alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pertama, Kasus Covid-19 Ditemukan di Kecamatan Selat

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Selama tiga bulan lebih kasus Covid-19 di Kecamatan Selat, Karangasem nihil. Namun, Senin (6/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karangasem melaporkan ada penambahan tiga kasus baru. Salah satunya di Kecamatan Selat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karangasem, pasien tersebut berusia 55 tahun asal Desa Duda Timur. Ini merupakan kasus pertama yang terkonfirmasi di wilayah Kecamatan Selat. Dengan demikian, setidaknya ada 34 desa dari 78 desa/kelurahan di Karangasem terdapat kasus positif korona.

Informasi yang berhasil dihimpun, delapan kecamatan yang dilaporkan terdapat kasus meliputi Kecamatan Karangasem enam desa, Abang tujuh desa, Kubu lima desa, Rendang tiga desa, Sidemen lima desa, Manggis lima desa, Bebandem dua desa, dan Kecamatan Selat satu desa. 

Data tersebut adalah kasus-kasus yang pernah ditemukan di 34 desa. Sedangkan saat ini kasus aktif tercatat di 23 desa. Yang mana saat ini pasien yang terkonfirmasi asal desa-desa tersebut masih dirawat di rumah sakit rujukan dan tempat penanganan Covid-19 lainnya.

Koordinator Bidang Kesehatan GTPP Covid-19 Karangasem dr. I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, 51 orang masih dirawat dari 23 desa. Semuanya merupakan transmisi lokal. Dia menambahkan, pasien yang ditemukan di Kota Denpasar sebanyak delapan kasus, dan semua pasien sudah dinyatakan sembuh.

“Berdasarkan laporan tersebut pula, dapat disampaikan bahwa kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih tinggi transmisi lokal. Persentase sebesar 79 persen dan 21 persen lagi berasal dari kasus pelaku perjalanan luar negeri atau (PPLN),” kata Bagus Putra Pertama, Senin (6/7).

Secara akumulasi, kasus korona di Karangasem 107 kasus. Di antaranya ditemukan di GTPP daerah 99 kasus, dan di Denpasar delapan kasus. Saat ini total ada 56 pasien dinyatakan sembuh termasuk kasus yang ditemukan di Denpasar. “Sembuh di daerah 48 orang,” imbuhnya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus, Putra Pertama mengimbau seluruh warga disiplin. Utamanya ikuti protokol kesehatan atau terapkan hidup bersih dan sehat saat beraktivitas. “Hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut, dan mata setelah menyentuh benda tertentu. Ketiga indera ini memudahkan virus masuk ke tubuh,” jelasnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Selama tiga bulan lebih kasus Covid-19 di Kecamatan Selat, Karangasem nihil. Namun, Senin (6/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karangasem melaporkan ada penambahan tiga kasus baru. Salah satunya di Kecamatan Selat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karangasem, pasien tersebut berusia 55 tahun asal Desa Duda Timur. Ini merupakan kasus pertama yang terkonfirmasi di wilayah Kecamatan Selat. Dengan demikian, setidaknya ada 34 desa dari 78 desa/kelurahan di Karangasem terdapat kasus positif korona.

Informasi yang berhasil dihimpun, delapan kecamatan yang dilaporkan terdapat kasus meliputi Kecamatan Karangasem enam desa, Abang tujuh desa, Kubu lima desa, Rendang tiga desa, Sidemen lima desa, Manggis lima desa, Bebandem dua desa, dan Kecamatan Selat satu desa. 

Data tersebut adalah kasus-kasus yang pernah ditemukan di 34 desa. Sedangkan saat ini kasus aktif tercatat di 23 desa. Yang mana saat ini pasien yang terkonfirmasi asal desa-desa tersebut masih dirawat di rumah sakit rujukan dan tempat penanganan Covid-19 lainnya.

Koordinator Bidang Kesehatan GTPP Covid-19 Karangasem dr. I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, 51 orang masih dirawat dari 23 desa. Semuanya merupakan transmisi lokal. Dia menambahkan, pasien yang ditemukan di Kota Denpasar sebanyak delapan kasus, dan semua pasien sudah dinyatakan sembuh.

“Berdasarkan laporan tersebut pula, dapat disampaikan bahwa kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih tinggi transmisi lokal. Persentase sebesar 79 persen dan 21 persen lagi berasal dari kasus pelaku perjalanan luar negeri atau (PPLN),” kata Bagus Putra Pertama, Senin (6/7).

Secara akumulasi, kasus korona di Karangasem 107 kasus. Di antaranya ditemukan di GTPP daerah 99 kasus, dan di Denpasar delapan kasus. Saat ini total ada 56 pasien dinyatakan sembuh termasuk kasus yang ditemukan di Denpasar. “Sembuh di daerah 48 orang,” imbuhnya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus, Putra Pertama mengimbau seluruh warga disiplin. Utamanya ikuti protokol kesehatan atau terapkan hidup bersih dan sehat saat beraktivitas. “Hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut, dan mata setelah menyentuh benda tertentu. Ketiga indera ini memudahkan virus masuk ke tubuh,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/