alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

81 Vial Vaksin AstraZeneca di Karangasem Kadaluarsa

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Sebanyak 81 vial Vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca harus dikembalikan Dinas Kesehatan Karangasem kepada Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Itu disebabkan karena, 810 dosis vaksin tersebut sudah memasuki masa kadaluarsa per 31 Maret 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr I Gusti Bagus Putra Pertama menjelaskan, adanya vaksin kadaluarsa ini dikarenakan,  masing-masing pos yang sudah diberikan target untuk melakukan vaksinasi tidak terpenuhi. Sehingga stock vaksin masih tersisa.

“Dari perkiraan kami satu pos minimal 100-200 (dosis disuntikkan), nyatanya yang datang kurang dari itu. Sehingga sisa dia (vaksin),” ujar Pertama beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, vaksinasi booster di Kabupaten Karangasem gencar dilakukan di masing-masing kecamatan. Bahkan, pernah dalam satu hari sebanyak 22 ribu dosis berhasil disuntikkan kepada masyarakat.

“Kita lakukan secara bertahap (pengambilan). Begitu ada vaksinasi, mengantisipasi kekurangan, kita ngamprah sesuai dengan perkiraan yang akan datang,” lanjutnya.

Meskipun terdapat vaksin yang kadaluarsa, namun pihaknya tetap melaksanakan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat. Namun, diberikan jenis vaksin yang lain.

“Kita memastikan tidak ada masyarakat yang tidak menerima vaksin karena tidak ada vaksin,” tegasnya.

Sampai bulan Maret, masyarakat yang menerima vaksinasi dosis ketiga tersebut belum mencapai 50 persen. Namun, pihaknya terus gencar melakukan pelayanan vaksinasi di masing-masing pos dan puskesmas.

“Sebenarnya itu sampai bulan April (target 50 persen), tapi kalau bisa kita kejar sampai bulan Maret itu selesai,” pungkasnya. (dir)


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Sebanyak 81 vial Vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca harus dikembalikan Dinas Kesehatan Karangasem kepada Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Itu disebabkan karena, 810 dosis vaksin tersebut sudah memasuki masa kadaluarsa per 31 Maret 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr I Gusti Bagus Putra Pertama menjelaskan, adanya vaksin kadaluarsa ini dikarenakan,  masing-masing pos yang sudah diberikan target untuk melakukan vaksinasi tidak terpenuhi. Sehingga stock vaksin masih tersisa.

“Dari perkiraan kami satu pos minimal 100-200 (dosis disuntikkan), nyatanya yang datang kurang dari itu. Sehingga sisa dia (vaksin),” ujar Pertama beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, vaksinasi booster di Kabupaten Karangasem gencar dilakukan di masing-masing kecamatan. Bahkan, pernah dalam satu hari sebanyak 22 ribu dosis berhasil disuntikkan kepada masyarakat.

“Kita lakukan secara bertahap (pengambilan). Begitu ada vaksinasi, mengantisipasi kekurangan, kita ngamprah sesuai dengan perkiraan yang akan datang,” lanjutnya.

Meskipun terdapat vaksin yang kadaluarsa, namun pihaknya tetap melaksanakan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat. Namun, diberikan jenis vaksin yang lain.

“Kita memastikan tidak ada masyarakat yang tidak menerima vaksin karena tidak ada vaksin,” tegasnya.

Sampai bulan Maret, masyarakat yang menerima vaksinasi dosis ketiga tersebut belum mencapai 50 persen. Namun, pihaknya terus gencar melakukan pelayanan vaksinasi di masing-masing pos dan puskesmas.

“Sebenarnya itu sampai bulan April (target 50 persen), tapi kalau bisa kita kejar sampai bulan Maret itu selesai,” pungkasnya. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/