alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Eks Ketua LPD Tuwed Jembrana Divonis Tiga Tahun

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dewa Putu Astawa dan Ni Nengah Suastini, Selasa (5/4) diadili di Pengadilan Tipikor, Denpasar terkait dengan korupsi di LPD Desa Adat Tuwed, Melaya, Jembrana. Agenda sidang sebagaimana ditetapkan pada sidang sebelumnya adalah pembacaan putusan dari majelis hakim.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Heriyanti menyatakan terdakwa Astawa selaku Ketua LPD divonis dengan pidana penjara selama tiga tahun. Sedangkan terdakwa Suastini diganjar pidana penjara selama dua tahun. Akibat perbuatan kedua terdakwa, keuangan negara dalam hal ini LPD Desa Adat Tuwed mengalami kerugian sebesar Rp. 989.822 472.

Perbuatan kedua terdakwa kata hakim Heriyanti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana didakwakan dalam dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yakni Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Selain pidana penjara, terdakwa dikenai pidana denda 50 juta, subsidair satu bulan kurungan,”tegas hakim Heriyanti.

Selain itu terdakwa Astawa diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 487 juta. Jika tidak bisa membayar selama kurun waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang.

“Jika tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama empat bulan.,”sambung hakim.






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dewa Putu Astawa dan Ni Nengah Suastini, Selasa (5/4) diadili di Pengadilan Tipikor, Denpasar terkait dengan korupsi di LPD Desa Adat Tuwed, Melaya, Jembrana. Agenda sidang sebagaimana ditetapkan pada sidang sebelumnya adalah pembacaan putusan dari majelis hakim.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Heriyanti menyatakan terdakwa Astawa selaku Ketua LPD divonis dengan pidana penjara selama tiga tahun. Sedangkan terdakwa Suastini diganjar pidana penjara selama dua tahun. Akibat perbuatan kedua terdakwa, keuangan negara dalam hal ini LPD Desa Adat Tuwed mengalami kerugian sebesar Rp. 989.822 472.

Perbuatan kedua terdakwa kata hakim Heriyanti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana didakwakan dalam dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yakni Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Selain pidana penjara, terdakwa dikenai pidana denda 50 juta, subsidair satu bulan kurungan,”tegas hakim Heriyanti.

Selain itu terdakwa Astawa diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 487 juta. Jika tidak bisa membayar selama kurun waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang.

“Jika tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama empat bulan.,”sambung hakim.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/