alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Banjar Gemeh Bagikan Bibit Tanaman Gratis untuk Warga

DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menguatkan ketersediaan pangan di rumah masing-masing, warga di Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat didorong untuk menanam tanaman. Untuk itu, prajuru Banjar Gemeh membagikan 400 bibit tanaman, Minggu (5/7) pagi kepada warga.

Pembagian tanaman ini juga sudah dilakukan bulan lalu dengan memberikan 800 bibit khusus untuk warga Banjar Gemeh. Jadi, total ada 1.200 bibit tanaman sudah disebar dan ditanam oleh warga Banjar Gemeh. “Kalau bulan lalu 800 bibit cabai dan tomat. Sementara sekarang ini ada 400 bibit yang kami berikan. Sama juga seperti bulan sebelumnya ada cabai dan tomat. Tapi sekarang ada tambahannya, yakni bibit pare dan terong hijau. Selanjutnya kami akan bagikan terong ungu juga,” ujar Klian Adat Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Putu Marmar Herayukti.

Pria yang kerap disapa Marmar ini menambahkan, bibit yang dibagikan tersebut dibeli dari salah satu kolega yang memiliki usaha pembibitan. “Bibit ini kami beli dari teman. Karena kami belum bisa membuat bibit sendiri. Jadi kami berikan kepada warga yang sudah siap tanam,” ujarnya saat ditemui Minggu (5/7).

Bibit yang dibagikan itu diharapkan dapat membantu warga di tengah pandemi untuk mencukupi kebutuhan pangan, khususnya di lingkungan keluarga sendiri. “Melalui program pembagian bibit gratis ini, kami ingin menanam itu menjadi kebiasaan hidup, sehingga nanti bisa menjadi kebutuhan. Kami upayakan program ini berkelanjutan (sustainable), tidak stagnan. Tentu hal ini juga dilihat dari kemampuan dananya,” tambahnya.

Untuk menunjang keberlangsungan program bagi bibit gratis ini, menurut Marmar, telah diupayakan agar dapat berjalan dan tidak mandeg. Ia pun telah menyiapkan pola agar dapat bekerjasama dengan pihak lain. “Supaya dapat terus berjalan, kami pun sudah merencanakan agar dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang bisa membuat bibit, membuat pupuk. Nantinya produk mereka kami beli dan jual dengan harga yang lebih murah. Jadi semuanya diuntungkan. Teman-teman yang membuat bibit dan pupuk itu tentunya kan butuh peluang ekonomi juga. Jadi usaha mereka tetap jalan, pogram kami bisa berkelanjutan, dan warga pun tetap bisa menanam dan menikmati hasil tanamannya jika dirawat dengan baik,” sambungnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menguatkan ketersediaan pangan di rumah masing-masing, warga di Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat didorong untuk menanam tanaman. Untuk itu, prajuru Banjar Gemeh membagikan 400 bibit tanaman, Minggu (5/7) pagi kepada warga.

Pembagian tanaman ini juga sudah dilakukan bulan lalu dengan memberikan 800 bibit khusus untuk warga Banjar Gemeh. Jadi, total ada 1.200 bibit tanaman sudah disebar dan ditanam oleh warga Banjar Gemeh. “Kalau bulan lalu 800 bibit cabai dan tomat. Sementara sekarang ini ada 400 bibit yang kami berikan. Sama juga seperti bulan sebelumnya ada cabai dan tomat. Tapi sekarang ada tambahannya, yakni bibit pare dan terong hijau. Selanjutnya kami akan bagikan terong ungu juga,” ujar Klian Adat Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Putu Marmar Herayukti.

Pria yang kerap disapa Marmar ini menambahkan, bibit yang dibagikan tersebut dibeli dari salah satu kolega yang memiliki usaha pembibitan. “Bibit ini kami beli dari teman. Karena kami belum bisa membuat bibit sendiri. Jadi kami berikan kepada warga yang sudah siap tanam,” ujarnya saat ditemui Minggu (5/7).

Bibit yang dibagikan itu diharapkan dapat membantu warga di tengah pandemi untuk mencukupi kebutuhan pangan, khususnya di lingkungan keluarga sendiri. “Melalui program pembagian bibit gratis ini, kami ingin menanam itu menjadi kebiasaan hidup, sehingga nanti bisa menjadi kebutuhan. Kami upayakan program ini berkelanjutan (sustainable), tidak stagnan. Tentu hal ini juga dilihat dari kemampuan dananya,” tambahnya.

Untuk menunjang keberlangsungan program bagi bibit gratis ini, menurut Marmar, telah diupayakan agar dapat berjalan dan tidak mandeg. Ia pun telah menyiapkan pola agar dapat bekerjasama dengan pihak lain. “Supaya dapat terus berjalan, kami pun sudah merencanakan agar dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang bisa membuat bibit, membuat pupuk. Nantinya produk mereka kami beli dan jual dengan harga yang lebih murah. Jadi semuanya diuntungkan. Teman-teman yang membuat bibit dan pupuk itu tentunya kan butuh peluang ekonomi juga. Jadi usaha mereka tetap jalan, pogram kami bisa berkelanjutan, dan warga pun tetap bisa menanam dan menikmati hasil tanamannya jika dirawat dengan baik,” sambungnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/