alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Tinggalkan Rumah Semalaman, Pelajar SMK Tewas Tabrak Pelinggih

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Umum Banjar Kesian, Desa Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Senin pagi (5/4) sekitar pukul 05.00 Wita. Akibatnya seorang pemotor meninggal dunia di TKP setelah mengalami cedera kepala berat.

 

Informasi di lapangan menyebutkan, kecelakaan lalu lintas Out Of Control (OC) itu terjadi berawal ketika sebuah sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 6555 AAA yang dikendarai oleh MYAS, 15, melaju dari arah utara menuju selatan. Setibanya di TKP, korban yang merupakan pelajar kelas XI SMK itu diduga kurang berkonsentrasi sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan menabrak sebuah Pelinggih berbahan batu hitam. Akibatnya korban pun meninggal dunia di TKP.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Bali Gelar Police Goes to School di SMPN 4 Denpasar

 

Peristiwa itu kemudian diketahui oleh warga sekitar yang pada pagi hari hendak pergi ke sawah dan ke pasar. Dimana korban didapati sudah tergeletak dengan kondisi mengenaskan, yakni mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya. Sedangkan sepeda motor korban dalam keadaan ringsek.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Lantas Polres Gianyar, Aiptu I Wayan Kariawan membenarkan perihal laka lantas tunggal tersebut. Dirinya mengatakan bahwa setelah menrima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP. Dari TKP tidak ditemukan identitas korban sehingga pihaknya pun melakukan pelacakan melalui plat kendaraan korban. “Disamping itu kita berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Denpasar mengingat alamat korban yang ada di wilayah Denpasar dan menghubungi keluarganya,” jelasnya.

 

Baca Juga :  Empat Pembunuh Pensiunan Polisi segera Diadili

Dari orang tua korban diketahui jika sebelumnya korban meninggalkan rumah sejak hari Minggu sore dan semalaman tidak pulang. Korban yang masih dibawah umur ini pun belum memiliki SIM. Kemudian jenazah korban yang beralamat di Jalan Gunung  Batur, Denpasar Barat, selanjutnya dievakuasi ke RS Sanjiawani. “Korban diduga mengalami cedera kepala berat (CKB) sehingga meninggal dunia di tempat. Karena di TKP ada tempat yang menjual Pelinggih dari batu hitam, nah korban menghantam pelinggih tersebut,” ujarnya. 

 

Selanjutnya pihaknya melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di TKP. Hasilnya sementara diduga kecelakaan itu terjadi karena korban kurang berkonsentrasi daat mengendarai sepeda motornya. “Untuk penyebab lain masih kita selidiki,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Umum Banjar Kesian, Desa Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Senin pagi (5/4) sekitar pukul 05.00 Wita. Akibatnya seorang pemotor meninggal dunia di TKP setelah mengalami cedera kepala berat.

 

Informasi di lapangan menyebutkan, kecelakaan lalu lintas Out Of Control (OC) itu terjadi berawal ketika sebuah sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 6555 AAA yang dikendarai oleh MYAS, 15, melaju dari arah utara menuju selatan. Setibanya di TKP, korban yang merupakan pelajar kelas XI SMK itu diduga kurang berkonsentrasi sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan menabrak sebuah Pelinggih berbahan batu hitam. Akibatnya korban pun meninggal dunia di TKP.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Bali Gelar Police Goes to School di SMPN 4 Denpasar

 

Peristiwa itu kemudian diketahui oleh warga sekitar yang pada pagi hari hendak pergi ke sawah dan ke pasar. Dimana korban didapati sudah tergeletak dengan kondisi mengenaskan, yakni mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya. Sedangkan sepeda motor korban dalam keadaan ringsek.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Lantas Polres Gianyar, Aiptu I Wayan Kariawan membenarkan perihal laka lantas tunggal tersebut. Dirinya mengatakan bahwa setelah menrima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP. Dari TKP tidak ditemukan identitas korban sehingga pihaknya pun melakukan pelacakan melalui plat kendaraan korban. “Disamping itu kita berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Denpasar mengingat alamat korban yang ada di wilayah Denpasar dan menghubungi keluarganya,” jelasnya.

 

Baca Juga :  Sanjaya Nyoblos di TPS Desa Dauh Peken, Ngurah Panji di Dajan Peken

Dari orang tua korban diketahui jika sebelumnya korban meninggalkan rumah sejak hari Minggu sore dan semalaman tidak pulang. Korban yang masih dibawah umur ini pun belum memiliki SIM. Kemudian jenazah korban yang beralamat di Jalan Gunung  Batur, Denpasar Barat, selanjutnya dievakuasi ke RS Sanjiawani. “Korban diduga mengalami cedera kepala berat (CKB) sehingga meninggal dunia di tempat. Karena di TKP ada tempat yang menjual Pelinggih dari batu hitam, nah korban menghantam pelinggih tersebut,” ujarnya. 

 

Selanjutnya pihaknya melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di TKP. Hasilnya sementara diduga kecelakaan itu terjadi karena korban kurang berkonsentrasi daat mengendarai sepeda motornya. “Untuk penyebab lain masih kita selidiki,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/