alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Ternyata, Bagi-Bagi Kue untuk Siswa Juga Terjadi di Bangli

BANGLI, BALI EXPRESS- Aksi orang tak dikenal bagi-bagi kue dan gelang untuk siswa tidak hanya bikin heboh di Gianyar. Ternyata juga terjadi di Bangli, namun ada sekolah yang menolak maupun menerima, tapi tidak diberikan kepada siswanya.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), dua orang tak dikenal (laki-laki dan perempuan) mendatangi SMPN 1 Tembuku, Rabu (6/4) lalu. Mereka meminta izin dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Tembuku I Putu Eka Pradnyana untuk membagikan permen, gelang dan snack  untuk siswa di sana.

Dengan tegas, kepala sekolah ini menolak pemberian itu. Ia khawatir terjadi sesuatu yang kurang baik dengan siswanya. Sebab, dua orang yang mengaku dari sebuah yayasan itu datang tanpa izin dari Dinas Pendidikan Bangli.

Tiang (saya) dengar informasi sebelumnya. Takut ada narkoba atau bagaimana,” katanya.

Sebelum bertemu dengan Eka Pradnyana, kedua orang itu sehari sebelumnya juga sempat datang ke sekolah setempat. Namun karena gagal bertemu dengan kepala sekolah, lantaran sedang rapat, mereka akhirnya datang lagi Rabu (6/4). Nah kebetulan bisa bertemu dengan kepala sekolah yang saat itu keluar untuk membeli pulpen.


BANGLI, BALI EXPRESS- Aksi orang tak dikenal bagi-bagi kue dan gelang untuk siswa tidak hanya bikin heboh di Gianyar. Ternyata juga terjadi di Bangli, namun ada sekolah yang menolak maupun menerima, tapi tidak diberikan kepada siswanya.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), dua orang tak dikenal (laki-laki dan perempuan) mendatangi SMPN 1 Tembuku, Rabu (6/4) lalu. Mereka meminta izin dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Tembuku I Putu Eka Pradnyana untuk membagikan permen, gelang dan snack  untuk siswa di sana.

Dengan tegas, kepala sekolah ini menolak pemberian itu. Ia khawatir terjadi sesuatu yang kurang baik dengan siswanya. Sebab, dua orang yang mengaku dari sebuah yayasan itu datang tanpa izin dari Dinas Pendidikan Bangli.

Tiang (saya) dengar informasi sebelumnya. Takut ada narkoba atau bagaimana,” katanya.

Sebelum bertemu dengan Eka Pradnyana, kedua orang itu sehari sebelumnya juga sempat datang ke sekolah setempat. Namun karena gagal bertemu dengan kepala sekolah, lantaran sedang rapat, mereka akhirnya datang lagi Rabu (6/4). Nah kebetulan bisa bertemu dengan kepala sekolah yang saat itu keluar untuk membeli pulpen.


Most Read

Artikel Terbaru

/