alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Insentif Tenaga Medis Belum Diverifikasi Pusat  

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tim medis yang kini berjibaku menangani pasien Covid-19 di Buleleng nampaknya harus bersabar. Pasalnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng saat ini, masih menunggu verfikasi data dari Kementerian Kesehatan RI terkait pemberian insentif kepada para tenaga medis, yang terlibat langsung penanganan pasien positif Virus Korona.

Berdasarkan Keputusan Kemenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, jumlah insentif yang diterima oleh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 besarannya beragam. Seperti dokter spesialis, setinggi-tingginya mendapatkan sebesar Rp 15 juta. 

Sedangkan, dokter umum maksimal Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7.5 juta. Kemudian analis kesehatan di Lab dan radiografer digadang-gadang menerima insentif sebesar Rp 5 juta. 

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan, Dinas Kesehatan Buleleng sejatinya telah mengirim data petugas medis, maupun tim surveillance yang diusulkan untuk menerima insentif melalui aplikasi Kemenkes. Jumlahnya cukup banyak. Sayangnya, hingga saat ini, Kemenkes RI belum memberikan informasi kepada Pemkab, siapa-siapa saja yang akan menerima insentif tersebut. Bila saja, ada beberapa petugas medis yang tidak mendapatkan insentif dari Kemenkes, lanjutnya, maka akan ditanggung oleh Pemkab Buleleng. 

“Kami masih menunggu verifikasi dari Kemenkes, agar tau siapa-siapa saja yang menerima insentif dari pusat, dan siapa yang akan menjadi tanggung jawab kabupaten,” ujar Suyasa belum lama ini. 

Dikatakan Suyasa, tak hanya tim medis yang diusulkan menerima insentif. Bahkan, cleaning servis dan tenaga teknis lainnya yang terlibat dalam penanganan Covid-19 juga ikut diusulkan untuk menikmati insentif. “Karena belum ada kepastian siapa yang akan menerima insentif dari pusat, kami di kabupaten juga belum bisa menentukan akumulasi anggaran yang harus disiapkan berapa besarannya,” terang Suyasa. 

 

 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tim medis yang kini berjibaku menangani pasien Covid-19 di Buleleng nampaknya harus bersabar. Pasalnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng saat ini, masih menunggu verfikasi data dari Kementerian Kesehatan RI terkait pemberian insentif kepada para tenaga medis, yang terlibat langsung penanganan pasien positif Virus Korona.

Berdasarkan Keputusan Kemenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, jumlah insentif yang diterima oleh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 besarannya beragam. Seperti dokter spesialis, setinggi-tingginya mendapatkan sebesar Rp 15 juta. 

Sedangkan, dokter umum maksimal Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7.5 juta. Kemudian analis kesehatan di Lab dan radiografer digadang-gadang menerima insentif sebesar Rp 5 juta. 

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan, Dinas Kesehatan Buleleng sejatinya telah mengirim data petugas medis, maupun tim surveillance yang diusulkan untuk menerima insentif melalui aplikasi Kemenkes. Jumlahnya cukup banyak. Sayangnya, hingga saat ini, Kemenkes RI belum memberikan informasi kepada Pemkab, siapa-siapa saja yang akan menerima insentif tersebut. Bila saja, ada beberapa petugas medis yang tidak mendapatkan insentif dari Kemenkes, lanjutnya, maka akan ditanggung oleh Pemkab Buleleng. 

“Kami masih menunggu verifikasi dari Kemenkes, agar tau siapa-siapa saja yang menerima insentif dari pusat, dan siapa yang akan menjadi tanggung jawab kabupaten,” ujar Suyasa belum lama ini. 

Dikatakan Suyasa, tak hanya tim medis yang diusulkan menerima insentif. Bahkan, cleaning servis dan tenaga teknis lainnya yang terlibat dalam penanganan Covid-19 juga ikut diusulkan untuk menikmati insentif. “Karena belum ada kepastian siapa yang akan menerima insentif dari pusat, kami di kabupaten juga belum bisa menentukan akumulasi anggaran yang harus disiapkan berapa besarannya,” terang Suyasa. 

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/