alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Bupati Badung Akan Lanjutkan Program Kuliah Gratis Ke Luar Negeri

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Badung sejatinya memiliki program kuliah gratis ke luar negeri. Bahkan saat ini dari 20 mahasiswa sudah ada 18 mahasiswa yang lulus. Rencananya program kuliah gratis ini akan dilanjutkan kembali, namun masih kepastian dibukanya beasiswa ke luar negeri ini masih menunggu kondisi daerah. Hal itu disampaikan oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai mengikuti rapat paripurna, Jumat (5/8).

 

“Astungkara akan berlanjut. Kita akan melihat keadaan daerah, jangan sampai dengan pandemi Covid-19 ini berlanjut. Apalagi ada masalah global dunia adalah perang antara Ukraina dan Rusia, nah harus kita pertimbangkan dengan baik,” ujar Giri Prasta.

 

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para mahasiswa. “Di samping kita memberikan sebuah kekuatan untuk memberikan anak-anak saya sekolah ke luar negeri, saya harus mempertimbangkan keselamatan dari pada anak-anak saya ketika ke luar negeri,” ungkapnya.

 

Disinggung apakah lulusan luar negeri akan diangkat sebagai pegawai, Giri Prasta menjelaskan, tentu akan dilakukan. Lantaran ia menilai lulusan luar negeri merupakan Sumber Daya Manusia yang lebih baik. Terlebih saat ini Pemkab Nadung sangat memerlukan tenaga medis untuk menunjang operasional RSD Mangusada. “Kalau maslah ditarik (dipekerjakan) ini sudah barang tentu kita meminta referensi kepada mereka sebagai anak bangsa, terutama untuk menjadikan anak-anak kami menjadi tuan di rumahnya sendiri, paling tidak di kabupaten badung,” jelasnya.

Baca Juga :  Badung Geber Vaksinasi PMK

 

Untuk itu Bupati asal Pelaga, Petang ini menerangkan akan memohon kepada pemerintah pusat untuk pengangkatan lulusan luar negeri tersebut. Sehingga nantinya mampu mengisi kebutuhan pemerintah daerah. Namun ia belum bisa memastikan status, apakah sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau PNS.

 

“Intinya begini semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tapi semua masalah ada solusinya. Saya tidak akan berbicara tentang status dulu yang penting potensi sumber daya manusia anak-anak saya yang berkualitas ini saya berdayakan untuk kepentingan pribadinya, keluarganya, dan masyarakat kabupaten badung kedepannya,” jelas Ketua DPC PDIP Badung tersebut.

 

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Badung I Gusti Made Dwipayana mengatakan, para lulusan luar negeri ini akan dikumpulkan dalam waktu dekat. Tentunya hal ini dilakukan untuk membahas terkait implementasi ilmu yang diperoleh selama mengeyam pendidikan di kampus ternama. “Tentunya nanti kami akan kumpulkan. Yang jelas mereka harus mengabdi untuk kabupaten Badung,” imbuhnya.

Baca Juga :  Arimbawa Dilantik Jadi Satu-satunya Ketua TP PKK Laki-laki di Gianyar

 

Seperti diketahui, Pemkab Badung telah memberikan beasiswa perguruan tinggi luar negeri sebanyak 20 orang. Para mahasiswa itu pun diberangkatkan pada tahun 2018 untuk menempuh studi di empat negara. Dari 20 mahasiswa sebanyak 3 orang kuliah di Inggris, 1 orang kuliah di Belanda, 12 orang di Australia dan 4 orang mengikuti perkuliahan di Malaysia.

 

Untuk membiayai perkuliahan tersbut, pemerintah setempat menggelontorkan anggaran sebesar Rp533 juta untuk satu mahasiswa per tahunnya. Sehingga jika dijumlahkan total anggaran mencapai Rp 10,660 Miliar.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Badung sejatinya memiliki program kuliah gratis ke luar negeri. Bahkan saat ini dari 20 mahasiswa sudah ada 18 mahasiswa yang lulus. Rencananya program kuliah gratis ini akan dilanjutkan kembali, namun masih kepastian dibukanya beasiswa ke luar negeri ini masih menunggu kondisi daerah. Hal itu disampaikan oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai mengikuti rapat paripurna, Jumat (5/8).

 

“Astungkara akan berlanjut. Kita akan melihat keadaan daerah, jangan sampai dengan pandemi Covid-19 ini berlanjut. Apalagi ada masalah global dunia adalah perang antara Ukraina dan Rusia, nah harus kita pertimbangkan dengan baik,” ujar Giri Prasta.

 

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para mahasiswa. “Di samping kita memberikan sebuah kekuatan untuk memberikan anak-anak saya sekolah ke luar negeri, saya harus mempertimbangkan keselamatan dari pada anak-anak saya ketika ke luar negeri,” ungkapnya.

 

Disinggung apakah lulusan luar negeri akan diangkat sebagai pegawai, Giri Prasta menjelaskan, tentu akan dilakukan. Lantaran ia menilai lulusan luar negeri merupakan Sumber Daya Manusia yang lebih baik. Terlebih saat ini Pemkab Nadung sangat memerlukan tenaga medis untuk menunjang operasional RSD Mangusada. “Kalau maslah ditarik (dipekerjakan) ini sudah barang tentu kita meminta referensi kepada mereka sebagai anak bangsa, terutama untuk menjadikan anak-anak kami menjadi tuan di rumahnya sendiri, paling tidak di kabupaten badung,” jelasnya.

Baca Juga :  Badung Geber Vaksinasi PMK

 

Untuk itu Bupati asal Pelaga, Petang ini menerangkan akan memohon kepada pemerintah pusat untuk pengangkatan lulusan luar negeri tersebut. Sehingga nantinya mampu mengisi kebutuhan pemerintah daerah. Namun ia belum bisa memastikan status, apakah sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau PNS.

 

“Intinya begini semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tapi semua masalah ada solusinya. Saya tidak akan berbicara tentang status dulu yang penting potensi sumber daya manusia anak-anak saya yang berkualitas ini saya berdayakan untuk kepentingan pribadinya, keluarganya, dan masyarakat kabupaten badung kedepannya,” jelas Ketua DPC PDIP Badung tersebut.

 

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Badung I Gusti Made Dwipayana mengatakan, para lulusan luar negeri ini akan dikumpulkan dalam waktu dekat. Tentunya hal ini dilakukan untuk membahas terkait implementasi ilmu yang diperoleh selama mengeyam pendidikan di kampus ternama. “Tentunya nanti kami akan kumpulkan. Yang jelas mereka harus mengabdi untuk kabupaten Badung,” imbuhnya.

Baca Juga :  Giri Prasta Tekankan Kelola Sampah Terintegrasi dan Berkelanjutan

 

Seperti diketahui, Pemkab Badung telah memberikan beasiswa perguruan tinggi luar negeri sebanyak 20 orang. Para mahasiswa itu pun diberangkatkan pada tahun 2018 untuk menempuh studi di empat negara. Dari 20 mahasiswa sebanyak 3 orang kuliah di Inggris, 1 orang kuliah di Belanda, 12 orang di Australia dan 4 orang mengikuti perkuliahan di Malaysia.

 

Untuk membiayai perkuliahan tersbut, pemerintah setempat menggelontorkan anggaran sebesar Rp533 juta untuk satu mahasiswa per tahunnya. Sehingga jika dijumlahkan total anggaran mencapai Rp 10,660 Miliar.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/