alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Keluarga Bule Ini Curi Perhatian Warga Saat Tradisi Peed di Sukawati

GIANYAR, BALI EXPRESS – Ada yang menarik perhatian dalam pelaksanaan tradisi Peed Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Jumat (5/8). Sebab diantara krama Desa Adat Sukawati, nampak deretan para bule yang ikut mepayas khas Bali dan ikut mepeed.

Tradisi Peed ini sendiri kembali digelar tahun ini setelah dua tahun ditiadakan karena Pandemi Covid-19. Tradisi Peed ini digelar selama 4 hari mulai dari Anggara Kasih Gambir, Selasa (2/8) tradisi ini berlangsung hingga Sukra Pon Tambir, Jumat (5/8), atau setiap kali Pujawali di Pura Khayangan Tiga, seperti piodalan Pura Dalem Gede Sukawati. Dalam tradisi ini krama desa berjalan kaki beriringan dari Pura Dalem Gede Sukawati menuju Beji Cengcengan.

Setelah ditelusuri, para bule yang ikut tradisi mepeed itu adalah satu keluarga asal Belanda yang memang baru pertama kali berlibur ke Bali. Hal itu disampaikan oleh, Guide I Gusti Ngurah Oka Jembawa. “Mereka ini sedang berlibur di Bali dan kebetulan menginap di salah satu akomodasi wisata dekat Pantai Purnama Sukawati,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Tahan Nafsu, Toha Paksa Tamunya Lakukan Blowjob

Selanjutnya, satu keluarga ini pun diajak menonton tradisi Peed tersebut, namun ternyata mereka tertarik untuk ikut secara langsung. Atas keinginan tersebut, ia pun mengajak satu keluarga ini berhias khas Bali di salah satu salon. “Dan kebetulan hari terakhir ini giliran Banjar Gelumpang, Bedil dan Dlodpangkung, jadi saya ajak mereka,” terangnya.

Sementara itu, Rachel, salah satu dari turis tersebut mengaku tertarik karena tradisi tersebut baginya sangat meriah dan penuh warna. “Sangat cantik,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Rachel mengaku berlibur bersama suami, seorang putrinya, 3 putranya berikut pasangan masing-masing. Mereka kemudian berjalan berpasangan. Mereka pun menjadi pusat perhatian, dan tak sedikit masyarakat yang mengabadikan moment tersebut.

Baca Juga :  Desa Kemenuh Genjot Sosialisasi dan Edukasi Vaksinasi Covid-19

Tradisi Peed di Desa Adat Sukawati ini telah diwarisi secara turun temurun dan sifatnya sakral. Dimana Peed ini bertujuan untuk Mendak Tirta atau Toya Ning di Pura Taman Beji. Selanjutnya, air suci ini dipergunakan selama Pujawali berlangsung. Pujawali berlangsung selama 4 hari. Selama 4 hari itu pula digelar tradisi Mepeed ini.

Peed diawali dengan barisan lelontekan, tedung, pasepan, dan sarana upakara lainnya. Kemudian krama lanang maupun istri yang berhias menggunakan payas khas Bali berada di tengah-tengah. Dan tetabuhan Balaganjur ada diakhir barisan.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Ada yang menarik perhatian dalam pelaksanaan tradisi Peed Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Jumat (5/8). Sebab diantara krama Desa Adat Sukawati, nampak deretan para bule yang ikut mepayas khas Bali dan ikut mepeed.

Tradisi Peed ini sendiri kembali digelar tahun ini setelah dua tahun ditiadakan karena Pandemi Covid-19. Tradisi Peed ini digelar selama 4 hari mulai dari Anggara Kasih Gambir, Selasa (2/8) tradisi ini berlangsung hingga Sukra Pon Tambir, Jumat (5/8), atau setiap kali Pujawali di Pura Khayangan Tiga, seperti piodalan Pura Dalem Gede Sukawati. Dalam tradisi ini krama desa berjalan kaki beriringan dari Pura Dalem Gede Sukawati menuju Beji Cengcengan.

Setelah ditelusuri, para bule yang ikut tradisi mepeed itu adalah satu keluarga asal Belanda yang memang baru pertama kali berlibur ke Bali. Hal itu disampaikan oleh, Guide I Gusti Ngurah Oka Jembawa. “Mereka ini sedang berlibur di Bali dan kebetulan menginap di salah satu akomodasi wisata dekat Pantai Purnama Sukawati,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Kompi Satpol PP dan Damkar Gianyar Ikuti Pembaretan

Selanjutnya, satu keluarga ini pun diajak menonton tradisi Peed tersebut, namun ternyata mereka tertarik untuk ikut secara langsung. Atas keinginan tersebut, ia pun mengajak satu keluarga ini berhias khas Bali di salah satu salon. “Dan kebetulan hari terakhir ini giliran Banjar Gelumpang, Bedil dan Dlodpangkung, jadi saya ajak mereka,” terangnya.

Sementara itu, Rachel, salah satu dari turis tersebut mengaku tertarik karena tradisi tersebut baginya sangat meriah dan penuh warna. “Sangat cantik,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Rachel mengaku berlibur bersama suami, seorang putrinya, 3 putranya berikut pasangan masing-masing. Mereka kemudian berjalan berpasangan. Mereka pun menjadi pusat perhatian, dan tak sedikit masyarakat yang mengabadikan moment tersebut.

Baca Juga :  Desa Kemenuh Genjot Sosialisasi dan Edukasi Vaksinasi Covid-19

Tradisi Peed di Desa Adat Sukawati ini telah diwarisi secara turun temurun dan sifatnya sakral. Dimana Peed ini bertujuan untuk Mendak Tirta atau Toya Ning di Pura Taman Beji. Selanjutnya, air suci ini dipergunakan selama Pujawali berlangsung. Pujawali berlangsung selama 4 hari. Selama 4 hari itu pula digelar tradisi Mepeed ini.

Peed diawali dengan barisan lelontekan, tedung, pasepan, dan sarana upakara lainnya. Kemudian krama lanang maupun istri yang berhias menggunakan payas khas Bali berada di tengah-tengah. Dan tetabuhan Balaganjur ada diakhir barisan.


Most Read

Artikel Terbaru

/