alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Terkait Permintaan Maaf Disel Astawa, Giri Prasta Akhirnya Angkat Bicara

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Terkait adanya video permintaan maaf Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astwa, akhirnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta angkat bicara. Bupati asal Pelaga, Petang ini memberikan maaf namun ia menyatakan proses hukum tetap berjalan. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Badung, Jumat (5/8).

 

“Soal permintaan maaf itu kalau misalkan kepada masyarakat Badung atau kepada saya sebagai bupati, iya udah kita terima dengan baik, apalagi saya harus menerima dengan baik,”  ujar Bupati dua periode tersebut.

 

Meski sudah memberikan maaf secara pribadi, Giri Prasta tampaknya enggan mencabut laporan di pihak kepolisian. Lantaran ia menilai prosesnya sudah diserahkan secara sepenuhnya kepada penegak hukum. “Lanjut atau tidaknya bukan urusan Giri Prasta. Ini sudah ada di penegak hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Jadi nanti prosedur atau SOP-nya ada di situ,” tegas Ketua DPC PDIP Badung tersebut.

Baca Juga :  Kasus Meninggal Covid-19 Bertambah 11 Orang, Denda Prokes Diterapkan

 

Sebelumnya saat ditemui di Rumah Jabatan, Bupati Giri Prasta hanya tersenyum saat dimintai keterangan terkait adanya video permintaan maaf Disel Astawa. Pihaknya juga enggan mengomentari adanya video permintaan maaf tersebut.

 

“Itukan (laporan dugaan pelanggaran di Pantai Melasti) sudah berproses,” ujar orang nomor satu di Badung tersebut. Usai menyatakan hal tersebut ia langsung meninggalkan awak media.

 

Seperti diketahui, Seperti diketahui, Pemkab Badung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sempat melaporkan adanya dugaan penyerobotan tanah negara di Pantai Melasti, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan pada 13 Januari 2022. Laporan yang disampaikan ke Mapolresta Denpasar tersebut kembali dipertegas oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada 22 Maret 2022. Tak berhenti disitu laporan penyerobotan tanah negara yang diberikan penggunaannya kepada tujuh pengusaha juga dilaporkan ke Polda Bali, pada 4 April 2022.

Baca Juga :  Pemkot dan GTPP Pantau Peningkatan Covid-19 Pasca Pilwali

 

Saat ini laporan tersebut masih dalam proses penyidikan. Kendati demikan, Satpol PP Badung kembali melaporkan adanya pemberian keterangan palsu atas akta otentik yang menyebabkan terjadinya reklamasi di Pantai Melasti. Laporan tersebut disampaikan kepada SPKT Polda Bali, pada 28 Juni 2022. Lantas Bupati Badung didampingi jajarannya, bersama Polda Bali turun melakukan pemantauan ke ke lokasi reklamasi pada 1 Juli 2022.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Terkait adanya video permintaan maaf Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astwa, akhirnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta angkat bicara. Bupati asal Pelaga, Petang ini memberikan maaf namun ia menyatakan proses hukum tetap berjalan. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Badung, Jumat (5/8).

 

“Soal permintaan maaf itu kalau misalkan kepada masyarakat Badung atau kepada saya sebagai bupati, iya udah kita terima dengan baik, apalagi saya harus menerima dengan baik,”  ujar Bupati dua periode tersebut.

 

Meski sudah memberikan maaf secara pribadi, Giri Prasta tampaknya enggan mencabut laporan di pihak kepolisian. Lantaran ia menilai prosesnya sudah diserahkan secara sepenuhnya kepada penegak hukum. “Lanjut atau tidaknya bukan urusan Giri Prasta. Ini sudah ada di penegak hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Jadi nanti prosedur atau SOP-nya ada di situ,” tegas Ketua DPC PDIP Badung tersebut.

Baca Juga :  Pertanggungjawaban APBD 2021 Bupati Giri Prasta Diterima DPRD Badung

 

Sebelumnya saat ditemui di Rumah Jabatan, Bupati Giri Prasta hanya tersenyum saat dimintai keterangan terkait adanya video permintaan maaf Disel Astawa. Pihaknya juga enggan mengomentari adanya video permintaan maaf tersebut.

 

“Itukan (laporan dugaan pelanggaran di Pantai Melasti) sudah berproses,” ujar orang nomor satu di Badung tersebut. Usai menyatakan hal tersebut ia langsung meninggalkan awak media.

 

Seperti diketahui, Seperti diketahui, Pemkab Badung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sempat melaporkan adanya dugaan penyerobotan tanah negara di Pantai Melasti, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan pada 13 Januari 2022. Laporan yang disampaikan ke Mapolresta Denpasar tersebut kembali dipertegas oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada 22 Maret 2022. Tak berhenti disitu laporan penyerobotan tanah negara yang diberikan penggunaannya kepada tujuh pengusaha juga dilaporkan ke Polda Bali, pada 4 April 2022.

Baca Juga :  Masyarakat Beri Pandangan Positif SE Pemanfaatan Garam Bali

 

Saat ini laporan tersebut masih dalam proses penyidikan. Kendati demikan, Satpol PP Badung kembali melaporkan adanya pemberian keterangan palsu atas akta otentik yang menyebabkan terjadinya reklamasi di Pantai Melasti. Laporan tersebut disampaikan kepada SPKT Polda Bali, pada 28 Juni 2022. Lantas Bupati Badung didampingi jajarannya, bersama Polda Bali turun melakukan pemantauan ke ke lokasi reklamasi pada 1 Juli 2022.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/