alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

PVMBG dan BPBD Karangasem Evaluasi Status Gunung Agung

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem saat ini tinggal menunggu rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait rencana penurunan status Gunung Agung dari Siaga Level III ke Wapsada Level II. Berdasarkan data pemantauan, aktivitas Gunung Agung mengalami penurunan sejak kurun waktu terakhir.

Sedangkan analisis data secara menyeluruh, diketahui potensi terjadinya erupsi memang masih ada. Namun potensinya diprediksi berskala rendah. Ini diketahui saat rapat koordinasi dan evaluasi antara PVMBG dan BNPB, BPBD Bali, Karangasem, dan Pos Pantau Gunung Agung Rendang, Karangasem terkait status gunung, Senin (6/7). 

BPBD Karangasem nantinya tinggal menentukan langkah selanjutnya apabila rekomendasi telah turun. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengakui, saat ini langkah penting yang dilakukan pemerintah adalah tetap menyiapkan rencana aksi jika sewaktu-waktu ada peningkatan status. 

“Tadi hanya pemaparan dan diskusi kondisi gunung dari bulan Juli 2019. Secara umum rapat berjalan baik dan lancar. Semua peserta rapat mendukung jika memang akan dilakukan penurunan status. PVMBG akan menyiapkan rekomendasi penurunan status untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” ungkap Arimbawa usai rapat.

Dalam rapat itu juga dipaparkan tingkat erupsi yang mungkin terjadi saat ini. Ancaman bahaya utama kemungkinan masih terlokalisir di dalam radius 2 km dari kawah puncak. Dengan begitu, masyarakat di luar radius bahaya tersebut dapat beraktivitas seperti biasa. 

Arimbawa mengatakan, BPBD Karangasem dengan dana APBD sudah meningkatkan kesiapsiagaan dengan membuat rambu di KRB I, II dan III. Juga dalam rambu-rambu sudah disampaikan ancaman masing-masing, seperti rambu jalur evakuasi, rambu gunung api, dan titik kumpul.

Menurutnya, selain jalur evakuasai, penguatan kapasitas pemandu wisata Besakih dan masyarakat di lingkar Gunung Agung juga dilakukan, termasuk penguatan desa dinas melalui kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana), dengan membentuk forum dan relawan desa. 

“Gunung Agung kemungkinan bisa turun statusnya ke level II Waspada. Namun, karena merupakan gunung api aktif, kemungkinan sewaktu-waktu bisa naik juga statusnya. Kami berharap Gunung Agung kondisinya normal kembali,” pungkas Arimbawa.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem saat ini tinggal menunggu rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait rencana penurunan status Gunung Agung dari Siaga Level III ke Wapsada Level II. Berdasarkan data pemantauan, aktivitas Gunung Agung mengalami penurunan sejak kurun waktu terakhir.

Sedangkan analisis data secara menyeluruh, diketahui potensi terjadinya erupsi memang masih ada. Namun potensinya diprediksi berskala rendah. Ini diketahui saat rapat koordinasi dan evaluasi antara PVMBG dan BNPB, BPBD Bali, Karangasem, dan Pos Pantau Gunung Agung Rendang, Karangasem terkait status gunung, Senin (6/7). 

BPBD Karangasem nantinya tinggal menentukan langkah selanjutnya apabila rekomendasi telah turun. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengakui, saat ini langkah penting yang dilakukan pemerintah adalah tetap menyiapkan rencana aksi jika sewaktu-waktu ada peningkatan status. 

“Tadi hanya pemaparan dan diskusi kondisi gunung dari bulan Juli 2019. Secara umum rapat berjalan baik dan lancar. Semua peserta rapat mendukung jika memang akan dilakukan penurunan status. PVMBG akan menyiapkan rekomendasi penurunan status untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” ungkap Arimbawa usai rapat.

Dalam rapat itu juga dipaparkan tingkat erupsi yang mungkin terjadi saat ini. Ancaman bahaya utama kemungkinan masih terlokalisir di dalam radius 2 km dari kawah puncak. Dengan begitu, masyarakat di luar radius bahaya tersebut dapat beraktivitas seperti biasa. 

Arimbawa mengatakan, BPBD Karangasem dengan dana APBD sudah meningkatkan kesiapsiagaan dengan membuat rambu di KRB I, II dan III. Juga dalam rambu-rambu sudah disampaikan ancaman masing-masing, seperti rambu jalur evakuasi, rambu gunung api, dan titik kumpul.

Menurutnya, selain jalur evakuasai, penguatan kapasitas pemandu wisata Besakih dan masyarakat di lingkar Gunung Agung juga dilakukan, termasuk penguatan desa dinas melalui kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana), dengan membentuk forum dan relawan desa. 

“Gunung Agung kemungkinan bisa turun statusnya ke level II Waspada. Namun, karena merupakan gunung api aktif, kemungkinan sewaktu-waktu bisa naik juga statusnya. Kami berharap Gunung Agung kondisinya normal kembali,” pungkas Arimbawa.


Most Read

Artikel Terbaru

/