alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Berkelahi Satu Lawan Empat, Vausi dan Edi Akhirnya Tewas

BULELENG, BALI EXPRESS – Perkelahian sengit terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Akibat salah paham, darah pun akhirnya muncrat lantaran parang yang bicara.

Salah paham yang terjadi antara Ketut Vauzi, 39 dengan Edi Salman, Nu’ul serta Jakar berujung pada penganiayaan yang akhirnya menewaskan Ketut Vausi dan Edi Salman.

Peristiwa mengerikan itu terjadi Minggu (3/7) sekitar pukul 23.00 Wita. Sementara dua orang rekan Edi Salman yang dikenal dengan sebutan Nu’ul dan Jakar masih buron. Kasus ini belum terang benderang, hingga terjadi perkelahian hingga Vausi dan Edi Salman tewas..

Informasi yang dirangkum, menyebutkan kejadian itu berawal ketika Ketut Vauzi bersama istrinya Siti Akrimah, 29, sedang tidur di rumahnya. Kemudian sayup-sayup Siti Akrimah mendengar suara panggilan dari luar yang memanggil suaminya dengan panggilan Bli (panggilan kakak untuk laki-laki).

Siti lantas membangunkan suaminya. Ketut Vauzi lantas keluar kamar untuk menemui tamu itu. Di luar nampak tiga orang, yakni Edi Salman, Jakar dan Nu’ul.
Tak berselang lama terjadi debat yang berujung dengan perkelahian.

Ketut Vauzi dan Edi Salman mengalami luka serius akibat tebasan senjata tajam. Perkelahian itu membuat syok istri Vauzi yang tengah mengandung. Ia lantas berteriak meminta pertolongan warga. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sukasada.

Baca Juga :  Kasus Dewan Selingkuh, Berkah Untuk Martina

Dikonfirmasi Senin (4/7), Kapolsek Sukasada, Made Agus Dwi Wirawan membenarkan adanya peristiwa penganiyaan yang menyebabkan dua orang tewas mengenaskan.

Tim dari Polsek Sukasada pun bergerak menuju lokasi kejadian untuk menggali keterangan terkait permasalahan yang terjadi antara Ketut Vauzi dan Edi Salman.

Usut punya usut, ternyata terjadi kesalahpahaman. Vauzi mengingatkan Edi Salman dan teman-temannya agar tidak melakukan tindak kriminal, seperti pencurian, penjambretan serta tindakan lain yang melanggar hukum.

Nasihat yang diberikan Ketut Vauzi kepada Edi Salman dan teman-temannya itu, tidak mendapat respon positif. Edi tidak terima dengan nasihat Vauzi. Kemudian Edi mendatangi rumah Vauzi bersama Jakar dan Nu’ul. Sesampainya di rumah Vauzi, kemungkinan terjadi cekcok antara Vauzi dan Edi.

Kemudian dengan cepat, Vauzi dan Edi Salman tergeletak dengan bersimbah darah di teras rumah. “Si Vauzi ini memang kadang memberikan saran dan masukan kepada anak-anak muda disana, agar tidak melakukan tindak kriminal. Karena dia sudah pengalaman. Dia dahulu mantan kriminal juga. Kemungkinan ada perdebatan diantara mereka,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kesalahpahaman antara Vauzi dan Edi Salman juga dipicu hal lain. Edi Salman menduga Vauzi adalah seseorang yang menginformasikan keberadaannya kepada polisi sehingga Edi Salman hampir ditangkap di rumahnya saat dilakukan penggrebekan oleh Polsek Sukasada.

Baca Juga :  Sempadan Sungai Jebol, Garase Warga Ambruk

Edi Salman yang sebelumnya adalah buronan Polsek Sukasada, adalah pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Gitgit. Ia mencuri sepeda motor seorang pengendara saat sedang berteduh di sebuah warung kosong.

“Tanggal 30 Juni kami lakukan penggrebekan. Tembakan peringatan kami lepaskan tapi gak kena. Kelompok Edi Salman ini menduga Vauzi adalah orang yang memberikan informasi terkait keberadaan mereka kepada polisi. Nah tiga orang yang datang ke rumah Vauzi dengan bawa selongsong peluru inilah orangnya yang ambil sepeda motor itu,” terang Kapolsek Agus Dwi.

Akibat perkelahian itu, Vauzi mengalami luka pada pada tangan kiri, dada kanan, punggung kanan dan kepala. Vauzi meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Buleleng oleh pihak keluarga. Sementara Edi Salman meninggal di tempat dengan luka robek pada betis kaki kanan dan kepala bagian belakang. Jenazahnya pun dievakuasi oleh PMI Buleleng dan Polsek Sukasada untuk dibawa ke RSUD Buleleng guna diotopsi.

Keduanya telah dikuburkan oleh masing-masing pihak keluarga, Senin (4/7) sore sekitar pukul 16.00 Wiita.

 






Reporter: Dian Suryantini

BULELENG, BALI EXPRESS – Perkelahian sengit terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Akibat salah paham, darah pun akhirnya muncrat lantaran parang yang bicara.

Salah paham yang terjadi antara Ketut Vauzi, 39 dengan Edi Salman, Nu’ul serta Jakar berujung pada penganiayaan yang akhirnya menewaskan Ketut Vausi dan Edi Salman.

Peristiwa mengerikan itu terjadi Minggu (3/7) sekitar pukul 23.00 Wita. Sementara dua orang rekan Edi Salman yang dikenal dengan sebutan Nu’ul dan Jakar masih buron. Kasus ini belum terang benderang, hingga terjadi perkelahian hingga Vausi dan Edi Salman tewas..

Informasi yang dirangkum, menyebutkan kejadian itu berawal ketika Ketut Vauzi bersama istrinya Siti Akrimah, 29, sedang tidur di rumahnya. Kemudian sayup-sayup Siti Akrimah mendengar suara panggilan dari luar yang memanggil suaminya dengan panggilan Bli (panggilan kakak untuk laki-laki).

Siti lantas membangunkan suaminya. Ketut Vauzi lantas keluar kamar untuk menemui tamu itu. Di luar nampak tiga orang, yakni Edi Salman, Jakar dan Nu’ul.
Tak berselang lama terjadi debat yang berujung dengan perkelahian.

Ketut Vauzi dan Edi Salman mengalami luka serius akibat tebasan senjata tajam. Perkelahian itu membuat syok istri Vauzi yang tengah mengandung. Ia lantas berteriak meminta pertolongan warga. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sukasada.

Baca Juga :  Asyik Ngobrol di Pinggir Jalan di Desa Sambangan, Kalung Dijambret

Dikonfirmasi Senin (4/7), Kapolsek Sukasada, Made Agus Dwi Wirawan membenarkan adanya peristiwa penganiyaan yang menyebabkan dua orang tewas mengenaskan.

Tim dari Polsek Sukasada pun bergerak menuju lokasi kejadian untuk menggali keterangan terkait permasalahan yang terjadi antara Ketut Vauzi dan Edi Salman.

Usut punya usut, ternyata terjadi kesalahpahaman. Vauzi mengingatkan Edi Salman dan teman-temannya agar tidak melakukan tindak kriminal, seperti pencurian, penjambretan serta tindakan lain yang melanggar hukum.

Nasihat yang diberikan Ketut Vauzi kepada Edi Salman dan teman-temannya itu, tidak mendapat respon positif. Edi tidak terima dengan nasihat Vauzi. Kemudian Edi mendatangi rumah Vauzi bersama Jakar dan Nu’ul. Sesampainya di rumah Vauzi, kemungkinan terjadi cekcok antara Vauzi dan Edi.

Kemudian dengan cepat, Vauzi dan Edi Salman tergeletak dengan bersimbah darah di teras rumah. “Si Vauzi ini memang kadang memberikan saran dan masukan kepada anak-anak muda disana, agar tidak melakukan tindak kriminal. Karena dia sudah pengalaman. Dia dahulu mantan kriminal juga. Kemungkinan ada perdebatan diantara mereka,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kesalahpahaman antara Vauzi dan Edi Salman juga dipicu hal lain. Edi Salman menduga Vauzi adalah seseorang yang menginformasikan keberadaannya kepada polisi sehingga Edi Salman hampir ditangkap di rumahnya saat dilakukan penggrebekan oleh Polsek Sukasada.

Baca Juga :  Setelah Gunung Agung Erupsi, Wilayah Kubu Dilanda Hujan Abu

Edi Salman yang sebelumnya adalah buronan Polsek Sukasada, adalah pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Gitgit. Ia mencuri sepeda motor seorang pengendara saat sedang berteduh di sebuah warung kosong.

“Tanggal 30 Juni kami lakukan penggrebekan. Tembakan peringatan kami lepaskan tapi gak kena. Kelompok Edi Salman ini menduga Vauzi adalah orang yang memberikan informasi terkait keberadaan mereka kepada polisi. Nah tiga orang yang datang ke rumah Vauzi dengan bawa selongsong peluru inilah orangnya yang ambil sepeda motor itu,” terang Kapolsek Agus Dwi.

Akibat perkelahian itu, Vauzi mengalami luka pada pada tangan kiri, dada kanan, punggung kanan dan kepala. Vauzi meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Buleleng oleh pihak keluarga. Sementara Edi Salman meninggal di tempat dengan luka robek pada betis kaki kanan dan kepala bagian belakang. Jenazahnya pun dievakuasi oleh PMI Buleleng dan Polsek Sukasada untuk dibawa ke RSUD Buleleng guna diotopsi.

Keduanya telah dikuburkan oleh masing-masing pihak keluarga, Senin (4/7) sore sekitar pukul 16.00 Wiita.

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/