alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Buat di Rumah, Residivis Jual Kue Berbahan Narkoba Jenis Baru dari Cina

DENPASAR, BALI EXPRESS – Modus baru pengedar narkoba berhasil diungkap Polresta Denpasar bersama instansi terkait. Kali ini pelakunya seorang residivis bernama Emanuel Chaesar Bagaskara, 24, dengan membuat kue berbahan narkoba di rumahnya Jalan Ida Bagus Oka Gang Pasa Tempo Nomor 9, Panjer, Denpasar Selatan.

 

Kasus ini dibeberkan langsung di rumah tersangka oleh Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas didampingi Kasatresnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo. Turut serta juga Pengawas Tahanan Barang Bukti Bidang Pemberantasan BNNP Bali Aipda Made Rinjani Putra dan Kanit Narkoba Labfor Polda Bali Kompol Imam Mahmudi, pada Rabu (6/4).

 

Dijelaskan, penangkapan tersangka bermula ketika Tim Gabungan melakukan penyelidikan atas informasi Bea Cukai tentang adanya kiriman barang dicurigai narkoba dari Cina di sebuah kantor pos pada Rabu (16/3). “Kami sempat menelusuri si penerima barang di kantor pos tersebut, namun orangnya tak kunjung datang,” tutur Bambang.

 

Petugas pun melakukan counter delivery (menelusuri kemana barang dikirimkan) guna mengetahui pelakunya. Hingga pada Jumat (1/4), Tim Gabungan menyanggong di Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar Selatan, karena diperoleh informasi akan ada transaksi barang itu di sana. Benar saja sekitar pukul 19.00, petugas melihat Chaesar hendak mengambil paketan.

 

“Tersangka dengan gerak-gerik mencurigakan mengambil paket yang dibungkus kresek putih di bawah sebuah pohon pisang pinggir jalan,” bebernya lebih rinci. Tanpa buang waktu tersangka berhasil diringkus. Saat diinterogasi, pria yang ternyata seorang residivis kasus narkoba pada 2018 ini mengaku barang kiriman tersebut akan dijadikan kue. Dia membuat sendiri di rumahnya dan sudah ada beberapa yang jadi.

 

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan ke rumah yang dimaksud. Hasilnya didapati barang bukti berupa sekantong plastik berisi 19 potong kue berbentuk cookies yang diduga mengandung narkotika, tepatnya pada ruang tamu. Selain itu, satu plastik klip berisi serbuk warna kuning, satu plastik klip berisi sebuk warna cream, sebuah timbangan elektrik.

 

Kemudian sebuah kompor gas, satu gelas stainles, sendok stainles, korek api gas, satu botol liquid vape, satu pipa kaca, hingga buah Hp Iphone warna hitam. “Barang-barang yang ditemukan itu merupakan peralatan pembuat kue, sementara serbuk warna kuning dan warna cream adalah bahannya,” tambah Perwira Melati Dua di pundak ini.

 

Agar menjadi kue, Chaesar yang selama ini tinggal dengan neneknya di rumah itu mencampur serbuk kuning dan serbuk cream dengan tepung terigu, telor ayam, air, liquid vape, mentega, gula pasir, garam, serta baking soda sampai menjadi adonan, berikut dioven. Lebih lanjut, Chaesar mengakui diminta membuat 100 kue berisi narkoba oleh orang bernama Dimas pada awal Maret 2022. 80 kue dijual kembali oleh pelaku kepada orang tersebut, sementara 20 sisanya dia konsumsi sendiri.

 

Petugas Labfor Polda Bali lantas menguji kandungan kue tersebut. Pengujian menggunakan FTIR  memperlihatkan memiliki kandungan organic compound. Sementara dengan GCMS memperlihatkan memiliki  kandungan ADB-FUBIATA dan kandungan lain minor. “Contoh uji tidak larut dalam air dan larut dalam kloroform, diidentifikasi sebagai bahan kimia organik mengandung ADB-FUBIATA dan kandungan lain minor,” lanjut mantan Kapolres Sukoharjo itu.

 

Disebutkan olehnya, ADB-FUBIATA yang ada didalam paket kiriman tersebut memang CBD sebagai narkotika golongan satu turunan dari Ganja, namun belum masuk dalam lampiran UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan lampiran Permenkes Nomor 4 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan narkotika, tapi apabila diungkap, bisa menjadi peringatan terhadap Kemenkes untuk disegerakan masuk dalam daftar lampiran narkotika terbaru (NPS).

 

Meski demikian, Chaesar tetap disangkakan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika, dengan pidana penjara empat sampai 12 tahun. “Jadi narkotika yang dikemas dalam bentuk kookies ini yang pertama kali ditemukan di wilayah Denpasar, sehingga ini menjadi ancaman bersama, karena orang-orang tidak mudah mengetahui kue ini merupakan narkotika, tapi setelah dikonsumsi maka berdampak seperti ngefly, kiriman dari Cina ini juga menandakan bahwa adanya (NPS) jenis baru masuk ke Indonesia melalui Bali,” ucapnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Modus baru pengedar narkoba berhasil diungkap Polresta Denpasar bersama instansi terkait. Kali ini pelakunya seorang residivis bernama Emanuel Chaesar Bagaskara, 24, dengan membuat kue berbahan narkoba di rumahnya Jalan Ida Bagus Oka Gang Pasa Tempo Nomor 9, Panjer, Denpasar Selatan.

 

Kasus ini dibeberkan langsung di rumah tersangka oleh Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas didampingi Kasatresnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo. Turut serta juga Pengawas Tahanan Barang Bukti Bidang Pemberantasan BNNP Bali Aipda Made Rinjani Putra dan Kanit Narkoba Labfor Polda Bali Kompol Imam Mahmudi, pada Rabu (6/4).

 

Dijelaskan, penangkapan tersangka bermula ketika Tim Gabungan melakukan penyelidikan atas informasi Bea Cukai tentang adanya kiriman barang dicurigai narkoba dari Cina di sebuah kantor pos pada Rabu (16/3). “Kami sempat menelusuri si penerima barang di kantor pos tersebut, namun orangnya tak kunjung datang,” tutur Bambang.

 

Petugas pun melakukan counter delivery (menelusuri kemana barang dikirimkan) guna mengetahui pelakunya. Hingga pada Jumat (1/4), Tim Gabungan menyanggong di Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar Selatan, karena diperoleh informasi akan ada transaksi barang itu di sana. Benar saja sekitar pukul 19.00, petugas melihat Chaesar hendak mengambil paketan.

 

“Tersangka dengan gerak-gerik mencurigakan mengambil paket yang dibungkus kresek putih di bawah sebuah pohon pisang pinggir jalan,” bebernya lebih rinci. Tanpa buang waktu tersangka berhasil diringkus. Saat diinterogasi, pria yang ternyata seorang residivis kasus narkoba pada 2018 ini mengaku barang kiriman tersebut akan dijadikan kue. Dia membuat sendiri di rumahnya dan sudah ada beberapa yang jadi.

 

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan ke rumah yang dimaksud. Hasilnya didapati barang bukti berupa sekantong plastik berisi 19 potong kue berbentuk cookies yang diduga mengandung narkotika, tepatnya pada ruang tamu. Selain itu, satu plastik klip berisi serbuk warna kuning, satu plastik klip berisi sebuk warna cream, sebuah timbangan elektrik.

 

Kemudian sebuah kompor gas, satu gelas stainles, sendok stainles, korek api gas, satu botol liquid vape, satu pipa kaca, hingga buah Hp Iphone warna hitam. “Barang-barang yang ditemukan itu merupakan peralatan pembuat kue, sementara serbuk warna kuning dan warna cream adalah bahannya,” tambah Perwira Melati Dua di pundak ini.

 

Agar menjadi kue, Chaesar yang selama ini tinggal dengan neneknya di rumah itu mencampur serbuk kuning dan serbuk cream dengan tepung terigu, telor ayam, air, liquid vape, mentega, gula pasir, garam, serta baking soda sampai menjadi adonan, berikut dioven. Lebih lanjut, Chaesar mengakui diminta membuat 100 kue berisi narkoba oleh orang bernama Dimas pada awal Maret 2022. 80 kue dijual kembali oleh pelaku kepada orang tersebut, sementara 20 sisanya dia konsumsi sendiri.

 

Petugas Labfor Polda Bali lantas menguji kandungan kue tersebut. Pengujian menggunakan FTIR  memperlihatkan memiliki kandungan organic compound. Sementara dengan GCMS memperlihatkan memiliki  kandungan ADB-FUBIATA dan kandungan lain minor. “Contoh uji tidak larut dalam air dan larut dalam kloroform, diidentifikasi sebagai bahan kimia organik mengandung ADB-FUBIATA dan kandungan lain minor,” lanjut mantan Kapolres Sukoharjo itu.

 

Disebutkan olehnya, ADB-FUBIATA yang ada didalam paket kiriman tersebut memang CBD sebagai narkotika golongan satu turunan dari Ganja, namun belum masuk dalam lampiran UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan lampiran Permenkes Nomor 4 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan narkotika, tapi apabila diungkap, bisa menjadi peringatan terhadap Kemenkes untuk disegerakan masuk dalam daftar lampiran narkotika terbaru (NPS).

 

Meski demikian, Chaesar tetap disangkakan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika, dengan pidana penjara empat sampai 12 tahun. “Jadi narkotika yang dikemas dalam bentuk kookies ini yang pertama kali ditemukan di wilayah Denpasar, sehingga ini menjadi ancaman bersama, karena orang-orang tidak mudah mengetahui kue ini merupakan narkotika, tapi setelah dikonsumsi maka berdampak seperti ngefly, kiriman dari Cina ini juga menandakan bahwa adanya (NPS) jenis baru masuk ke Indonesia melalui Bali,” ucapnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/