alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Tingkatkan Produktivitas UMKM, PLN Berikan Satu Molist Booth

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Satu unit gerobak motor listrik atau Molist Booth diberikan kepada salah satu pelaku UMKM di Buleleng. Bantuan itu diberikan untuk Made Liadi, pengusaha abon Ma’Ira. Bantuan gerobak motor listrik (Molist Booth) merupakan bantuan dari PLN Pusat dan diteruskan melalui ULP PLN Singaraja. Gerobak motor listrik ini diharapkan akan mendorong ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada UMKM. Penyaluran gerobak motor listrik ini bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro kecil Menengah (UMKM). Untuk di Bali dari PLN Pusat memberikan 15 unit dan didistribusikan di seluruh Kabupaten.

Ditemui usai menyerahkan bantuan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berpesan agar bantuan bisa digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya serta dapat meningkatkan penghasilan. Selain untuk membantu UMKM, bantuan gerobak motor listrik ini diberikan sebagai edukasi kepada masyarakat tentang keramahan lingkungan. “Ini sebuah upaya juga dari PLN untuk mensosialisasikan tentang keramahan energy ramah lingkungan,” sambungnya.

Dirinya berharap, bantuan yang sama dapat diberikan lagi untuk meningkatkan perekonomian UMKM di Buleleng. “Kedepan saya berharap mudah-mudahan PLN bisa memberikan lebih banyak lagi untuk bantun kepada UKM di Buleleng, sehingga ada distribusi yang menyeluruh dimasyarakat menyangkut cara-cara pemasaran yang baik,” harapnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberian bantuan gerobak motor listrik kepada UMKM di Buleleng utamanya pedagang kecil, Manager ULP PLN Singaraja Ida Bagus Komang Darma Yudanta menjelaskan,hal ini merupakan sinergi PLN dengan Pemkab Buleleng dan UMKM, dan upaya untuk peningkatan disisi informasi terkait dengan adanya motor listrik. Dalam menentukan penerima bantuan, PLN memiliki katagorinya tersendiri. Di Kabupaten Buleleng ada 10 pelaku UMKM yang terdaftar. Namun dari 10 pelaku UMKM hanya 2 yang masuk katagori. “Katagori yang pertama memang home industri dan memang disisi aset juga kecil, tapi disisi produksinya besar. Artinya dari analisa PLN memberikan itu yaitu, bisa mengedukasi masyarakat lebih banyak, walaupun dari sisi permodalan itu kecil, tapi disisi penjualan atau permintaan itu besar. Di Buleleng ada dua tapi baru terealisasi 1 unit mudah-mudahan yang satu lagi bisa terealisasi tahun inti atau tahun depan,” jelasnya.

Disisi lain, penerima bantuan Made Liadi mengaku dengan adanya gerobak motor listrik ini, dirinya mampu memperluas jangkauan pemasaran abon miliknya. Dirinya menuturkan, dimasa pandemi ini omset penjualan sangat jauh menurun dari sebelumnya. Namun, dengan adanya bantuan ini, dirinya bisa meningkatkan penjualan dengan cara online dan offline. Dirinya juga berencana akan berjualan di tempat-tempat pariwisata dengan menggunakan gerobak motor listrik tersebut. “Sekarang zaman digital yang belanja rata-rata ingin COD kaya gitu. Kalau kita tidak meladeni kalau hanya ofline kan kurang jalan juga usahanya karena kita tidak mengikuti zaman. Jadi dengan motor ini saya bisa mengantar produk kemana-mana sampai tempat tujuan konsumen yang memesan langsung,” lanjutnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Satu unit gerobak motor listrik atau Molist Booth diberikan kepada salah satu pelaku UMKM di Buleleng. Bantuan itu diberikan untuk Made Liadi, pengusaha abon Ma’Ira. Bantuan gerobak motor listrik (Molist Booth) merupakan bantuan dari PLN Pusat dan diteruskan melalui ULP PLN Singaraja. Gerobak motor listrik ini diharapkan akan mendorong ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada UMKM. Penyaluran gerobak motor listrik ini bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro kecil Menengah (UMKM). Untuk di Bali dari PLN Pusat memberikan 15 unit dan didistribusikan di seluruh Kabupaten.

Ditemui usai menyerahkan bantuan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berpesan agar bantuan bisa digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya serta dapat meningkatkan penghasilan. Selain untuk membantu UMKM, bantuan gerobak motor listrik ini diberikan sebagai edukasi kepada masyarakat tentang keramahan lingkungan. “Ini sebuah upaya juga dari PLN untuk mensosialisasikan tentang keramahan energy ramah lingkungan,” sambungnya.

Dirinya berharap, bantuan yang sama dapat diberikan lagi untuk meningkatkan perekonomian UMKM di Buleleng. “Kedepan saya berharap mudah-mudahan PLN bisa memberikan lebih banyak lagi untuk bantun kepada UKM di Buleleng, sehingga ada distribusi yang menyeluruh dimasyarakat menyangkut cara-cara pemasaran yang baik,” harapnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberian bantuan gerobak motor listrik kepada UMKM di Buleleng utamanya pedagang kecil, Manager ULP PLN Singaraja Ida Bagus Komang Darma Yudanta menjelaskan,hal ini merupakan sinergi PLN dengan Pemkab Buleleng dan UMKM, dan upaya untuk peningkatan disisi informasi terkait dengan adanya motor listrik. Dalam menentukan penerima bantuan, PLN memiliki katagorinya tersendiri. Di Kabupaten Buleleng ada 10 pelaku UMKM yang terdaftar. Namun dari 10 pelaku UMKM hanya 2 yang masuk katagori. “Katagori yang pertama memang home industri dan memang disisi aset juga kecil, tapi disisi produksinya besar. Artinya dari analisa PLN memberikan itu yaitu, bisa mengedukasi masyarakat lebih banyak, walaupun dari sisi permodalan itu kecil, tapi disisi penjualan atau permintaan itu besar. Di Buleleng ada dua tapi baru terealisasi 1 unit mudah-mudahan yang satu lagi bisa terealisasi tahun inti atau tahun depan,” jelasnya.

Disisi lain, penerima bantuan Made Liadi mengaku dengan adanya gerobak motor listrik ini, dirinya mampu memperluas jangkauan pemasaran abon miliknya. Dirinya menuturkan, dimasa pandemi ini omset penjualan sangat jauh menurun dari sebelumnya. Namun, dengan adanya bantuan ini, dirinya bisa meningkatkan penjualan dengan cara online dan offline. Dirinya juga berencana akan berjualan di tempat-tempat pariwisata dengan menggunakan gerobak motor listrik tersebut. “Sekarang zaman digital yang belanja rata-rata ingin COD kaya gitu. Kalau kita tidak meladeni kalau hanya ofline kan kurang jalan juga usahanya karena kita tidak mengikuti zaman. Jadi dengan motor ini saya bisa mengantar produk kemana-mana sampai tempat tujuan konsumen yang memesan langsung,” lanjutnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/