alexametrics
30.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Naik 56 Persen, Bandara Ngurah Rai Layani 605.133 Penumpang Selama Maret 2022

BADUNG, BALI EXPRESS – Periode Maret 2022, Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dalam catatan statistik lalu lintas angkutan udara telah melayani sebanyak 605.133 penumpang dan 4.774 pergerakan pesawat udara. Capaian tersebut merupakan catatan penerbangan domestik maupun internasional yang telah beroperasi kembali dengan persentase dibandingkan periode Februari 2022. Yakni untuk penumpang naik 56 persen serta diikuti kenaikan pada pergerakan pesawat udara 30 persen.

 

Periode Maret harian terbanyak yang dilayani pada penerbangan domestik yaitu 26.335 penumpang tanggal 25 Maret 2022. Untuk penerbangan internasional 1.979 penumpang 28 Maret 2022 serta terdapat penghentian penerbangan sementara pada tanggal 3 Maret 2022 dalam mendukung tradisi Nyepi Saka 1944.

 

Untuk tiga rute keberangkatan terbanyak dilayani selama bulan Maret 2022, Jakarta 164.790 penumpang, Surabaya 40.544 penumpang dan Ujung Pandang 22.267 penumpang. Sedangkan tiga pada rute asal terbanyak Jakarta 155.616 penumpang, Surabaya 40.332 penumpang dan Ujung Pandang 22.079 penumpang.

 

“Tren positif ini juga di pengaruhi terhadap pelonggaran persyaratan penerbangan, pelaku perjalanan transportasi udara tidak diwajibkan lagi menggunakan tes Covid-19 bagi yang telah memiliki vaksin lengkap dan sejumlah kegiatan internasional diantaranya event MotoGP yang dilaksanakan di Lombok yakni ada sebanyak 13.127 penumpang yang berangkat dan 12.544 datang dari Lombok,“ jelas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A. Y. Sikado, Selasa (5/4).

 

Lebih lanjut Herry menyampaikan, di bulan April 2022 ini, terkait jam operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, sesuai dengan Notam (Notice To Airmen) A0840/22 NOTAMR AO712/22 Perihal Jam Operasi Bandara, mengalami perubahan pukul 07.00 sampai dengan 02.00 Wita yang sebelumnya pukul 07.00 sampai dengan 20.00 Wita. Melalui perubahan jam operasional ini tentunya akan menambah jumlah slot penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

 

“Untuk prediksi di Bulan April 2022 terdapat momen lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah, seperti tahun sebelumnya akan ada puncak arus mudik dan arus balik lebaran, maka saya mengimbau kepada pengguna jasa yang akan melakukan penerbangan untuk dapat mempersiapkan dokumen sebaik mungkin sesuai dengan regulasi pemerintah, sehingga perjalanannya dapat berjalan lancar,” katanya.

 

Perihal kondisi tersebut juga, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 36 Tahun 2022. Di dalamnya sedikitnya mengatur tentang aturan terkait PPDN yang menggunakan transportasi udara dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan terbaru. Diantaranya, pertama, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga

(booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

 

Kedua, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

 

Ketiga, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

 

Keempat, PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid- 19.

 

Kelima, PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Periode Maret 2022, Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dalam catatan statistik lalu lintas angkutan udara telah melayani sebanyak 605.133 penumpang dan 4.774 pergerakan pesawat udara. Capaian tersebut merupakan catatan penerbangan domestik maupun internasional yang telah beroperasi kembali dengan persentase dibandingkan periode Februari 2022. Yakni untuk penumpang naik 56 persen serta diikuti kenaikan pada pergerakan pesawat udara 30 persen.

 

Periode Maret harian terbanyak yang dilayani pada penerbangan domestik yaitu 26.335 penumpang tanggal 25 Maret 2022. Untuk penerbangan internasional 1.979 penumpang 28 Maret 2022 serta terdapat penghentian penerbangan sementara pada tanggal 3 Maret 2022 dalam mendukung tradisi Nyepi Saka 1944.

 

Untuk tiga rute keberangkatan terbanyak dilayani selama bulan Maret 2022, Jakarta 164.790 penumpang, Surabaya 40.544 penumpang dan Ujung Pandang 22.267 penumpang. Sedangkan tiga pada rute asal terbanyak Jakarta 155.616 penumpang, Surabaya 40.332 penumpang dan Ujung Pandang 22.079 penumpang.

 

“Tren positif ini juga di pengaruhi terhadap pelonggaran persyaratan penerbangan, pelaku perjalanan transportasi udara tidak diwajibkan lagi menggunakan tes Covid-19 bagi yang telah memiliki vaksin lengkap dan sejumlah kegiatan internasional diantaranya event MotoGP yang dilaksanakan di Lombok yakni ada sebanyak 13.127 penumpang yang berangkat dan 12.544 datang dari Lombok,“ jelas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A. Y. Sikado, Selasa (5/4).

 

Lebih lanjut Herry menyampaikan, di bulan April 2022 ini, terkait jam operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, sesuai dengan Notam (Notice To Airmen) A0840/22 NOTAMR AO712/22 Perihal Jam Operasi Bandara, mengalami perubahan pukul 07.00 sampai dengan 02.00 Wita yang sebelumnya pukul 07.00 sampai dengan 20.00 Wita. Melalui perubahan jam operasional ini tentunya akan menambah jumlah slot penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

 

“Untuk prediksi di Bulan April 2022 terdapat momen lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah, seperti tahun sebelumnya akan ada puncak arus mudik dan arus balik lebaran, maka saya mengimbau kepada pengguna jasa yang akan melakukan penerbangan untuk dapat mempersiapkan dokumen sebaik mungkin sesuai dengan regulasi pemerintah, sehingga perjalanannya dapat berjalan lancar,” katanya.

 

Perihal kondisi tersebut juga, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 36 Tahun 2022. Di dalamnya sedikitnya mengatur tentang aturan terkait PPDN yang menggunakan transportasi udara dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan terbaru. Diantaranya, pertama, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga

(booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

 

Kedua, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

 

Ketiga, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

 

Keempat, PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid- 19.

 

Kelima, PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/