pun demikian pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan secara pasti. Sebab kedua pihak belum bisa dimintai keterangan lantaran masih dalam kondisi yang tidak memungkinkan. “Kami masih belum bisa memberikan keterangan secara pasti. Yang jelas memang benar terjadi perkelahian yang menyebabkab kedua kubu mengalami luka serius,” ungkap Kapolsek Banjar, Kompol I Gusti Nyoman Suardana.


Most Read

Artikel Terbaru

/