alexametrics
27.6 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Berpesan Istri Boleh Nikah Lagi, Duada Diduga Loncat dari Tebing Pecatu

BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pria bernama I Made Adi Duada, 39, ditemukan tak bernyawa di tebing dekat Pura Selonding, Banjar Kangin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Dia diduga depresi hingga nekat mengakhiri hidup dengan cara meloncat dari atas tebing.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi menerangkan, peristiwa ini diketahui pada Sabtu (4/6), sekitar pukul 09.50. Sebelum tragedi ini, korban sempat berkomunikasi dengan keluarga lewat WA sekira pukul 06.44. Pria asal Banjar Giri Sari, Desa Pecatu itu meninggalkan pesan mengenai beberapa permintaan terakhirnya.

 

Pesan tersebut berisi “Sareng Keluarga (semua keluarga), tolong urus keluarga icange (tolong urus keluarga saya), bapak meme icange (ayah ibu saya), masalah utang icange ento kontrakan (masalah hutang saya itu kontrakan), idup icange tuah amone (hidup saya hanya begini saja), masalah kurenan icange baang ia nganten (masalah istri biar dia menikah). Panak icange urus kejep tolong bahagiakan panak icange, Pak Gita tolong urus Made, anggap pianak pedidi (tolong urus anak saya bahagiakan dia, Pak Gita tolong urus Made anggap anak sendiri)” tulis korban.

 

Selang beberapa jam setelah pesan ini disampaikan, pihak keluarga menerima kabar bahwa ada motor Honda Vario warna putih nopol DK 2577 CAR, hingga Hp, dompet dan surat- surat milik Duada dekat tebing Pura Selonding. Saksi Made Sumayasa, 57, dan I Wayan Surancana, 55, selaku paman korban lantas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan.

 

“Saksi sempat mencari korban di sekeliling area itu, tapi tidak ditemukan,” tutur Sukadi, Minggu (5/6). Mereka langsung curiga ketika mendapati adanya pohon gamal di pertegahan tebing dalam keadaan patah-patah. Sehingga saksi Surancana memutuskan untuk memeriksanya. Ternyata kecurigaan sekaligus ketakutan mereka benar, sandal milik Duada berada di tengah tebing.

 

Surancana lanjut menelusuri ke bawah tebing dan akhirnya menemukan keponakannya tersangkut di akar pohon gamal. Korban tampak masih mengenakan pakaian lengkap dan tidak bergerak sama sekali, sehingga diyakini sudah meninggal dunia. Saksi pun kembali naik dari tebing dan memberitahu pihak keluarga, lalu diteruskan ke pihak berwajib.

 

“Diperkirakan korban jatuh ke tebing ketinggian lebih dari 60 meter,” ujar Perwira Balok Dua di pundak itu. Selanjutnya, tim BPBD Badung, Basarnas Bali dan polisi tiba untuk melakukan evakuasi. Hingga Duada berhasil dinaikan sekitar pukul 12.10. Korban didapati memgalami luka pada kepala diduga karena benturan, luka lebam pada mata dan luka lecet pada lutut kaki. Perawat KBS Desa Pecatu Krisna Yulianti juga telah melakukan pemeriksaan.

 

Hasilnya cek Pulse Oximeter korban sudah tidak terbaca dan tidak ada nadi. Begitu juga replex pupil juga sudah tidak ada reaksi, sehingga Duada dinyatakan memang sudah meninggal dunia. Pihak keluarga pun membuat Surat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya korban yang terjatuh dari tebing. Kini jenazah Duada sudah dibawa oleh ambulans BPBD Badung langsung menuju rumah duka.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pria bernama I Made Adi Duada, 39, ditemukan tak bernyawa di tebing dekat Pura Selonding, Banjar Kangin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Dia diduga depresi hingga nekat mengakhiri hidup dengan cara meloncat dari atas tebing.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi menerangkan, peristiwa ini diketahui pada Sabtu (4/6), sekitar pukul 09.50. Sebelum tragedi ini, korban sempat berkomunikasi dengan keluarga lewat WA sekira pukul 06.44. Pria asal Banjar Giri Sari, Desa Pecatu itu meninggalkan pesan mengenai beberapa permintaan terakhirnya.

 

Pesan tersebut berisi “Sareng Keluarga (semua keluarga), tolong urus keluarga icange (tolong urus keluarga saya), bapak meme icange (ayah ibu saya), masalah utang icange ento kontrakan (masalah hutang saya itu kontrakan), idup icange tuah amone (hidup saya hanya begini saja), masalah kurenan icange baang ia nganten (masalah istri biar dia menikah). Panak icange urus kejep tolong bahagiakan panak icange, Pak Gita tolong urus Made, anggap pianak pedidi (tolong urus anak saya bahagiakan dia, Pak Gita tolong urus Made anggap anak sendiri)” tulis korban.

 

Selang beberapa jam setelah pesan ini disampaikan, pihak keluarga menerima kabar bahwa ada motor Honda Vario warna putih nopol DK 2577 CAR, hingga Hp, dompet dan surat- surat milik Duada dekat tebing Pura Selonding. Saksi Made Sumayasa, 57, dan I Wayan Surancana, 55, selaku paman korban lantas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan.

 

“Saksi sempat mencari korban di sekeliling area itu, tapi tidak ditemukan,” tutur Sukadi, Minggu (5/6). Mereka langsung curiga ketika mendapati adanya pohon gamal di pertegahan tebing dalam keadaan patah-patah. Sehingga saksi Surancana memutuskan untuk memeriksanya. Ternyata kecurigaan sekaligus ketakutan mereka benar, sandal milik Duada berada di tengah tebing.

 

Surancana lanjut menelusuri ke bawah tebing dan akhirnya menemukan keponakannya tersangkut di akar pohon gamal. Korban tampak masih mengenakan pakaian lengkap dan tidak bergerak sama sekali, sehingga diyakini sudah meninggal dunia. Saksi pun kembali naik dari tebing dan memberitahu pihak keluarga, lalu diteruskan ke pihak berwajib.

 

“Diperkirakan korban jatuh ke tebing ketinggian lebih dari 60 meter,” ujar Perwira Balok Dua di pundak itu. Selanjutnya, tim BPBD Badung, Basarnas Bali dan polisi tiba untuk melakukan evakuasi. Hingga Duada berhasil dinaikan sekitar pukul 12.10. Korban didapati memgalami luka pada kepala diduga karena benturan, luka lebam pada mata dan luka lecet pada lutut kaki. Perawat KBS Desa Pecatu Krisna Yulianti juga telah melakukan pemeriksaan.

 

Hasilnya cek Pulse Oximeter korban sudah tidak terbaca dan tidak ada nadi. Begitu juga replex pupil juga sudah tidak ada reaksi, sehingga Duada dinyatakan memang sudah meninggal dunia. Pihak keluarga pun membuat Surat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya korban yang terjatuh dari tebing. Kini jenazah Duada sudah dibawa oleh ambulans BPBD Badung langsung menuju rumah duka.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/