alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

HP Korban Belum Ditemukan, Polisi Terus Selidiki Kematian Nenek Mintan

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seminggu sudah kasus kematian Ketut Mintaning, 66, di Jalan Pulau Natuna, Keluharan Penarukan, Kecamatan Buleleng. hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian Nenek Mintan. Polisi pun telah mendatangkan tim Labfor Polda Bali untuk membantu melakukan identifikasi dari barang bukti yang diamankan. Otopsi juga telah dilakukan pihak kepolisian dan hasilnya masih belum keluar.

Dari penyelidikan polisi, sekitar 8 orang saksi telah diperiksa. Namun dari keterangan saksi tersebut belum ada tanda-tanda yang menunjukkan apakah kematian korban adalah aksi pembunuhan atau tidak. Hambatan itulah yang menyulitkan polisi untuk melakukan penyelidikan, sebab tak ada saksi yang melihat kejadian tersebut. “Untuk kasus penarukan ini sudah hampir 7-8 saksi yang dimintai keterangan. Belum ada yang dicurigai. Penyidik juga belum mendapatkan saksi yang kuat. Yang jelas korban diduga mati tidak wajar. Bukan karena penyakit. Tapi pihak ketiga,” ungkap Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Senin (5/4) siang.

Baca Juga :  Gondol Handphone SPG, Kriting Buron Dua Bulan

Disamping sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, hanphone korban hingga kini masih belum ditemukan. “Tidak ada keterangan yang jelas. 8 orang saksi yang diperiksa itu ya dari pihak keluarga dua orang dan yang lainnya dari tetangga-tetangga disana. Hanphone masih diselidiki. Kami belum dapatkan itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Nenek Mintan ditemukan tewas Sabtu (29/3) siang dalam posisi tengadah di dalam rumahnya. Mirisnya lagi, Nenek Mintan meninggal dengan kondisi tangan terikat ke belakang dan mulut tersumpal kain. Dibawah jazad Nenek Mintan ditemukan noda darah. Namun polisi masih belum dapat menyimpulkan apakah darah tersebut adalah hasil dari pembusukan jenazah atau dari aksi pembunuhan.

Sebelum ditemukan meninggal, Nenek Mintan tak nampak melakukan aktivitas selama dua hari. Warungnya pun tertutup. Pagar rumah juga dalam kondisi terkunci rapat. Atas hal itu, tetangga Nenek Mintan merasa gelisah, ia bertanya-tanya mengapa Nenek Mintan tak pernah ampak. Tetangga yang diketahui bernama Luh Janten itu pun mengabari keponakan Nenek Mintan. Luh Janten yang juga memiliki warung bersebelahan dengan warung Nenek Mintan menelepon Kadek Ayu Yudiani, menanyakan kondisi Nenek Mintan. 

Baca Juga :  Ajukan Pra Peradilan, Penetapan Tersangka Bendesa Adat Dinilai Prematur

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seminggu sudah kasus kematian Ketut Mintaning, 66, di Jalan Pulau Natuna, Keluharan Penarukan, Kecamatan Buleleng. hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian Nenek Mintan. Polisi pun telah mendatangkan tim Labfor Polda Bali untuk membantu melakukan identifikasi dari barang bukti yang diamankan. Otopsi juga telah dilakukan pihak kepolisian dan hasilnya masih belum keluar.

Dari penyelidikan polisi, sekitar 8 orang saksi telah diperiksa. Namun dari keterangan saksi tersebut belum ada tanda-tanda yang menunjukkan apakah kematian korban adalah aksi pembunuhan atau tidak. Hambatan itulah yang menyulitkan polisi untuk melakukan penyelidikan, sebab tak ada saksi yang melihat kejadian tersebut. “Untuk kasus penarukan ini sudah hampir 7-8 saksi yang dimintai keterangan. Belum ada yang dicurigai. Penyidik juga belum mendapatkan saksi yang kuat. Yang jelas korban diduga mati tidak wajar. Bukan karena penyakit. Tapi pihak ketiga,” ungkap Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Senin (5/4) siang.

Baca Juga :  Ajukan Pra Peradilan, Penetapan Tersangka Bendesa Adat Dinilai Prematur

Disamping sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, hanphone korban hingga kini masih belum ditemukan. “Tidak ada keterangan yang jelas. 8 orang saksi yang diperiksa itu ya dari pihak keluarga dua orang dan yang lainnya dari tetangga-tetangga disana. Hanphone masih diselidiki. Kami belum dapatkan itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Nenek Mintan ditemukan tewas Sabtu (29/3) siang dalam posisi tengadah di dalam rumahnya. Mirisnya lagi, Nenek Mintan meninggal dengan kondisi tangan terikat ke belakang dan mulut tersumpal kain. Dibawah jazad Nenek Mintan ditemukan noda darah. Namun polisi masih belum dapat menyimpulkan apakah darah tersebut adalah hasil dari pembusukan jenazah atau dari aksi pembunuhan.

Sebelum ditemukan meninggal, Nenek Mintan tak nampak melakukan aktivitas selama dua hari. Warungnya pun tertutup. Pagar rumah juga dalam kondisi terkunci rapat. Atas hal itu, tetangga Nenek Mintan merasa gelisah, ia bertanya-tanya mengapa Nenek Mintan tak pernah ampak. Tetangga yang diketahui bernama Luh Janten itu pun mengabari keponakan Nenek Mintan. Luh Janten yang juga memiliki warung bersebelahan dengan warung Nenek Mintan menelepon Kadek Ayu Yudiani, menanyakan kondisi Nenek Mintan. 

Baca Juga :  Nikmati Liburan, Pemancing Tewas Disapu Ombak Bias Tugel

Most Read

Artikel Terbaru

/