alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Perkelahian Sengit Dua Keluarga di Kaliasem

Terungkap Fakta, Sempat Pesta Miras, Toris dan Mas Cekcok Lalu Saling Tantang

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sebelum terjadi perkelahian yang berujung pada penganiayaan, kedua keluarga antara Kadek Arsana alias Toris dan Putu Mas Merta sempat adu mulut. Mereka saling bersahutan ketika Toris usai pesta miras di rumah tetangganya. Perkataan-perkataan Toris pun disambut oleh Putu Mas hingga akhirnya muncul emosi dan saling menantang satu sama lain.

 

Hingga Minggu (6/3) siang, penyidik Polsek Banjar masih melakukan penyelidikan terkait kasus yang melibatkan dua keluarga di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa itu tak luput dari pemeriksaan penyidik Polsek Banjar.

 

Adapun empat saksi telah diperiksa. Diantaranya saksi korban, saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta saksi yang turut pesta miras bersama Toris, Jumat (4/3) malam. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diakui memang benar Toris sempat minum miras malam itu. Ia minum bersama beberapa kawan yang rumahnya berdekatan dengan Toris dan Putu Mas. Setelah minum, terjadi saling sahut antara Toris dengan keluarga Putu Mas Merta. Hal ini kemudian menyebabkan ketersinggungan, hingga berujung pada perkelahian. “Yang minum itu Toris. Bersama beberapa kawan di dekat rumahnya. Kalau Putu Mas tidak minum. Ini masih kami dalami lagi, karena hingga saat ini Toris, belum bisa dimintai keterangan, karena masih merasa pusing akibat luka di kepalanya,” ungkap Kapolsek Banjar, Kompol I Gusti Ngurah Sudarsana.

 

Polisi juga masih belum bisa memastikan luka yang dialami Toris adalah luka dari Putu Mas lantaran berusaha melindungi diri dari serangan Toris. Hal itu dikarenakan keluarga Putu Mas masih dirawat di ICU, sehingga belum bisa dimintai keterangan dengan jelas.”Kalau semua sudah bisa dimintai keterangan, kami akan melakukan gelar perkara, kemudian penetapan tersangka. Jadi mohon bersabar, penyidik masih mendalami kasus ini,” terangnya.

 

Sudarsana juga mengakui adanya laporan dari Toris lantaran turut menjadi korban karena terkena pukulan dari keluarga Putu Mas. Namun laporan tersebut disampaikan ke Polres Buleleng. “Supaya penyelidikannya profesional, laporan Toris ini dilakukan di Polres Buleleng. Kami menangani laporan dari keluarga Putu Mas. Supaya nanti tidak berat sebelah,” ujarnya.

 

Terpisah, Dirut RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugraha mengatakan, saat ini ada tiga korban penganiayaan yang dirawat inap di RSUD Buleleng. Diantaranya adalah Putu Mas Merta, bersama dua anaknya yakni Kadek Bayu Widana (17) dan Komang Neka Muliadi (14). Sementara istri dari Putu Mas Merta bernama Luh Ayu Widiani hanya rawat jalan. Untuk Putu Mas Merta dan Komang Neka harus dirawat di ruang ICU 2, karena sempat menjalani operasi.

 

Tindakan operasi dilakukan sebab berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Putu Mas Merta dinyatakan mengalami cidera kepala berat. Sementara Komang Neka Muliadi mengalami cidera otak sedang. Pun demikian setelah menjalani operasi, kondisi keduanya berangsur membaik dan stabil. Akan tetapi masih tetap dibawah pengawasan dokter. “Kesadarannya juga sudah normal. Sementara pasien atas nama Kadek Bayu mengalami CKR dan sudah diberikan penanganan. Untuk pasien Luh Ayu Widiani rawat jalan,” jelasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sebelum terjadi perkelahian yang berujung pada penganiayaan, kedua keluarga antara Kadek Arsana alias Toris dan Putu Mas Merta sempat adu mulut. Mereka saling bersahutan ketika Toris usai pesta miras di rumah tetangganya. Perkataan-perkataan Toris pun disambut oleh Putu Mas hingga akhirnya muncul emosi dan saling menantang satu sama lain.

 

Hingga Minggu (6/3) siang, penyidik Polsek Banjar masih melakukan penyelidikan terkait kasus yang melibatkan dua keluarga di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa itu tak luput dari pemeriksaan penyidik Polsek Banjar.

 

Adapun empat saksi telah diperiksa. Diantaranya saksi korban, saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta saksi yang turut pesta miras bersama Toris, Jumat (4/3) malam. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diakui memang benar Toris sempat minum miras malam itu. Ia minum bersama beberapa kawan yang rumahnya berdekatan dengan Toris dan Putu Mas. Setelah minum, terjadi saling sahut antara Toris dengan keluarga Putu Mas Merta. Hal ini kemudian menyebabkan ketersinggungan, hingga berujung pada perkelahian. “Yang minum itu Toris. Bersama beberapa kawan di dekat rumahnya. Kalau Putu Mas tidak minum. Ini masih kami dalami lagi, karena hingga saat ini Toris, belum bisa dimintai keterangan, karena masih merasa pusing akibat luka di kepalanya,” ungkap Kapolsek Banjar, Kompol I Gusti Ngurah Sudarsana.

 

Polisi juga masih belum bisa memastikan luka yang dialami Toris adalah luka dari Putu Mas lantaran berusaha melindungi diri dari serangan Toris. Hal itu dikarenakan keluarga Putu Mas masih dirawat di ICU, sehingga belum bisa dimintai keterangan dengan jelas.”Kalau semua sudah bisa dimintai keterangan, kami akan melakukan gelar perkara, kemudian penetapan tersangka. Jadi mohon bersabar, penyidik masih mendalami kasus ini,” terangnya.

 

Sudarsana juga mengakui adanya laporan dari Toris lantaran turut menjadi korban karena terkena pukulan dari keluarga Putu Mas. Namun laporan tersebut disampaikan ke Polres Buleleng. “Supaya penyelidikannya profesional, laporan Toris ini dilakukan di Polres Buleleng. Kami menangani laporan dari keluarga Putu Mas. Supaya nanti tidak berat sebelah,” ujarnya.

 

Terpisah, Dirut RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugraha mengatakan, saat ini ada tiga korban penganiayaan yang dirawat inap di RSUD Buleleng. Diantaranya adalah Putu Mas Merta, bersama dua anaknya yakni Kadek Bayu Widana (17) dan Komang Neka Muliadi (14). Sementara istri dari Putu Mas Merta bernama Luh Ayu Widiani hanya rawat jalan. Untuk Putu Mas Merta dan Komang Neka harus dirawat di ruang ICU 2, karena sempat menjalani operasi.

 

Tindakan operasi dilakukan sebab berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Putu Mas Merta dinyatakan mengalami cidera kepala berat. Sementara Komang Neka Muliadi mengalami cidera otak sedang. Pun demikian setelah menjalani operasi, kondisi keduanya berangsur membaik dan stabil. Akan tetapi masih tetap dibawah pengawasan dokter. “Kesadarannya juga sudah normal. Sementara pasien atas nama Kadek Bayu mengalami CKR dan sudah diberikan penanganan. Untuk pasien Luh Ayu Widiani rawat jalan,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/