alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Atasi Kasus PMK, Wagub Minta Distan Lebih Agresif

DENPASAR, BALI EXPRESS — Pasca ditemukannya kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ternak sapi di beberapa kabupaten di Bali, pemerintah terus berupaya mengatasinya.

Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, di Denpasar, Senin (4/7), meminta para peternak maupun kelompok dan Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota lebih agresif melaporkan jika ditemukan kasus PMK.

Dia menyebutkan kasus yang ada telah ditangani oleh dinas terkait. “ Penularannya seperti biasa dari hewan ke hewan peternakan. Astungkara sudah langsung ditangani,” paparnya.

Mantan Bupati Gianyar ini menambahkan, bahwa kasus di Kabupaten Gianyar sudah tidak ada kasus positif lagi. Penanganan yang dilakukan saat ini diharapkan mampu mwngwndalikan kasus PMK di semua kabupaten.

Baca Juga :  Pengguna Jalur Short Cut 5-6 Waswas, Ada Rumor Penghadangan

“Kami sudah pantau, Gianyar sudah tidak ada lagi yang positif. Mudah-mudahan bisa dikendalikan semua,” imbuh Wagub yang dikenal dengan panggilan Tjok Ace ini.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Selain itu, setiap peternak yang sapinya masih sehat juga terus dipantau. “Sudah kita bicarakan dengan Pak Kadis, sudah dipantau setiap peternak ini (yang ada positif),” tegasnya.

Sementara sapi yang telah dipotong, Tjok Ace mengatakan ada tingkatannya mana yang bisa dijual dan mana yang tidak. Sehingga dipastikan peternak yang sapinya terjangkit PMK setidaknya mengalami kerugian yang tidak begitu banyak. “Ada tingkatannya mana yang boleh dijual dan tidak, itu sudah ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Siap-Siap! Parkir Sembarangan di Jalanan Badung Bisa Dipenjara

Agar kasus dapat dikendalikan, Tjok Ace menegaskan perlu adanya pengawasan langsung dari dinas di masing-masing kabupaten/kota. Supaya jika ada kasus, dapat diatasi dan ditangani dengan cepat.

“Di bawah kelompok, dinas kabupaten/ kota harus agresif melaporkan. Kami di provinsi tidak bisa memantau seluruh Bali tanpa laporan. Walaupun tidak menular ke manusia, tapi tetap harus diatensi,” tutup Tjok Ace.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada saat disambangi, masih melakukan rapat koordinasi di luar kantor, sehingga belum bisa memberikan perkembangan terkini kasus PMK.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS — Pasca ditemukannya kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ternak sapi di beberapa kabupaten di Bali, pemerintah terus berupaya mengatasinya.

Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, di Denpasar, Senin (4/7), meminta para peternak maupun kelompok dan Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota lebih agresif melaporkan jika ditemukan kasus PMK.

Dia menyebutkan kasus yang ada telah ditangani oleh dinas terkait. “ Penularannya seperti biasa dari hewan ke hewan peternakan. Astungkara sudah langsung ditangani,” paparnya.

Mantan Bupati Gianyar ini menambahkan, bahwa kasus di Kabupaten Gianyar sudah tidak ada kasus positif lagi. Penanganan yang dilakukan saat ini diharapkan mampu mwngwndalikan kasus PMK di semua kabupaten.

Baca Juga :  Pengguna Jalur Short Cut 5-6 Waswas, Ada Rumor Penghadangan

“Kami sudah pantau, Gianyar sudah tidak ada lagi yang positif. Mudah-mudahan bisa dikendalikan semua,” imbuh Wagub yang dikenal dengan panggilan Tjok Ace ini.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Selain itu, setiap peternak yang sapinya masih sehat juga terus dipantau. “Sudah kita bicarakan dengan Pak Kadis, sudah dipantau setiap peternak ini (yang ada positif),” tegasnya.

Sementara sapi yang telah dipotong, Tjok Ace mengatakan ada tingkatannya mana yang bisa dijual dan mana yang tidak. Sehingga dipastikan peternak yang sapinya terjangkit PMK setidaknya mengalami kerugian yang tidak begitu banyak. “Ada tingkatannya mana yang boleh dijual dan tidak, itu sudah ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Kadernya Dilaporkan ke BK, Ridet : Demokrat Sedang Cantik-cantiknya

Agar kasus dapat dikendalikan, Tjok Ace menegaskan perlu adanya pengawasan langsung dari dinas di masing-masing kabupaten/kota. Supaya jika ada kasus, dapat diatasi dan ditangani dengan cepat.

“Di bawah kelompok, dinas kabupaten/ kota harus agresif melaporkan. Kami di provinsi tidak bisa memantau seluruh Bali tanpa laporan. Walaupun tidak menular ke manusia, tapi tetap harus diatensi,” tutup Tjok Ace.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada saat disambangi, masih melakukan rapat koordinasi di luar kantor, sehingga belum bisa memberikan perkembangan terkini kasus PMK.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/