alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Tabanan Masih Kedodoran Kejar Target Vaksinasi

TABANAN, BALI EXPRESS – Kendati sudah digebyarkan, digaungkan atau dikampanyekan, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan rupanya masih kedodoran. Terutama untuk mengejar target 85.755 orang sasaran sampai dengan Juni 2021 mendatang.

Dari data Dinas Kesehatan (Diskes) setempat hingga 4 April 2021 lalu, dari 85.755 orang target sasaran dengan kebutuhan vaksin sebanyak 171.510 dosis, capaian target baru sampai di angka 29.368 orang.

Target yang baru terpenuhi itu masih seputaran kelompok prioritas pertama dan kedua. Kelompok pertama yakni tenaga kesehatan (nakes) dan sumber daya manusia di bidang kesehatan (SDMK).

Sementara kelompok prioritas kedua diantaranya pelayan publik, aparat TNI/Polri, dan kelompok lanjut usia atau lansia.

Bila disandingkan dengan jumlah vaksin yang diterima, Tabanan sejauh ini baru kebagian 36.500 dosis. Menambah jumlah perolehan vaksin tersebut tidak serta merta bisa dilakukan. Karena tergantung produksi dan distribusi.

“Ketersediaan vaksin belum sepenuhnya bisa didrop dari provinsi. Karena ini terkait dengan produksi. Kami (di kabupaten) sifatnya menunggu. Tapi kalau petugas (vaksinator) dan sasaran, sudah kami siapkan,” jelas Kepala Diskes Tabanan dr I Nyoman Suratmika, Senin (5/4).

Baca Juga :  Beraksi di Empat TKP, Komplotan Pencuri Asal Sumba Digulung

Dengan kata lain, menurutnya, begitu vaksin didrop kembali, pihaknya sudah siap melanjutkan ke sasaran yang belum memperoleh vaksin. “Begitu vaksin diterima, langsung tancap gas ke sasaran prioritas,” terangnya.

Selain mengejar target itu, dia menyebutkan, pihaknya juga sudah merancang skema target sasaran terkait dengan penerapan Free Covid-19 Corridor (FCC), semacam zona hijau pada kawasan-kawasan wisata tertentu, di Tabanan.

Ancar-ancarnya, zona semacam itu akan diterapkan di kawasan Tanah Lot di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Ulundanu Beratan di Kecamatan Baturiti,  dan Jatiluwih di Kecamatan Penebel yang merupakan daerah daya tarik wisata (DTW).

Rencananya, untuk jumlah sasaran di Tanah Lot sebanyak 6.463 orang. Lalu di Ulundanu Beratan sebanyak 5.651 orang. Sedangkan di Jatiluwih sebanyak 1.697 orang.

Baca Juga :  Pilkada 2020, Kandidat Calon Independen Diusung “Suara Rakyat Tabanan”

Sehingga, bila ditotal, jumlah sasarannya sebanyak 13.811 orang. Sementara kebutuhan vaksin untuk jumlah sasaran tersebut sebanyak 27.622 dosis.

Sedangkan untuk desakan agar para guru dan tenaga kependidikan juga masuk ke dalam prioritas vaksinasi, dia menyebutkan bahwa sebagian di antara para guru maupun tenaga kependidikan sejatinya sudah ada yang menerima vaksinasi.

Menurutnya, guru atau tenaga kependidikan yang telah menerima vaksin kebanyakan bertugas sebagai prajuru di tempat tinggalnya. Sedangkan guru atau tenaga kependidikan lainnya yang belum menerima vaksin akan ditargetkan sepanjang Mei hingga Juni 2021 mendatang.

Dia kembali menegaskan, soal target sasaran vaksinasi tersebut kembali lagi ke produksi dan distribusi. Meski demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Diskes Provinsi Bali agar bisa meningkatkan jumlah vaksin yang diterima. “Rencananya habis Galungan (nanti) akan diberikan lagi seribu dosis,” ungkapnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Kendati sudah digebyarkan, digaungkan atau dikampanyekan, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan rupanya masih kedodoran. Terutama untuk mengejar target 85.755 orang sasaran sampai dengan Juni 2021 mendatang.

Dari data Dinas Kesehatan (Diskes) setempat hingga 4 April 2021 lalu, dari 85.755 orang target sasaran dengan kebutuhan vaksin sebanyak 171.510 dosis, capaian target baru sampai di angka 29.368 orang.

Target yang baru terpenuhi itu masih seputaran kelompok prioritas pertama dan kedua. Kelompok pertama yakni tenaga kesehatan (nakes) dan sumber daya manusia di bidang kesehatan (SDMK).

Sementara kelompok prioritas kedua diantaranya pelayan publik, aparat TNI/Polri, dan kelompok lanjut usia atau lansia.

Bila disandingkan dengan jumlah vaksin yang diterima, Tabanan sejauh ini baru kebagian 36.500 dosis. Menambah jumlah perolehan vaksin tersebut tidak serta merta bisa dilakukan. Karena tergantung produksi dan distribusi.

“Ketersediaan vaksin belum sepenuhnya bisa didrop dari provinsi. Karena ini terkait dengan produksi. Kami (di kabupaten) sifatnya menunggu. Tapi kalau petugas (vaksinator) dan sasaran, sudah kami siapkan,” jelas Kepala Diskes Tabanan dr I Nyoman Suratmika, Senin (5/4).

Baca Juga :  Pilkada 2020, Kandidat Calon Independen Diusung “Suara Rakyat Tabanan”

Dengan kata lain, menurutnya, begitu vaksin didrop kembali, pihaknya sudah siap melanjutkan ke sasaran yang belum memperoleh vaksin. “Begitu vaksin diterima, langsung tancap gas ke sasaran prioritas,” terangnya.

Selain mengejar target itu, dia menyebutkan, pihaknya juga sudah merancang skema target sasaran terkait dengan penerapan Free Covid-19 Corridor (FCC), semacam zona hijau pada kawasan-kawasan wisata tertentu, di Tabanan.

Ancar-ancarnya, zona semacam itu akan diterapkan di kawasan Tanah Lot di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Ulundanu Beratan di Kecamatan Baturiti,  dan Jatiluwih di Kecamatan Penebel yang merupakan daerah daya tarik wisata (DTW).

Rencananya, untuk jumlah sasaran di Tanah Lot sebanyak 6.463 orang. Lalu di Ulundanu Beratan sebanyak 5.651 orang. Sedangkan di Jatiluwih sebanyak 1.697 orang.

Baca Juga :  Desa Pekraman Gelar Pecaruan Pasca Penemuan Mayat dalam Kardus

Sehingga, bila ditotal, jumlah sasarannya sebanyak 13.811 orang. Sementara kebutuhan vaksin untuk jumlah sasaran tersebut sebanyak 27.622 dosis.

Sedangkan untuk desakan agar para guru dan tenaga kependidikan juga masuk ke dalam prioritas vaksinasi, dia menyebutkan bahwa sebagian di antara para guru maupun tenaga kependidikan sejatinya sudah ada yang menerima vaksinasi.

Menurutnya, guru atau tenaga kependidikan yang telah menerima vaksin kebanyakan bertugas sebagai prajuru di tempat tinggalnya. Sedangkan guru atau tenaga kependidikan lainnya yang belum menerima vaksin akan ditargetkan sepanjang Mei hingga Juni 2021 mendatang.

Dia kembali menegaskan, soal target sasaran vaksinasi tersebut kembali lagi ke produksi dan distribusi. Meski demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Diskes Provinsi Bali agar bisa meningkatkan jumlah vaksin yang diterima. “Rencananya habis Galungan (nanti) akan diberikan lagi seribu dosis,” ungkapnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/