alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Buntut Bule Berpose Telanjang di Pohon Kayu Putih Berusia Ratusan Tahun

Sebelum Dideportasi, Alina Mepamit di Pohon Kayu Putih

TABANAN, BALI EXPRESS- Alina Fazleeva, WNA Rusia yang viral karena merekam aksi bugilnya di akar pohon Kayu Putih berusia 700 tahun yang terletak di Kawasan Suci di Pura Babakan, di Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (6/5) mengikuti Prosesi Pebersihan dan persembahyangan bersama dengan MDA dan masyarakat penyungsung Pura Babakan.

 

Alina yang datang menggunakan pakaian adat Bali dan ditemani suaminya ini tiba di pura Babakan sekitar pukul 11.30 dan langsung menuju area persembahyangan tanpa memberikan komentar apapun.

Bendesa Desa Tua, Wayan Negeriawan,  menyebutkan Alina datang ke Pura Babakan bertujuan untuk mengikuti persembahyangan tujuannya untuk mohon maaf secara sekala dan niskala. “Tadi dia datang untuk mepamit dan mohon maaf secara sekala dan niskala, dengan menghaturkan prayascita biakaon dan pejati,” jelasnya Jumat (6/5).

 

Dilanjutkan Negeriawan, untuk seluruh biaya yang digunakan dalam prosesi persembahyangan ini, Negeriawan menyebutkan berasal dari dana pihak desa. “Biayanya dari kami semua, dia (Alina) datang hanya untuk bersembahyang saja,” lanjutnya.

 

Sedangkan untuk prosesi menghaturkan Guru Piduka, Negeriawan mengatakan akan dilakukan pada saat piodalan di Pura Babakan, yakni pada Anggarkasih Julungwangi atau pada tanggal 25 Mei mendatang.

 

Upacara ini menurut Negeriawan tidak akan dihadiri oleh Alina. Karena Alina saat itu sudah berada di negaranya. “Saat guru piduka, dia (alina) tidak akan datang, karena dia sudah kembali ke negaranya, makanya sekarang dia datang sebelum dideportasi,” tambahnya.

 

Supaya kejadian ini tidak terulang lagi, Negeriawan menegaskan untuk kedepanny pihaknya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap wisatawan yang datang ke obyek wisata yang dikenal dengan nama Bayan Accient Tree ini.

 

Selain menyiagakan penjaga, pihak desa adat dikatakannta juga akan melakukan pengawasan secara menyeluruh di lokasi tersebut. “Pengawasan akan kami lakukan lebih ketat, supaya wisatawan bisa terpantau dengan baik,” ungkapnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

TABANAN, BALI EXPRESS- Alina Fazleeva, WNA Rusia yang viral karena merekam aksi bugilnya di akar pohon Kayu Putih berusia 700 tahun yang terletak di Kawasan Suci di Pura Babakan, di Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (6/5) mengikuti Prosesi Pebersihan dan persembahyangan bersama dengan MDA dan masyarakat penyungsung Pura Babakan.

 

Alina yang datang menggunakan pakaian adat Bali dan ditemani suaminya ini tiba di pura Babakan sekitar pukul 11.30 dan langsung menuju area persembahyangan tanpa memberikan komentar apapun.

Bendesa Desa Tua, Wayan Negeriawan,  menyebutkan Alina datang ke Pura Babakan bertujuan untuk mengikuti persembahyangan tujuannya untuk mohon maaf secara sekala dan niskala. “Tadi dia datang untuk mepamit dan mohon maaf secara sekala dan niskala, dengan menghaturkan prayascita biakaon dan pejati,” jelasnya Jumat (6/5).

 

Dilanjutkan Negeriawan, untuk seluruh biaya yang digunakan dalam prosesi persembahyangan ini, Negeriawan menyebutkan berasal dari dana pihak desa. “Biayanya dari kami semua, dia (Alina) datang hanya untuk bersembahyang saja,” lanjutnya.

 

Sedangkan untuk prosesi menghaturkan Guru Piduka, Negeriawan mengatakan akan dilakukan pada saat piodalan di Pura Babakan, yakni pada Anggarkasih Julungwangi atau pada tanggal 25 Mei mendatang.

 

Upacara ini menurut Negeriawan tidak akan dihadiri oleh Alina. Karena Alina saat itu sudah berada di negaranya. “Saat guru piduka, dia (alina) tidak akan datang, karena dia sudah kembali ke negaranya, makanya sekarang dia datang sebelum dideportasi,” tambahnya.

 

Supaya kejadian ini tidak terulang lagi, Negeriawan menegaskan untuk kedepanny pihaknya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap wisatawan yang datang ke obyek wisata yang dikenal dengan nama Bayan Accient Tree ini.

 

Selain menyiagakan penjaga, pihak desa adat dikatakannta juga akan melakukan pengawasan secara menyeluruh di lokasi tersebut. “Pengawasan akan kami lakukan lebih ketat, supaya wisatawan bisa terpantau dengan baik,” ungkapnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/