alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pemkot Denpasar Intruksikan Sekolah Tunda Pembayaran Uang Seragam

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemkot Denpasar melalui Disdikpora Kota Denpasar menginstruksikan seluruh sekolah, baik negeri dan swasta di Kota Denpasar untuk menunda pembayaran uang pakaian seragam. Pertimbangannya karena masih situasi pandemi Covid-19. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Plt. Disdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya saat virtual meeting bersama kepala sekolah se-Kota Denpasar di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (4/8).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengatakan, pandemi Covid-19 yang mewabah hingga saat ini memberikan dampak serius bagi masyarakat. Tak hanya kesehatan, perekonomian masyarakat juga sangat terdampak.

“Karenanya, guna menyikapi situasi tersebut dan melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini, kami berharap kepada sekolah di Kota Denpasar agar menunda pembayaran uang pakaian seragam oleh orang tua siswa kepada sekolah,” jelas Jaya Negara.

Jaya Negara mengatakan, penundaan ini dilaksanakan bagi sekolah yang berada di bawah naungan Pemkot Denpasar. Yakni PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri dan swasta. Hal ini lantaran proses pembelajaran masih menggunakan metode daring atau online, sehingga penggunaan seragam masih belum diperlukan. 

“Ini hanya ditunda, karena melihat situasi saat ini, jika nanti kebijakan sudah diizinkan pembelajaran tatap muka, tentu pembelian seragam akan dilaksanakan. Tentunya pembelajaran tatap muka akan didahului dengan persiapan penerapan prokes, serta vaksinasi yang optimal,” terang Jaya Negara.

Selain meminta penundaan pembayaran uang pakaian, pihaknya juga mengajak seluruh jajaran sekolah di Kota Denpasar bergotong-royong dalam penanganan pandemi. Hal ini utamanya dalam mendukung sosialisasi penerapan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi bagi siswa, dan mendukung UMKM di wilayah sekolah masing-masing.

“Kami mengajak jajaran sekolah di Kota Denpasar untuk bergotong-royong bersama dalam membantu sesama, hal ini utamanya dalam mendukung sosialisasi penerapan protokol kesehatan, serta membantu UMKM di kawasan sekolah,” tandasnya.

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemkot Denpasar melalui Disdikpora Kota Denpasar menginstruksikan seluruh sekolah, baik negeri dan swasta di Kota Denpasar untuk menunda pembayaran uang pakaian seragam. Pertimbangannya karena masih situasi pandemi Covid-19. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Plt. Disdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya saat virtual meeting bersama kepala sekolah se-Kota Denpasar di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (4/8).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengatakan, pandemi Covid-19 yang mewabah hingga saat ini memberikan dampak serius bagi masyarakat. Tak hanya kesehatan, perekonomian masyarakat juga sangat terdampak.

“Karenanya, guna menyikapi situasi tersebut dan melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini, kami berharap kepada sekolah di Kota Denpasar agar menunda pembayaran uang pakaian seragam oleh orang tua siswa kepada sekolah,” jelas Jaya Negara.

Jaya Negara mengatakan, penundaan ini dilaksanakan bagi sekolah yang berada di bawah naungan Pemkot Denpasar. Yakni PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri dan swasta. Hal ini lantaran proses pembelajaran masih menggunakan metode daring atau online, sehingga penggunaan seragam masih belum diperlukan. 

“Ini hanya ditunda, karena melihat situasi saat ini, jika nanti kebijakan sudah diizinkan pembelajaran tatap muka, tentu pembelian seragam akan dilaksanakan. Tentunya pembelajaran tatap muka akan didahului dengan persiapan penerapan prokes, serta vaksinasi yang optimal,” terang Jaya Negara.

Selain meminta penundaan pembayaran uang pakaian, pihaknya juga mengajak seluruh jajaran sekolah di Kota Denpasar bergotong-royong dalam penanganan pandemi. Hal ini utamanya dalam mendukung sosialisasi penerapan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi bagi siswa, dan mendukung UMKM di wilayah sekolah masing-masing.

“Kami mengajak jajaran sekolah di Kota Denpasar untuk bergotong-royong bersama dalam membantu sesama, hal ini utamanya dalam mendukung sosialisasi penerapan protokol kesehatan, serta membantu UMKM di kawasan sekolah,” tandasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/