alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Sebelum Mati, Anjing Rabies Gigit 8 Warga Desa Tuwed

NEGARA, BALI EXPRESS – Kasus gigitan anjing positif Rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kali ini, delapan warga Banjar Taman, Desa Tuwed, menjadi korban gigitan anjing yang belakangan diketahui positif Rabies.

Dari data yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), gigitan pertama dialami Ni Ketut Meta,5, pada tanggal 26 Juli. Kemudian secara beruntun anjing itu kembali menggigit warga hingga terakhir pada tanggal 28 Juli. Total dalam kurun waktu tiga hari, delapan warga digigit anjing yang sama.

“Ada delapan warga yang digigit, kemudian anjing itu sempat dikurung. Saat dikurung, anjing itu menggitgit kandang hingga mulutnya berdarah,” ujar I GNB Rai Mulyawan Surya Atmaja, Kasi Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana.

Baca Juga :  Banyak Usaha 'Nakal', Komisi I Turun Cek IMB

Selanjutnya pada tanggal 1 Agustus, anjing tersebut mati. Pihaknya kemudian mengambil sampel yang dikirim ke Balai Besar Veteriner di Denpasar. “Hasil pengecekan sampel keluar tanggal 4 Agustus, yang menyatakan anjing tersebut positif Rabies,” terangnya.

Medapati hasil tersebut, Bidang Keswan Dinas Pertanian dan Pangan bersama Dinas Kesehatan Jembrana, kemudian melakukan vaksinasi terhadap anjing milik warga di sekitar. Tidak hanya itu, eliminasi selektif juga dilakukan terhadap beberapa anjing lain yang diduga sempat kontak langsung dengan anjing positif Rabies tersebut untuk diambil sebagai ‘second sample’.

“Hari ini kembali dilakukan vaksinasi emergency, karena bulan lalu kami sudah melakukan vaksinasi massal di desa ini. cuman saat itu anjing yang positif ini belum tervaksinasi,” terangnya. 

Baca Juga :  Undiksha Salurkan Ratusan APD ke RSUD Buleleng

Rai Mulyawan menambahkan, kasus gigitan anjing ini merupakan kasus Rabies kedua yang terjadi di Desa Tuwed selama setahun terkahir. Bahkan, di desa ini juga sudah tercatat dua korban meninggal dunia akibat gigitan anjing positif Rabies.

Sementara itu, dari penuturan Hartatik, kalau dirinya digigit saat menyelamatkan anaknya yang hendak menyentuh anjing tersebut. Pagi itu saat sedang menyapu, ia melihat anaknya mendekati dan hendak menyentuh anjing. “Anak saya mau mengambil anjing itu, saya larang. Lalu saya bergegas menggendong anak saya. Tapi tiba-tiba anjing itu langsung menyerang dan menggigit tangan kanan saya,” pungkasnya sembari menunjukkan bekas luka gigitan di tangan.


NEGARA, BALI EXPRESS – Kasus gigitan anjing positif Rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kali ini, delapan warga Banjar Taman, Desa Tuwed, menjadi korban gigitan anjing yang belakangan diketahui positif Rabies.

Dari data yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), gigitan pertama dialami Ni Ketut Meta,5, pada tanggal 26 Juli. Kemudian secara beruntun anjing itu kembali menggigit warga hingga terakhir pada tanggal 28 Juli. Total dalam kurun waktu tiga hari, delapan warga digigit anjing yang sama.

“Ada delapan warga yang digigit, kemudian anjing itu sempat dikurung. Saat dikurung, anjing itu menggitgit kandang hingga mulutnya berdarah,” ujar I GNB Rai Mulyawan Surya Atmaja, Kasi Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana.

Baca Juga :  Terkait Hibah, 671 Hotel dan 200 Restoran di Badung Diajukan ke Pusat

Selanjutnya pada tanggal 1 Agustus, anjing tersebut mati. Pihaknya kemudian mengambil sampel yang dikirim ke Balai Besar Veteriner di Denpasar. “Hasil pengecekan sampel keluar tanggal 4 Agustus, yang menyatakan anjing tersebut positif Rabies,” terangnya.

Medapati hasil tersebut, Bidang Keswan Dinas Pertanian dan Pangan bersama Dinas Kesehatan Jembrana, kemudian melakukan vaksinasi terhadap anjing milik warga di sekitar. Tidak hanya itu, eliminasi selektif juga dilakukan terhadap beberapa anjing lain yang diduga sempat kontak langsung dengan anjing positif Rabies tersebut untuk diambil sebagai ‘second sample’.

“Hari ini kembali dilakukan vaksinasi emergency, karena bulan lalu kami sudah melakukan vaksinasi massal di desa ini. cuman saat itu anjing yang positif ini belum tervaksinasi,” terangnya. 

Baca Juga :  Terbelit Hutang Cicilan Vespa, Eka Curi Dompet Teman Kerja

Rai Mulyawan menambahkan, kasus gigitan anjing ini merupakan kasus Rabies kedua yang terjadi di Desa Tuwed selama setahun terkahir. Bahkan, di desa ini juga sudah tercatat dua korban meninggal dunia akibat gigitan anjing positif Rabies.

Sementara itu, dari penuturan Hartatik, kalau dirinya digigit saat menyelamatkan anaknya yang hendak menyentuh anjing tersebut. Pagi itu saat sedang menyapu, ia melihat anaknya mendekati dan hendak menyentuh anjing. “Anak saya mau mengambil anjing itu, saya larang. Lalu saya bergegas menggendong anak saya. Tapi tiba-tiba anjing itu langsung menyerang dan menggigit tangan kanan saya,” pungkasnya sembari menunjukkan bekas luka gigitan di tangan.


Most Read

Artikel Terbaru

/