alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Kelompok Tani di Bangli Dapat Alsintan dan BPJS Ketenagakerjaan

BANGLI, BALI EXPRESS – Sebelas kelompok tani di Kabupaten Bangli mendapatkan alat mesin pertanian (alsintan), Kamis (5/11). Alsintan diserahkan oleh Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma mewakili Bupati Bangli I Made Gianyar di kantor Dinas Pertanian. Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar Bimo Prasetyo juga menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petani.

Terkait bantuan alsintan, Sarma menyebutkan, 11 kelompok tani tersebut terdiri dari Kelompok Tani Bukit Barak Mesari, Subak Abian Jongkok Asu, Kelompok Tani Pelanting Mentik, Kelompok Tani Mekar Sari, Kelompok Tani Woh Abian, Subak Tembuku Kawan, Subak Penida, Kelompok Tani Merta Nadi, Kelompok Tani Merta Sari, Kelompok Tani Tabeng Sari dan Subak Tibu Bolong. Alsintan berupa lima unit alat pompa air 5,5 PK  dan enam unit hand sprayer.  

Baca Juga :  HUT Ke-815 Kota Bangli, Pemkab Gelar Lomba Penjor Organik

Sebelum mendapatkan bantuan, pemerintah terlebih dulu melakukan pengecekan terhadap keberadaan kelompoknya. Termasuk penyelesaian administrasinya, seperti proposal, keberadaan subak abian/kelompok tani masuk simluhtan. “Pengajuan proposal kelompok difasilitasi oleh PPL di masing-masing di desa,” ujar Sarma.

Sementara terkait BPJS Ketenagakerjaan,  Bimo Prasetyo menyampaikan bahwa negara menunjuk BPJS untuk melindungi seluruh tenaga kerja. Baik yang bekerja di kantor maupun yang bekerja untuk dirinya sendiri. Misalnya bekerja di sektor pertanian, nelayan, perdagangan. “Itu juga berhak mendapatkan perlindungan,” sebutnya. Maka dari itu dibentuk dua BPJS, Yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan diberikan amanah oleh pemerintah untuk melindungi seluruh tenaga kerja melalui program-program yang selenggarakan. “Peserta program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bangli yang sudah menerima kartu, maka peserta dilindungi dua program. Yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kunjungan Merayap, Pemkab Karangasem Diminta Lobi Tamu Pemerintahan

Disampaikannya juga,  iuran BPJS Ketenagakerjaan ini Rp 16.800 per bulan. Apabila peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka  akan mendapatkan santunan Rp 42 juta dan apabila meninggal karena kecelakaan kerja, mendapatkan santunan 48 kali upah yang dilaporkan.


BANGLI, BALI EXPRESS – Sebelas kelompok tani di Kabupaten Bangli mendapatkan alat mesin pertanian (alsintan), Kamis (5/11). Alsintan diserahkan oleh Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma mewakili Bupati Bangli I Made Gianyar di kantor Dinas Pertanian. Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar Bimo Prasetyo juga menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petani.

Terkait bantuan alsintan, Sarma menyebutkan, 11 kelompok tani tersebut terdiri dari Kelompok Tani Bukit Barak Mesari, Subak Abian Jongkok Asu, Kelompok Tani Pelanting Mentik, Kelompok Tani Mekar Sari, Kelompok Tani Woh Abian, Subak Tembuku Kawan, Subak Penida, Kelompok Tani Merta Nadi, Kelompok Tani Merta Sari, Kelompok Tani Tabeng Sari dan Subak Tibu Bolong. Alsintan berupa lima unit alat pompa air 5,5 PK  dan enam unit hand sprayer.  

Baca Juga :  Kunjungan Merayap, Pemkab Karangasem Diminta Lobi Tamu Pemerintahan

Sebelum mendapatkan bantuan, pemerintah terlebih dulu melakukan pengecekan terhadap keberadaan kelompoknya. Termasuk penyelesaian administrasinya, seperti proposal, keberadaan subak abian/kelompok tani masuk simluhtan. “Pengajuan proposal kelompok difasilitasi oleh PPL di masing-masing di desa,” ujar Sarma.

Sementara terkait BPJS Ketenagakerjaan,  Bimo Prasetyo menyampaikan bahwa negara menunjuk BPJS untuk melindungi seluruh tenaga kerja. Baik yang bekerja di kantor maupun yang bekerja untuk dirinya sendiri. Misalnya bekerja di sektor pertanian, nelayan, perdagangan. “Itu juga berhak mendapatkan perlindungan,” sebutnya. Maka dari itu dibentuk dua BPJS, Yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan diberikan amanah oleh pemerintah untuk melindungi seluruh tenaga kerja melalui program-program yang selenggarakan. “Peserta program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bangli yang sudah menerima kartu, maka peserta dilindungi dua program. Yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Anggaran Terbatas, Pemurnian Anjing Kintamani Dibatasi

Disampaikannya juga,  iuran BPJS Ketenagakerjaan ini Rp 16.800 per bulan. Apabila peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka  akan mendapatkan santunan Rp 42 juta dan apabila meninggal karena kecelakaan kerja, mendapatkan santunan 48 kali upah yang dilaporkan.


Most Read

Artikel Terbaru

/