alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Enam Tinju Andalan Bali Belum Berani Adu Jotos

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tim tinju PON Bali sampai saat ini masih berkutat dengan latihan fisik, karena belum berani atihan adu jotos alias sparing dengan sesama petinju lainnya di sasana. Pihak pelatih menyebut tak ingin berspekulasi di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum tuntas.  

Salah satu pelatih tinju PON Bali, Julianus Leo Bunga, akhir pekan kemarin, menegaskan, belum berani dan tak mau berspekulasi dengan kondisi dan situasi yang belum normal seperti sekarang ini, dengan melakukan sparing yang pastinya ada sentuhan-sentuhan fisik antara petinju. 

Pertimbangan lainnya juga, lanjutnya, karena home base latihan selama ini di Sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) Denpasar dalam ruangan dan bukan out door, sehingga dikhawatirkan membuat kondisi yang tak memungkinkan.

“Kami harus menjaga petinju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali dengan baik dan jangan terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam masa persiapan menghadapi PON XX/2021 di Papua mendatang. Memang PON gelarannya masih jauh, namun kami harus mempersiapkan segala hal bagi petinju kami dengan benar-benar bagus,” imbuh Julianus.

Dipaparkannya, enam petinju PON Bali masih berlatih fisik di Lapangan Renon setiap hari, baik pagi maupun sore hari. “Mereka latihan kebugaran fisik sekaligus berlatih kekuatan pukulan dengan meningkatkan kerasnya pukulan ke samsak. Latihan fisik seperti itu sangat penting bagi petinju,” jelas Julianus.

Disebutkan juga, keenam petinju PON Bali tersebut, kini dalam kondisi bagus dengan latihan rutin tersebut. “Mereka sangat sadar kalau kebugaran fisik merupakan modal yang harus dijaga dan ditingkatkan, meskipun ada atau tidaknya event.  Dan, kami selalu berlatih fisik dalam kondisi apapun,” urai Julianus.

Enam petinju PON Bali yang tengah dipersiapkan adalah Krispinus Mariano di kelas layang ringan (46 kg), Kornelis Kwangu Langu kelas layang (49 kg), Jekry Riwu kelas ringan (60 kg), Julio Bria kelas bantam (56 kg), Gregorius Gheda Dende atau Goris kelas welter ringan (64 kg), dan Cakti Dwi Putra kelas menengah (75 kg).

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tim tinju PON Bali sampai saat ini masih berkutat dengan latihan fisik, karena belum berani atihan adu jotos alias sparing dengan sesama petinju lainnya di sasana. Pihak pelatih menyebut tak ingin berspekulasi di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum tuntas.  

Salah satu pelatih tinju PON Bali, Julianus Leo Bunga, akhir pekan kemarin, menegaskan, belum berani dan tak mau berspekulasi dengan kondisi dan situasi yang belum normal seperti sekarang ini, dengan melakukan sparing yang pastinya ada sentuhan-sentuhan fisik antara petinju. 

Pertimbangan lainnya juga, lanjutnya, karena home base latihan selama ini di Sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) Denpasar dalam ruangan dan bukan out door, sehingga dikhawatirkan membuat kondisi yang tak memungkinkan.

“Kami harus menjaga petinju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali dengan baik dan jangan terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam masa persiapan menghadapi PON XX/2021 di Papua mendatang. Memang PON gelarannya masih jauh, namun kami harus mempersiapkan segala hal bagi petinju kami dengan benar-benar bagus,” imbuh Julianus.

Dipaparkannya, enam petinju PON Bali masih berlatih fisik di Lapangan Renon setiap hari, baik pagi maupun sore hari. “Mereka latihan kebugaran fisik sekaligus berlatih kekuatan pukulan dengan meningkatkan kerasnya pukulan ke samsak. Latihan fisik seperti itu sangat penting bagi petinju,” jelas Julianus.

Disebutkan juga, keenam petinju PON Bali tersebut, kini dalam kondisi bagus dengan latihan rutin tersebut. “Mereka sangat sadar kalau kebugaran fisik merupakan modal yang harus dijaga dan ditingkatkan, meskipun ada atau tidaknya event.  Dan, kami selalu berlatih fisik dalam kondisi apapun,” urai Julianus.

Enam petinju PON Bali yang tengah dipersiapkan adalah Krispinus Mariano di kelas layang ringan (46 kg), Kornelis Kwangu Langu kelas layang (49 kg), Jekry Riwu kelas ringan (60 kg), Julio Bria kelas bantam (56 kg), Gregorius Gheda Dende atau Goris kelas welter ringan (64 kg), dan Cakti Dwi Putra kelas menengah (75 kg).

 


Most Read

Artikel Terbaru

/