alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

2021, Gianyar Dapat Pengembangan Sayur Kol Organik 10 Hektar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pada tahun 2021 ini, Kabupaten Gianyar dan Klungkung mendapatkan bantuan pengembangan sayur daun organik dari Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI. Khusus untuk Gianyar  mendapat program pengembangan sayur daun berupa budidaya kol sistem organik.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar I Wayan Suarta, menjelaskan bahwa di tahun 2021 ini Kabupaten Gianyar mendapat program pengembangan sayur kol seluas 10 hektare. Dimana pengembangan tersebut akan digarap oleh Kelompok Tani Subak Abian Giri Amerta, Banjar Pilan, Desa Kerta Gianyar. “Pengembangan kol ini dilakukan oleh seluruh anggota kelompok, tapi luas sesuai kemampuan para petani,” ungkapnya Kamis (5/8).

Menurutnya untuk Provinsi Bali, program ini hanya didapatkan oleh Kabupaten Gianyar dan Klungkung. “Gianyar dapat program pengembangan sayur daun, jenis tanaman kol 10 ha, sedangkan di Klungkung itu di Banjarangkan, mengembangkan jenis sayur daun lainnya,” sambungnya.

Dan untuk mendukung program ini,  rencananya Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI akan memberikan bantuan benih, pupuk, dan pestisida nabati kepada petani. Dan hal itu sudah terealisasi tahap awal berup benih saja sebanyak 60 saset. “Sedangkan untuk pupuk dan pestisida akan menyusul,” bebernya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika program ini akan dilaksanakan dengan sistem organik. Sehingga diharapkan agar produksi yang dihasilkan nanti benar- benar aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Maka dari itu, pupuk dan pestisida mengunakan pupuk dan pestisida ramah lingkungan.

Dan Kelompok Tani Subak Giri Amerta, Banjar Pilan, ini nantinya akan menjadi pilot project rencana Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gianyar menjadikan Desa Kerta sebagai “Kampung Sayur”. Dengan menjadi kampung sayur, segala program pengembangan sayur di Kabupaten Gianyar  ke depan akan diprioritaskan di Desa Kerta. “Dan ini akan memberi keuntungan bagi para petani di desa tersebut,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pada tahun 2021 ini, Kabupaten Gianyar dan Klungkung mendapatkan bantuan pengembangan sayur daun organik dari Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI. Khusus untuk Gianyar  mendapat program pengembangan sayur daun berupa budidaya kol sistem organik.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar I Wayan Suarta, menjelaskan bahwa di tahun 2021 ini Kabupaten Gianyar mendapat program pengembangan sayur kol seluas 10 hektare. Dimana pengembangan tersebut akan digarap oleh Kelompok Tani Subak Abian Giri Amerta, Banjar Pilan, Desa Kerta Gianyar. “Pengembangan kol ini dilakukan oleh seluruh anggota kelompok, tapi luas sesuai kemampuan para petani,” ungkapnya Kamis (5/8).

Menurutnya untuk Provinsi Bali, program ini hanya didapatkan oleh Kabupaten Gianyar dan Klungkung. “Gianyar dapat program pengembangan sayur daun, jenis tanaman kol 10 ha, sedangkan di Klungkung itu di Banjarangkan, mengembangkan jenis sayur daun lainnya,” sambungnya.

Dan untuk mendukung program ini,  rencananya Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI akan memberikan bantuan benih, pupuk, dan pestisida nabati kepada petani. Dan hal itu sudah terealisasi tahap awal berup benih saja sebanyak 60 saset. “Sedangkan untuk pupuk dan pestisida akan menyusul,” bebernya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika program ini akan dilaksanakan dengan sistem organik. Sehingga diharapkan agar produksi yang dihasilkan nanti benar- benar aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Maka dari itu, pupuk dan pestisida mengunakan pupuk dan pestisida ramah lingkungan.

Dan Kelompok Tani Subak Giri Amerta, Banjar Pilan, ini nantinya akan menjadi pilot project rencana Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gianyar menjadikan Desa Kerta sebagai “Kampung Sayur”. Dengan menjadi kampung sayur, segala program pengembangan sayur di Kabupaten Gianyar  ke depan akan diprioritaskan di Desa Kerta. “Dan ini akan memberi keuntungan bagi para petani di desa tersebut,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/