alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Bandel, Kejari Razia Penindakan Usaha Penukaran Valuta Asing Ilegal

BADUNG, BALI EXPRESS-Kejari Badung melakukan Pemeriksaan dan Penertiban Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) ilegal di wilayah Desa Adat Kuta, Badung.

 

Menurut Kajari Badung, Imran Yusuf dalam keterangan persnya, Jumat (5/8) operasi dilaksanakan  sebagai tindak lanjut pertemuan antara Desa Adat Kuta dengan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali terkait dengan penentuan tindakan yang lebih tegas. “Sehingga  secara efektif memberikan efek jera kepada para pelaku usaha KUPVA BB yang tidak berizin namun tetap beroperasi,” tegas Imran Tusuf didampingi Kasi Intel Made Gede Bamaxs Wira Wibowo.

 

Pada waktu pertemuan tersebut sambung Imran Yusuf disampaikan untuk KUPVA BB ilegal telah disegel atau dilabeli stiker, tidak boleh melakukan kembali usahanya. Namun dalam kenyataannya masih banyak Pelaku KUPVA BB ilegal tetap melakukan kegiatannya dan melepas stiker segel yang sudah ditempel oleh Desa Adat Kuta bekerja sama dengan Bank Indonesia Wilayah Bali.

Baca Juga :  Kasus Dihentikan, Tersangka Pulang Diberi Ponsel

 

Operasi penertiban ini dilakukan Desa Adat Kuta dampingi Kasi Intel I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo dan Bank Indonesia Wilayah Bali serta Babhinkamtibmas dan Babinsa. Dalam operasi gabungan ini, petugas kembali menempeli stiker pada pemilik usaha yang masih bandel. Dari hasil penertiban dan penegakan ada 5 pelaku usaha yang dibuatkan berita acara dan penempelan stiker segel untuk 17 (tujuh belas)  KUPVA BB ilegal.

“Tindakan tegas ini perlu dilakukan karena semakin maraknya kasus yang merugikan wisatawan,”tegasnya.






Reporter: Suharnanto

BADUNG, BALI EXPRESS-Kejari Badung melakukan Pemeriksaan dan Penertiban Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) ilegal di wilayah Desa Adat Kuta, Badung.

 

Menurut Kajari Badung, Imran Yusuf dalam keterangan persnya, Jumat (5/8) operasi dilaksanakan  sebagai tindak lanjut pertemuan antara Desa Adat Kuta dengan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali terkait dengan penentuan tindakan yang lebih tegas. “Sehingga  secara efektif memberikan efek jera kepada para pelaku usaha KUPVA BB yang tidak berizin namun tetap beroperasi,” tegas Imran Tusuf didampingi Kasi Intel Made Gede Bamaxs Wira Wibowo.

 

Pada waktu pertemuan tersebut sambung Imran Yusuf disampaikan untuk KUPVA BB ilegal telah disegel atau dilabeli stiker, tidak boleh melakukan kembali usahanya. Namun dalam kenyataannya masih banyak Pelaku KUPVA BB ilegal tetap melakukan kegiatannya dan melepas stiker segel yang sudah ditempel oleh Desa Adat Kuta bekerja sama dengan Bank Indonesia Wilayah Bali.

Baca Juga :  Khawatir Menyusut Kejari Badung Pisahkan BB Ganja

 

Operasi penertiban ini dilakukan Desa Adat Kuta dampingi Kasi Intel I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo dan Bank Indonesia Wilayah Bali serta Babhinkamtibmas dan Babinsa. Dalam operasi gabungan ini, petugas kembali menempeli stiker pada pemilik usaha yang masih bandel. Dari hasil penertiban dan penegakan ada 5 pelaku usaha yang dibuatkan berita acara dan penempelan stiker segel untuk 17 (tujuh belas)  KUPVA BB ilegal.

“Tindakan tegas ini perlu dilakukan karena semakin maraknya kasus yang merugikan wisatawan,”tegasnya.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/