alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Rare Angon Dekil Ubud Edukasi Anak Bermain Layangan 

GIANYAR, BALI EXPRESS – Banyaknya kasus pengendara sepeda motor yang mengalami lakalantas akibat terkena tali layangan, membuat Rare Angon, Banjar Mas, Desa Sayan, Ubud menggelar ‘Malayangan Bareng’. Kegiatan itu melibatkan 20 anak-anak di desa setempat untuk mengedukasi mereka agar tidak bermain layangan di tempat berbahaya dan membahayakan orang lain.

Salah satu pengurus Rare Angon Dekil, Kadek Adi Dharma Putra menjelaskan, kegiatan ‘Malayangan Bareng’ memang sengaja dibuat atas inisiatif anggotanya. Bahkan, dalam bermain layangan sengaja di lapangan agar bisa memberikan edukasi kepada anak-anak yang ikut. “Kami berikan mereka pemahaman agar tidak bermain layangan di dekat kabel listrik, dekat jalan raya, dan membatasi ketinggian layangan,” jelasnya, Minggu (5/7). 

Kegiatan yang dilakukan di lapangan Jaba Pura Masceti, Desa Sayan, Kecamatan Ubud iin, juga membatasi tinggi layangan yang dinaikkan. 

Tujuan membatasi tali layangan ini, lanjut Kadek Adi, agar ketika layangan jatuh tidak sampai membentang di tengah jalan dan membahayakan orang lain, khususnya pengendara sepeda motor. Selain itu, peserta juga diimbau agar tetap menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi Covid 19 saat ini. Sedangkan bagi anak-anak yang tidak ikut saat ini, akan dilakukan  minggu depan, supaya semua anak-anak dapat edukasi, meski secara bergilir. 

“Karena situasi tak mendukung, biasanya kami gelar perlombaan, dan tahun ini kami berikan mereka edukasi saja. Untuk peserta juga kami batasi. Bagi yang belum dapat hari ini akan kami undang minggu depan, agar semua anak-anak yang gemar bermain layangan semuanya mengerti dengan titik rawan bermain layangan,”  imbuh pemuda yang kerap dipanggil Bonek tersebut.  


GIANYAR, BALI EXPRESS – Banyaknya kasus pengendara sepeda motor yang mengalami lakalantas akibat terkena tali layangan, membuat Rare Angon, Banjar Mas, Desa Sayan, Ubud menggelar ‘Malayangan Bareng’. Kegiatan itu melibatkan 20 anak-anak di desa setempat untuk mengedukasi mereka agar tidak bermain layangan di tempat berbahaya dan membahayakan orang lain.

Salah satu pengurus Rare Angon Dekil, Kadek Adi Dharma Putra menjelaskan, kegiatan ‘Malayangan Bareng’ memang sengaja dibuat atas inisiatif anggotanya. Bahkan, dalam bermain layangan sengaja di lapangan agar bisa memberikan edukasi kepada anak-anak yang ikut. “Kami berikan mereka pemahaman agar tidak bermain layangan di dekat kabel listrik, dekat jalan raya, dan membatasi ketinggian layangan,” jelasnya, Minggu (5/7). 

Kegiatan yang dilakukan di lapangan Jaba Pura Masceti, Desa Sayan, Kecamatan Ubud iin, juga membatasi tinggi layangan yang dinaikkan. 

Tujuan membatasi tali layangan ini, lanjut Kadek Adi, agar ketika layangan jatuh tidak sampai membentang di tengah jalan dan membahayakan orang lain, khususnya pengendara sepeda motor. Selain itu, peserta juga diimbau agar tetap menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi Covid 19 saat ini. Sedangkan bagi anak-anak yang tidak ikut saat ini, akan dilakukan  minggu depan, supaya semua anak-anak dapat edukasi, meski secara bergilir. 

“Karena situasi tak mendukung, biasanya kami gelar perlombaan, dan tahun ini kami berikan mereka edukasi saja. Untuk peserta juga kami batasi. Bagi yang belum dapat hari ini akan kami undang minggu depan, agar semua anak-anak yang gemar bermain layangan semuanya mengerti dengan titik rawan bermain layangan,”  imbuh pemuda yang kerap dipanggil Bonek tersebut.  


Most Read

Artikel Terbaru

/