alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Boat di Benoa Terbakar, Satu Crew Terluka

BADUNG, BALI EXPRESS – Sebuah kapal speed boat bernama Sweet Stanly Bali Apollo mengalami kebakaran di Apollo Water Sport, Jalan Pratama Nomor 70, Tanjung Benoa, Kuta Selatan Badung pada Jumat (6/5) pukul 09.00. Apesnya, insiden itu terjadi saat kapal tersebut mengangkut penumpang.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi menerangkan kejadian bermula ketika ada enam tamu, yakni tiga perempuan dan tiga laki-laki yang tidak disebut namanya mendatangi Bali Apollo Water Sport dengan tujuan mengambil item main parasailing adventure. Diketahui, parasailing ini berupa parasut terjun payung yang ditarik menggunakan boat di laut, sehingga tamu bisa terus melayang.

 

“Untuk data tamu tidak ditemukan, karena pihak Bali Apollo Water Sport menyampaikan dalam organisasi Gahawisri ( Gabungan Usaha Wisata Tirta Bahari ) tidak menyarankan pengelola water sport untuk meminta data identitas (pengenal) saat akan menggunakan item pada wisata bahari,” tuturnya. Mereka lantas menaiki Boat Taxi menuju boat penarik paraisailing di Tanjung Benoa.

 

Boat penarik ini dikemudikan Arif Rahman bersama crew kapal bernama Martinus Ngajo, Tanga Arsenus serta beberapa crew lainnya. Para penumpang dipasangi life jacket dan harnest, lalu mesin pendorong boat dihidupkan. Namun, ketika penarik parasailing yang posisinya ada di dalam kapal bagian belakang dihidupkan oleh Ngajo, tiba-tiba saja muncul ledakan kecil.

 

Bahkan ledakan itu disusul percikan api dari mesin tersebut hingga membesar. Bahkan asapnya tebal membumbung tinggi. Melihat hal itu, para wisatawan dan crew kapal sontak menyelamatkan diri dengan lompat ke laut. Selanjutnya Ngajo dan Arif membantu para wisatawan untuk naik ke atas boat taxi. Kebetulan pihak Water Sport bernama I Made Tromat, menghubungi Ngajo untuk menanyakan bagaimana perkembangan kegiatan parasailing para tamu.

 

Saat itulah disampaikan ada kebakaran pada mesin kapal namun wisatawan berhasil dievakuasi. Alhasil Tromat segera menghubungi Direktorat Satpolairud Polda Bali dan tidak lama kemudian datanglah Kapal PT Tirta yang ikut membantu untuk memadamkan api. Selanjutnya kapal yang terbakar ditarik menggunakan speed boat dari pihak Water Sport. “Sementara para wisatawan dibawa kembali ke Bali Apollo Water Sport untuk mengganti pakaian dan pergi menggunakan kendaraannya,” tambahnya.

 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja Tanga mengalami luka bakar pada tangan sebelah kanan. Pria itu lali dibawa ke RS Surya Husada Nusa Dua untuk menjalani pengobatan. Akibat kejadian ini Bali Apollo Water Sport mengalami kerugian sekitar Rp 800 juta dan dalam hal ini tidak ada asuransinya. Diduga penyebab amukan si jago merah itu adalah korsleting pada salah satu mesin Yamaha 200 Pk ( mesin penarik parasailing) dan kemudian membakar badan kapal bagian belakang.

 

Kini pihak Water Sport telah membuat surat pernyataan bahwa tidak melakukan pelaporan karena merupakan musibah dan menyatakan siap bertanggung jawab ataupun membiayai pengobatan crew yang terluka. “Pihak water sport juga telah meminta maaf pada para tamu dan para tamu menyampaikan tidak merasa keberatan atas kejadian tersebut dan tidak melaporkan ke pihak berwajib,” tutupnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Sebuah kapal speed boat bernama Sweet Stanly Bali Apollo mengalami kebakaran di Apollo Water Sport, Jalan Pratama Nomor 70, Tanjung Benoa, Kuta Selatan Badung pada Jumat (6/5) pukul 09.00. Apesnya, insiden itu terjadi saat kapal tersebut mengangkut penumpang.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi menerangkan kejadian bermula ketika ada enam tamu, yakni tiga perempuan dan tiga laki-laki yang tidak disebut namanya mendatangi Bali Apollo Water Sport dengan tujuan mengambil item main parasailing adventure. Diketahui, parasailing ini berupa parasut terjun payung yang ditarik menggunakan boat di laut, sehingga tamu bisa terus melayang.

 

“Untuk data tamu tidak ditemukan, karena pihak Bali Apollo Water Sport menyampaikan dalam organisasi Gahawisri ( Gabungan Usaha Wisata Tirta Bahari ) tidak menyarankan pengelola water sport untuk meminta data identitas (pengenal) saat akan menggunakan item pada wisata bahari,” tuturnya. Mereka lantas menaiki Boat Taxi menuju boat penarik paraisailing di Tanjung Benoa.

 

Boat penarik ini dikemudikan Arif Rahman bersama crew kapal bernama Martinus Ngajo, Tanga Arsenus serta beberapa crew lainnya. Para penumpang dipasangi life jacket dan harnest, lalu mesin pendorong boat dihidupkan. Namun, ketika penarik parasailing yang posisinya ada di dalam kapal bagian belakang dihidupkan oleh Ngajo, tiba-tiba saja muncul ledakan kecil.

 

Bahkan ledakan itu disusul percikan api dari mesin tersebut hingga membesar. Bahkan asapnya tebal membumbung tinggi. Melihat hal itu, para wisatawan dan crew kapal sontak menyelamatkan diri dengan lompat ke laut. Selanjutnya Ngajo dan Arif membantu para wisatawan untuk naik ke atas boat taxi. Kebetulan pihak Water Sport bernama I Made Tromat, menghubungi Ngajo untuk menanyakan bagaimana perkembangan kegiatan parasailing para tamu.

 

Saat itulah disampaikan ada kebakaran pada mesin kapal namun wisatawan berhasil dievakuasi. Alhasil Tromat segera menghubungi Direktorat Satpolairud Polda Bali dan tidak lama kemudian datanglah Kapal PT Tirta yang ikut membantu untuk memadamkan api. Selanjutnya kapal yang terbakar ditarik menggunakan speed boat dari pihak Water Sport. “Sementara para wisatawan dibawa kembali ke Bali Apollo Water Sport untuk mengganti pakaian dan pergi menggunakan kendaraannya,” tambahnya.

 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja Tanga mengalami luka bakar pada tangan sebelah kanan. Pria itu lali dibawa ke RS Surya Husada Nusa Dua untuk menjalani pengobatan. Akibat kejadian ini Bali Apollo Water Sport mengalami kerugian sekitar Rp 800 juta dan dalam hal ini tidak ada asuransinya. Diduga penyebab amukan si jago merah itu adalah korsleting pada salah satu mesin Yamaha 200 Pk ( mesin penarik parasailing) dan kemudian membakar badan kapal bagian belakang.

 

Kini pihak Water Sport telah membuat surat pernyataan bahwa tidak melakukan pelaporan karena merupakan musibah dan menyatakan siap bertanggung jawab ataupun membiayai pengobatan crew yang terluka. “Pihak water sport juga telah meminta maaf pada para tamu dan para tamu menyampaikan tidak merasa keberatan atas kejadian tersebut dan tidak melaporkan ke pihak berwajib,” tutupnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/