alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sejoli Asal Buleleng Tewas Minum Racun di Canggu

BADUNG, BALI EXPRESS – Warga Canggu, Kuta Utara digegerkan dengan tewasnya sepasang kekasih di sebuah kamar kos-kosan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara. Dua korban teridentifikasi bernama Kadek Ardana, 29, warga Banjar Dinas Kauh, Desa Panji, Sukasasa, Buleleng dan yang perempuan bernama Kadek Suartini, yang berasal dari Desa Busungbiu, Buleleng. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan, Minggu (5/7) pukul 15.00.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa menerangkan, korban pertama kali ditemukan oleh saudara kandung dan pamannya. “Saudara korban yang perempuan bernama Putu Mertayasa datang ke kos-kosannya bersama dengan pamannya untuk melihat keadaan korban, karena sejak kemarin (Sabtu, red) HP-nya tidak bisa dihubungi oleh keluarga. Keduanya sampai di kos korban pada Minggu (5/7) sekitar pukul 10.30 kemudian menuju kamar korban. Saudaranya mencoba mengetuk pintu sambil memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban,” beber Iptu Oka.

Tidak kunjung mendapat jawaban dari korban, paman korban kemudian berusaha naik ke loster pintu kos korban. Setelah berhasil naik, paman korban melihat laki-laki sedang terbaring. “Paman dan saudara korban kemudian mendobrak pintu. Setelah berhasil masuk, ia melihat laki-laki tergeletak di kamar kos tersebut. Saksi kemudian mencari korban perempuan dan ditemukan tergeletak di dalam kamar mandi dalam posisi tengkurap,” ungkapnya kembali.

Tubuh korban kemudian diangkat oleh saudaranya dan diletakkan di samping mayat laki-laki tersebut. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada tuan rumah, dan pihak kepolisian.

“Dari keterangan saksi Lukman yang merupakan tetangga kos korban. Sebelum ditemukan tewas, dua hari yang lalu (Jumat, Red), saksi mendengar pertengkaran keduanya di dalam kamar. Sepengetahuan saksi, keduanya memang pacaran,” ungkap Iptu Oka.

Sementara itu, tuan rumah tempat korban perempuan menyewa kos menuturkan, tidak menyangka korban mengakhiri hidupnya dengan tragis. Korban perempuan yang menyewa kos di tempatnya sempat berkomunikasi dengan dia (Pemilik kos) pada bulan Juni terkait masalah listrik di kamar kosnya. “Korban sempat datang ke rumah pemilik kos karena masalah listrik di kamar kosnya yang mati. Pemilik kos kemudian cek, memang mati, awalnya mau tambah daya tetapi oleh tetangga kosnya disarankan untuk memakai stavol saja. Setelah pertemuan tersebut, tuan rumah tidak pernah ketemu lagi,” ungkapnya kembali.

Tim Inafis Polres Badung kemudian mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan ditemukan, mulut korban laki-laki mengeluarkan busa. “Mulut korban Kadek Ardana mengeluarkan busa, kemudian korban perempuan terlihat seperti sengatan panas di bagian pinggul kiri, lutut, betis dan paha, serta bagian anus korban mengeluarkan kotoran,” beber Iptu Oka.

Ditemukan 2 botol air mineral berisi cairan warna biru di dalam kamar mandi korban. Satu botol air mineral berisi cairan berwarna merah muda ditemukan di dekat tabung gas. Ditemukan juga dua buah HP milik keduanya.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan tim Polres Badung, motif keduanya mengakhiri hidup diduga berawal dari pertengkaran. “Keduanya diduga kuat bertengkar sebelum tewas, kemudian bunuh diri dengan minum cairan berbahaya yang ada di botol itu. Apa motifnya, kami masih dalami,” ungkapnya kembali.

Mayat keduanya kemudian dievakuasi dengan ambulans BPBD Badung ke RSUD Mangusada.


BADUNG, BALI EXPRESS – Warga Canggu, Kuta Utara digegerkan dengan tewasnya sepasang kekasih di sebuah kamar kos-kosan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara. Dua korban teridentifikasi bernama Kadek Ardana, 29, warga Banjar Dinas Kauh, Desa Panji, Sukasasa, Buleleng dan yang perempuan bernama Kadek Suartini, yang berasal dari Desa Busungbiu, Buleleng. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan, Minggu (5/7) pukul 15.00.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa menerangkan, korban pertama kali ditemukan oleh saudara kandung dan pamannya. “Saudara korban yang perempuan bernama Putu Mertayasa datang ke kos-kosannya bersama dengan pamannya untuk melihat keadaan korban, karena sejak kemarin (Sabtu, red) HP-nya tidak bisa dihubungi oleh keluarga. Keduanya sampai di kos korban pada Minggu (5/7) sekitar pukul 10.30 kemudian menuju kamar korban. Saudaranya mencoba mengetuk pintu sambil memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban,” beber Iptu Oka.

Tidak kunjung mendapat jawaban dari korban, paman korban kemudian berusaha naik ke loster pintu kos korban. Setelah berhasil naik, paman korban melihat laki-laki sedang terbaring. “Paman dan saudara korban kemudian mendobrak pintu. Setelah berhasil masuk, ia melihat laki-laki tergeletak di kamar kos tersebut. Saksi kemudian mencari korban perempuan dan ditemukan tergeletak di dalam kamar mandi dalam posisi tengkurap,” ungkapnya kembali.

Tubuh korban kemudian diangkat oleh saudaranya dan diletakkan di samping mayat laki-laki tersebut. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada tuan rumah, dan pihak kepolisian.

“Dari keterangan saksi Lukman yang merupakan tetangga kos korban. Sebelum ditemukan tewas, dua hari yang lalu (Jumat, Red), saksi mendengar pertengkaran keduanya di dalam kamar. Sepengetahuan saksi, keduanya memang pacaran,” ungkap Iptu Oka.

Sementara itu, tuan rumah tempat korban perempuan menyewa kos menuturkan, tidak menyangka korban mengakhiri hidupnya dengan tragis. Korban perempuan yang menyewa kos di tempatnya sempat berkomunikasi dengan dia (Pemilik kos) pada bulan Juni terkait masalah listrik di kamar kosnya. “Korban sempat datang ke rumah pemilik kos karena masalah listrik di kamar kosnya yang mati. Pemilik kos kemudian cek, memang mati, awalnya mau tambah daya tetapi oleh tetangga kosnya disarankan untuk memakai stavol saja. Setelah pertemuan tersebut, tuan rumah tidak pernah ketemu lagi,” ungkapnya kembali.

Tim Inafis Polres Badung kemudian mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan ditemukan, mulut korban laki-laki mengeluarkan busa. “Mulut korban Kadek Ardana mengeluarkan busa, kemudian korban perempuan terlihat seperti sengatan panas di bagian pinggul kiri, lutut, betis dan paha, serta bagian anus korban mengeluarkan kotoran,” beber Iptu Oka.

Ditemukan 2 botol air mineral berisi cairan warna biru di dalam kamar mandi korban. Satu botol air mineral berisi cairan berwarna merah muda ditemukan di dekat tabung gas. Ditemukan juga dua buah HP milik keduanya.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan tim Polres Badung, motif keduanya mengakhiri hidup diduga berawal dari pertengkaran. “Keduanya diduga kuat bertengkar sebelum tewas, kemudian bunuh diri dengan minum cairan berbahaya yang ada di botol itu. Apa motifnya, kami masih dalami,” ungkapnya kembali.

Mayat keduanya kemudian dievakuasi dengan ambulans BPBD Badung ke RSUD Mangusada.


Most Read

Artikel Terbaru

/