alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pasar Anyar Diurai Bertahap, Pedagang Ikan Dipindah

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Proses penguraian pedagang di Pasar Anyar Singaraja sedang dilakukan oleh PD Pasar Buleleng. Mereka diminta untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan ketika melayani pembeli.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (6/7) siang, posisi pedagang mulai diatur dan diurai secara bertahap. Prosesnya diawali dari pedagang di Jalan Sawo, tepatnya persis di sebelah utara gedung Pasar Anyar. Setiap lapak sudah diisi dengan garis pembatas satu sama lainnya.

Dirut PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana menjelaskan, penguraian para pedagang di Pasar Anyar berjalan dengan tertib. Khusus pedagang ikan laut diatur agar berjualan di Jalan Sawo bagian barat. Sedangkan pedagang sayur, buah dan lainnya, masing berada di dalam pasar. Sementara pedagang daging berada di lantai dua. “Semua diatur jaraknya, khusus pedagang ikan di Jalan Sawo. Disana ada sekat kosong antar pedagang,” kata Agus Yudiarsana, Senin (6/7) siang.

Terkait dengan kuota, Agus menyebut, jika pedangan ikan di Pasar Anyar jumlahnya sebanyak 47 orang. Lantaran jumlahnya cukup banyak, maka khusus pedagang ikan digeser di  Jalan Sawo. “Kedepan seluruh pasar tradisional kategori besar akan dibangun posko penjagaan Satgas Covid-19 untuk mengontrol protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Unit Pasar Anyar, Jro Joni menegaskan, penataan pedagang dilakukann demi mencegah terjadinya klaster baru penularan Covid-19. Selain itu, dilakukan demi menyambut tatanan kehidupan kenormalan baru atau disebut New Normal. Dengan dibentuknya Satgas Covid-19 Pasar, maka petugas di pasar bisa setiap hari memberikan sosialisasi kepada seluruh pedagang, agar bisa menerapkan protokol kesehatan.

Jro Joni menyebut, di Pasar Anyar telah disediakan sarana mencuci tangan bagi pedagang dan pengunjung pasar. Ada sebanyak sembilan sarana tempat mencuci tangan disediakan. Bukan itu saja, petugas Pasar Anyar memasang spanduk tatanan kehidupan kenormalan baru untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan penerapan social distancing perdana hari ini di Pasar Anyar menjadi langkah awal bagi seluruh masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung untuk mengubah kebiasaan hidup menuju ke tatanan hidup new normal, yang senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Jro Joni. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Proses penguraian pedagang di Pasar Anyar Singaraja sedang dilakukan oleh PD Pasar Buleleng. Mereka diminta untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan ketika melayani pembeli.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (6/7) siang, posisi pedagang mulai diatur dan diurai secara bertahap. Prosesnya diawali dari pedagang di Jalan Sawo, tepatnya persis di sebelah utara gedung Pasar Anyar. Setiap lapak sudah diisi dengan garis pembatas satu sama lainnya.

Dirut PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana menjelaskan, penguraian para pedagang di Pasar Anyar berjalan dengan tertib. Khusus pedagang ikan laut diatur agar berjualan di Jalan Sawo bagian barat. Sedangkan pedagang sayur, buah dan lainnya, masing berada di dalam pasar. Sementara pedagang daging berada di lantai dua. “Semua diatur jaraknya, khusus pedagang ikan di Jalan Sawo. Disana ada sekat kosong antar pedagang,” kata Agus Yudiarsana, Senin (6/7) siang.

Terkait dengan kuota, Agus menyebut, jika pedangan ikan di Pasar Anyar jumlahnya sebanyak 47 orang. Lantaran jumlahnya cukup banyak, maka khusus pedagang ikan digeser di  Jalan Sawo. “Kedepan seluruh pasar tradisional kategori besar akan dibangun posko penjagaan Satgas Covid-19 untuk mengontrol protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Unit Pasar Anyar, Jro Joni menegaskan, penataan pedagang dilakukann demi mencegah terjadinya klaster baru penularan Covid-19. Selain itu, dilakukan demi menyambut tatanan kehidupan kenormalan baru atau disebut New Normal. Dengan dibentuknya Satgas Covid-19 Pasar, maka petugas di pasar bisa setiap hari memberikan sosialisasi kepada seluruh pedagang, agar bisa menerapkan protokol kesehatan.

Jro Joni menyebut, di Pasar Anyar telah disediakan sarana mencuci tangan bagi pedagang dan pengunjung pasar. Ada sebanyak sembilan sarana tempat mencuci tangan disediakan. Bukan itu saja, petugas Pasar Anyar memasang spanduk tatanan kehidupan kenormalan baru untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan penerapan social distancing perdana hari ini di Pasar Anyar menjadi langkah awal bagi seluruh masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung untuk mengubah kebiasaan hidup menuju ke tatanan hidup new normal, yang senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Jro Joni. 


Most Read

Artikel Terbaru

/