alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

324 PPDP Denpasar Ikuti Rapid Test, 5 Orang Reaktif Langsung Diswab

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 324 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menjalani rapid test. Test yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar itu untuk memastikan kondisi kesehatan petugas sebelum menjalankan tugas sebagai PPDP. Ratusan PPDP itu menjalani tes di halaman parkir belakang Rumah Sakit Wangaya Denpasar, Senin (6/7) pagi. Rencana awal, sebanyak 592 orang yang dites. Namun karena kapasitas RS Wangaya terbatas, tidak semuanya bisa dilayani.

Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya menjelaskan, 324 orang PPDP yang menjalani tes merupakan tahap pertama yang dilakukan KPU dari jumlah total 1.202 orang.  “Untuk rapid ini dilakukan sampai Jumat mendatang. Hari ini (Senin, Red) sebanyak 324 dites. Sisanya akan dites pada hari berikutnya,” ujarnya.

Arsa Jaya menambahkan, masih tersisa ratusan petugas PPDP yang belum dites, di antaranya dari tiga kecamatan yakni Denpasar Barat, Denpasar Timur, dan Denpasar Selatan. “Masih ada tiga kecamatan. Hari ini (Senin, red) baru dari Kecamatan Denpasar Utara saja yang dites dan ada beberapa yang dari Denpasar Timur juga. Yang dari tiga kecamatan itu aka mengikuti tes pada hari berikutnya,” kata Arsa.

Arsa menambahkan, para petugas PPDP ini akan bertugas pada tanggal 15 Juli. “Jadi saat bertugas, mereka telah mengantongi surat keterangan rapid tes, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan lancar,” tambahnya.

Dari rapid tes yang dilakukan, terdapat 5 orang yang menunjukkan hasil reaktif. Untuk itu, KPU Kota Denpasar langsung mengambil tindakan swab tes. Selain itu, mereka juga langsung diganti dengan petugas yang baru. “Ada 5 orang yang reaktif. Kami langsung lakukan swab dan mengganti dengan petugas yang baru. Tentunya petugas yang baru nanti juga harus dites terlebih dahulu,” teganya.

Untuk melakukan tugasnya, KPU merekrut 1.202 petugas PPDP sesuai dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat ini. TPS bertambah dari pemilihan sebelumnya karena pembatasan pemilih dalam satu TPS hanya 500 orang yang sebelumnya bisa mencapai 800 orang. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 324 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menjalani rapid test. Test yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar itu untuk memastikan kondisi kesehatan petugas sebelum menjalankan tugas sebagai PPDP. Ratusan PPDP itu menjalani tes di halaman parkir belakang Rumah Sakit Wangaya Denpasar, Senin (6/7) pagi. Rencana awal, sebanyak 592 orang yang dites. Namun karena kapasitas RS Wangaya terbatas, tidak semuanya bisa dilayani.

Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya menjelaskan, 324 orang PPDP yang menjalani tes merupakan tahap pertama yang dilakukan KPU dari jumlah total 1.202 orang.  “Untuk rapid ini dilakukan sampai Jumat mendatang. Hari ini (Senin, Red) sebanyak 324 dites. Sisanya akan dites pada hari berikutnya,” ujarnya.

Arsa Jaya menambahkan, masih tersisa ratusan petugas PPDP yang belum dites, di antaranya dari tiga kecamatan yakni Denpasar Barat, Denpasar Timur, dan Denpasar Selatan. “Masih ada tiga kecamatan. Hari ini (Senin, red) baru dari Kecamatan Denpasar Utara saja yang dites dan ada beberapa yang dari Denpasar Timur juga. Yang dari tiga kecamatan itu aka mengikuti tes pada hari berikutnya,” kata Arsa.

Arsa menambahkan, para petugas PPDP ini akan bertugas pada tanggal 15 Juli. “Jadi saat bertugas, mereka telah mengantongi surat keterangan rapid tes, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan lancar,” tambahnya.

Dari rapid tes yang dilakukan, terdapat 5 orang yang menunjukkan hasil reaktif. Untuk itu, KPU Kota Denpasar langsung mengambil tindakan swab tes. Selain itu, mereka juga langsung diganti dengan petugas yang baru. “Ada 5 orang yang reaktif. Kami langsung lakukan swab dan mengganti dengan petugas yang baru. Tentunya petugas yang baru nanti juga harus dites terlebih dahulu,” teganya.

Untuk melakukan tugasnya, KPU merekrut 1.202 petugas PPDP sesuai dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat ini. TPS bertambah dari pemilihan sebelumnya karena pembatasan pemilih dalam satu TPS hanya 500 orang yang sebelumnya bisa mencapai 800 orang. 


Most Read

Artikel Terbaru

/