alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Jembrana

NEGARA, BALI EXPRESS -Jumlah kasus kematian karena Covid-19 di Kabupaten Jembrana, kembali bertambah. Satu orang warga Pengambengan berusia 65 tahun, meninggal dunia dan sudah dimakamkan menggunakan protokol pemakaman Covid-19, Jumat (4/9) pagi. 

Dengan penambahan itu, secara keseluruhan kini total kematian pasien Covid-19 di Jembrana berjumlah 4 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha, didampingi Kabag Humas dan Protokol, I Made Cipta Wahyudi, Jumat (4/9), mengatakan, pasien covid-19 berjenis kelamin laki-laki itu meninggal Kamis (3/9) malam sekitar pukul 20.45 Wita di RSU Negara.

Awalnya pasien itu sempat menjalani perawatan di ruang isolasi sejak 28 Agustus lalu, dan tercatat sebagai pasien suspect dengan keluhan sesak. “Dari hasil swab yang keluar tanggal 30 Agustus 2020,  pasien ini dinyatakan positif Covid-19. Pasien memiliki komorbid (penyakit penyerta), yakni hipertensi dan paru,” ujarnya.

Dengan tambahan kasus kematian itu, lanjut Arisantha, hingga kini sudah ada dua orang warga asal Desa Pengambengan yang meninggal dunia. Bahkan, lanjutnya, kedua pasien meninggal berasal dari Banjar yang sama. 

“Sesuai protokol Covid-19, pasien langsung dimakamkan di TPU Desa Pengambengan tadi pagi (kemarin). Kami masih lakukan tracing kontak terhadap pasien ini. Termasuk akan mengambil sampel swab dari keluarganya dan beberapa kontak dekatnya,” papar Arisantha.

Sementara itu, catatan jumlah pasien terkonfirmasi di Jembrana secara kumulatif, sudah menyentuh angka 161 orang. Per Jumat (kemarin) kembali bertambah kasus positif sebanyak 4 orang.

Arisantha merinci tambahan kasus itu, berasal dari Desa Baluk, merupakan klaster bidan yang bekerja di Puskesmas I Negara. Setelah sebelumnya ibu, anak dan keponakannya yang tertular, kini giliran ayahnya, 61, juga terkonfirmasi positif.

Penambahan kedua juga seorang bidan asal Loloan Timur, bekerja di UGD RSU Negara. Bidan ini terkonfirmasi positif, setelah sebelumnya sempat mengeluh alami gangguan penciuman pada hidung (Anosmia).

Sedangkan penambahan ketiga adalah seorang Kepala Seksi yang bekerja di Kantor Camat Mendoyo berusia 48 tahun. Pasien asal Mendoyo Dangin Tukad ini, terkonfimasi positif setelah sebelumnya ada riwayat bepergian ke daerah dengan catatan kasus tinggi.

Terakhir, penambahan yang keempat dari  seorang warga asal Desa Yehembang. Sebelum dinyatakan positif dari hasil swab, pasien ini ada keluhan demam dan sempat bepergian keluar Jembrana.

Selain penambahan pasien positif,  satu orang pasien terkonfirmasi yang jalani isolasi mandiri di hotel dinyatakan sembuh. Sehingga jumlah pasien sembuh di Jembrana kini tercatat 106 orang.

“Penambahan positif Covid-19 masih akan terjadi, bahkan hingga dua bulan kedepan diprediksi akan mencapai puncaknya. Karena itu, tetap laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk memutus penyebarannya,” pungkas Arisantha. 


NEGARA, BALI EXPRESS -Jumlah kasus kematian karena Covid-19 di Kabupaten Jembrana, kembali bertambah. Satu orang warga Pengambengan berusia 65 tahun, meninggal dunia dan sudah dimakamkan menggunakan protokol pemakaman Covid-19, Jumat (4/9) pagi. 

Dengan penambahan itu, secara keseluruhan kini total kematian pasien Covid-19 di Jembrana berjumlah 4 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha, didampingi Kabag Humas dan Protokol, I Made Cipta Wahyudi, Jumat (4/9), mengatakan, pasien covid-19 berjenis kelamin laki-laki itu meninggal Kamis (3/9) malam sekitar pukul 20.45 Wita di RSU Negara.

Awalnya pasien itu sempat menjalani perawatan di ruang isolasi sejak 28 Agustus lalu, dan tercatat sebagai pasien suspect dengan keluhan sesak. “Dari hasil swab yang keluar tanggal 30 Agustus 2020,  pasien ini dinyatakan positif Covid-19. Pasien memiliki komorbid (penyakit penyerta), yakni hipertensi dan paru,” ujarnya.

Dengan tambahan kasus kematian itu, lanjut Arisantha, hingga kini sudah ada dua orang warga asal Desa Pengambengan yang meninggal dunia. Bahkan, lanjutnya, kedua pasien meninggal berasal dari Banjar yang sama. 

“Sesuai protokol Covid-19, pasien langsung dimakamkan di TPU Desa Pengambengan tadi pagi (kemarin). Kami masih lakukan tracing kontak terhadap pasien ini. Termasuk akan mengambil sampel swab dari keluarganya dan beberapa kontak dekatnya,” papar Arisantha.

Sementara itu, catatan jumlah pasien terkonfirmasi di Jembrana secara kumulatif, sudah menyentuh angka 161 orang. Per Jumat (kemarin) kembali bertambah kasus positif sebanyak 4 orang.

Arisantha merinci tambahan kasus itu, berasal dari Desa Baluk, merupakan klaster bidan yang bekerja di Puskesmas I Negara. Setelah sebelumnya ibu, anak dan keponakannya yang tertular, kini giliran ayahnya, 61, juga terkonfirmasi positif.

Penambahan kedua juga seorang bidan asal Loloan Timur, bekerja di UGD RSU Negara. Bidan ini terkonfirmasi positif, setelah sebelumnya sempat mengeluh alami gangguan penciuman pada hidung (Anosmia).

Sedangkan penambahan ketiga adalah seorang Kepala Seksi yang bekerja di Kantor Camat Mendoyo berusia 48 tahun. Pasien asal Mendoyo Dangin Tukad ini, terkonfimasi positif setelah sebelumnya ada riwayat bepergian ke daerah dengan catatan kasus tinggi.

Terakhir, penambahan yang keempat dari  seorang warga asal Desa Yehembang. Sebelum dinyatakan positif dari hasil swab, pasien ini ada keluhan demam dan sempat bepergian keluar Jembrana.

Selain penambahan pasien positif,  satu orang pasien terkonfirmasi yang jalani isolasi mandiri di hotel dinyatakan sembuh. Sehingga jumlah pasien sembuh di Jembrana kini tercatat 106 orang.

“Penambahan positif Covid-19 masih akan terjadi, bahkan hingga dua bulan kedepan diprediksi akan mencapai puncaknya. Karena itu, tetap laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk memutus penyebarannya,” pungkas Arisantha. 


Most Read

Artikel Terbaru

/