alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Pakai Pola Hybrid, Pameran UMKM Bali Bangkit Resmi Dibuka

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang pengujung 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Pameran UMKM Bali Bangkit.

Pameran yang dibuka secara resmi, Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, digelar dengan pola hybrid, yaitu mengkombinasikan pola promosi dan transaksi secara konvensional atau offline. Serta dalam jaringan (daring) atau online dengan memanfaatkan balimall.id sebagai marketplace.

Pola tersebut sengaja digelar agar kepentingan mempromosikan produk-produk UMKM Bali tetap jalan pada masa pandemi Covid-19. Namun di sisi lain, penerapan protokol kesehatan (prokes) sebagai langkah mencegah risiko penyebaran Covid-19 juga terlaksana.

Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster yang hadir dalam pembukaan pameran tersebut mengatakan, optimisme para pelaku UMKM mesti dijaga, sekalipun pandemi Covid-19 sampai sejauh ini masih terjadi.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan karena geliat UMKM yang justru menjaga perekonomian Bali sampai sejauh ini.

“Jadi baik sekali kalau diberi ruang dan kesempatan (untuk promosi) kemudian mendatangkan pembelinya agar lebih memberikan semangat kepada pelaku UMKM,” ujar Suastini Koster usai pembukaan pameran tersebut.

Eksebisi ini, sambung dia, justru akan menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM di Bali untuk mempersiapkan produk-produk berkualitasnya.

 “Begitu pandemi melandai atau surut, tidak kaget lagi, karena sudah siap menerima kehadiran wisatawan datang lagi ke Bali, meskipun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” sambung istri Gubernur Bali ini.

Karena itu, pola pelaksanaan pameran tersebut dilakukan secara kombinasi atau hybrid. Secara offline dilaksanakan lewat pameran konvensional dengan tetap menghindari risiko kerumunan orang.

Lantas secara online, produk-produk dari peserta pameran dietalasekan pada balimall.id. “Malah di marketplace itu sudah ada juga yang jualan,” sebutnya

Dia menegaskan, kegiatan pameran tersebut mengusung semangat untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk. “Tidak berpikiran menjual sebanyak-banyaknya, omzet setinggi-tingginya. Yang penting kegiatan ini ada dan diketahui,” tegasnya.

Pola pameran yang mengkombinasikan cara konvensional dan memanfaatkan marketplace ini juga disampaikan Kepala Disperindag Bali, Wayan Jarta, dalam sambutannya di acara pembukaan tersebut.

 “Mungkin bisa menjadi kebanggaan bersama karena balimall.id ini menjadi satu-satunya marketplace dari Bali yang terdaftar di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) Pusat dari 12 marketplace yang ada,” ujar Jarta.

Sedangkan pameran secara offline dilaksanakan secara konvensional di Taman Budaya. Hanya saja pola transaksinya dilakukan secara nontunai dengan memanfaatkan QRISK BPD Bali.

Pameran ini dilaksanakan mulai Jumat (4/12) sampai 31 Desember 2020. Dengan mempertimbangkan penerapan prokes, khususnya jaga jarak fisik, pameran ini dilaksanakan dalam dua tahap.

Jarta menguraikan, tahap pertama berlangsung Jumat sampai dengan 16 September 2020. Pesertanya terdiri dari 10 UMKM kuliner dan 88 IKM atau Industri Kecil Menengah.

Dilanjutkan tahap kedua pada 18 Desember sampai dengan 31 Desember 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 10 UMKM kuliner dan 83 IKM.

Lokasi pelaksanaannya terbagi menjadi dua area. Satu di bawah Gedung Ksirarnawa, dan satu area lagi di bawah panggung terbuka Ardha Candra.

Dikatakan, pameran ini merupakan upaya Pemprov Bali melalui Disperindag yang bersinergi dengan Dekranasda Bali untuk membina dan memfasilitasi UMKM dan IKM agar tetap memiliki ruang produksi dan promosi.

Masih dalam sambutannya, Jarta menyebutkan lewat pameran tersebut, pihaknya berharap UMKM dan IKM dapat bangkit, optimis, produktif, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan produk-produk unggul berbasis branding budaya Bali.

 “Serta meningkatkan peluang yang ada untuk membangkitkan perekonomian Bali. Karena pandemi menuntut semua pihak secara cepat dan tepat mencari solusi pada situasi sulit seperti ini. Sehingga UMKM Bali menjadi lebih tanggung dan berdaya saing tinggi,” tukasnya.

Pameran tersebut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Bali, Ketua Dharma Pertiwi Wilayah J, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari Bali, Dirut BPD Bali, Dirut Jamkrida, owner Bali Yoni Grup, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali.

Pembukaan pemeran itu juga diisi dengan peragaan busana oleh Star Model. Serta yang menarik peragaan busana oleh Dharma Wanita Persatuan Bali. Bahkan di akhir acara, para kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali ditodong untuk mendampingi istri-istrinya yang juga anggota Dharma Wanita Persatuan Bali untuk melakukan peragaan busana.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang pengujung 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Pameran UMKM Bali Bangkit.

Pameran yang dibuka secara resmi, Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, digelar dengan pola hybrid, yaitu mengkombinasikan pola promosi dan transaksi secara konvensional atau offline. Serta dalam jaringan (daring) atau online dengan memanfaatkan balimall.id sebagai marketplace.

Pola tersebut sengaja digelar agar kepentingan mempromosikan produk-produk UMKM Bali tetap jalan pada masa pandemi Covid-19. Namun di sisi lain, penerapan protokol kesehatan (prokes) sebagai langkah mencegah risiko penyebaran Covid-19 juga terlaksana.

Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster yang hadir dalam pembukaan pameran tersebut mengatakan, optimisme para pelaku UMKM mesti dijaga, sekalipun pandemi Covid-19 sampai sejauh ini masih terjadi.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan karena geliat UMKM yang justru menjaga perekonomian Bali sampai sejauh ini.

“Jadi baik sekali kalau diberi ruang dan kesempatan (untuk promosi) kemudian mendatangkan pembelinya agar lebih memberikan semangat kepada pelaku UMKM,” ujar Suastini Koster usai pembukaan pameran tersebut.

Eksebisi ini, sambung dia, justru akan menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM di Bali untuk mempersiapkan produk-produk berkualitasnya.

 “Begitu pandemi melandai atau surut, tidak kaget lagi, karena sudah siap menerima kehadiran wisatawan datang lagi ke Bali, meskipun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” sambung istri Gubernur Bali ini.

Karena itu, pola pelaksanaan pameran tersebut dilakukan secara kombinasi atau hybrid. Secara offline dilaksanakan lewat pameran konvensional dengan tetap menghindari risiko kerumunan orang.

Lantas secara online, produk-produk dari peserta pameran dietalasekan pada balimall.id. “Malah di marketplace itu sudah ada juga yang jualan,” sebutnya

Dia menegaskan, kegiatan pameran tersebut mengusung semangat untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk. “Tidak berpikiran menjual sebanyak-banyaknya, omzet setinggi-tingginya. Yang penting kegiatan ini ada dan diketahui,” tegasnya.

Pola pameran yang mengkombinasikan cara konvensional dan memanfaatkan marketplace ini juga disampaikan Kepala Disperindag Bali, Wayan Jarta, dalam sambutannya di acara pembukaan tersebut.

 “Mungkin bisa menjadi kebanggaan bersama karena balimall.id ini menjadi satu-satunya marketplace dari Bali yang terdaftar di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) Pusat dari 12 marketplace yang ada,” ujar Jarta.

Sedangkan pameran secara offline dilaksanakan secara konvensional di Taman Budaya. Hanya saja pola transaksinya dilakukan secara nontunai dengan memanfaatkan QRISK BPD Bali.

Pameran ini dilaksanakan mulai Jumat (4/12) sampai 31 Desember 2020. Dengan mempertimbangkan penerapan prokes, khususnya jaga jarak fisik, pameran ini dilaksanakan dalam dua tahap.

Jarta menguraikan, tahap pertama berlangsung Jumat sampai dengan 16 September 2020. Pesertanya terdiri dari 10 UMKM kuliner dan 88 IKM atau Industri Kecil Menengah.

Dilanjutkan tahap kedua pada 18 Desember sampai dengan 31 Desember 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 10 UMKM kuliner dan 83 IKM.

Lokasi pelaksanaannya terbagi menjadi dua area. Satu di bawah Gedung Ksirarnawa, dan satu area lagi di bawah panggung terbuka Ardha Candra.

Dikatakan, pameran ini merupakan upaya Pemprov Bali melalui Disperindag yang bersinergi dengan Dekranasda Bali untuk membina dan memfasilitasi UMKM dan IKM agar tetap memiliki ruang produksi dan promosi.

Masih dalam sambutannya, Jarta menyebutkan lewat pameran tersebut, pihaknya berharap UMKM dan IKM dapat bangkit, optimis, produktif, kreatif, dan inovatif untuk menghasilkan produk-produk unggul berbasis branding budaya Bali.

 “Serta meningkatkan peluang yang ada untuk membangkitkan perekonomian Bali. Karena pandemi menuntut semua pihak secara cepat dan tepat mencari solusi pada situasi sulit seperti ini. Sehingga UMKM Bali menjadi lebih tanggung dan berdaya saing tinggi,” tukasnya.

Pameran tersebut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Bali, Ketua Dharma Pertiwi Wilayah J, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari Bali, Dirut BPD Bali, Dirut Jamkrida, owner Bali Yoni Grup, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali.

Pembukaan pemeran itu juga diisi dengan peragaan busana oleh Star Model. Serta yang menarik peragaan busana oleh Dharma Wanita Persatuan Bali. Bahkan di akhir acara, para kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali ditodong untuk mendampingi istri-istrinya yang juga anggota Dharma Wanita Persatuan Bali untuk melakukan peragaan busana.


Most Read

Artikel Terbaru

/