alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Sinar Lilin di Kantor Bali Express Ungkap ‘Duka Wartawan, Covid-19’

DENPASAR, BALI EXPRESS – Momen doa bersama yang digelar secara spontanitas oleh keluarga besar Bali Express untuk mengenang almarhum wartawan Putu Artayasa diwarnai dengan penyalaan lilin.

Puluhan lilin tersebut dirangkai di halaman depan kantor Bali Express. Rangkaiannya membentuk kalimat “Duka Wartawan, Covid-19”.

Bagi Pemimpin Redaksi (Pimred) Bali Express Jawa Pos Group, I Ketut Ari Teja, sekalipun almarhum awalnya dinyatakan meninggal karena penyakit penyerta, namun hasil uji swab yang menyebutkannya positif Covid-19 cukup mengagetkan.

“Tentu kami sangat kaget dengan kabar ini. Kepergian almarhum begitu mendadak. Apalagi belakangan almarhum disebutkan positif Covid-19. Terlepas dari itu, bukan tidak mungkin, almarhum terpapar saat menjalankan tugas-tugas jurnalis,” ujar Ari Teja.

Karena itu, kepergian almarhum menjadi pembelajaran bagi kita sebagai pekerja pers, bahwa jurnalis merupakan profesi yang sangat rentan terpapar Covid-19. Karena bagaimanapun, tugas jurnalis harus tetap jalan.

“Bahkan di tengah kondisi pandemi seperti sekarang, tugas utama menyampaikan informasi tidak bisa berhenti,” tegasnya.

Selaku sesama rekan jurnalis, Ari Teja mewakili keluarga besar Bali Express menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga almarhum.

Ungkapan duka cita juga disampaikan Direktur Bali Express, I Putu Suyatra yang turut hadir pada kesempatan itu. Baginya, semasa hidupnya, almarhum bukanlah sosok yang asing bagi keluarga besar Bali Express. “Selama ini kami saling sharing dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Komunikasi dengan Putu Artayasa jauh sebelum Covid-19 sudah terbangun dan sangat erat dengan Bali Express. “Walaupun kami dalam induk usaha berbeda, namun komunikasi dan kerjasama kami dengan Putu Artayasa sangat erat,” jelas Suyatra.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Momen doa bersama yang digelar secara spontanitas oleh keluarga besar Bali Express untuk mengenang almarhum wartawan Putu Artayasa diwarnai dengan penyalaan lilin.

Puluhan lilin tersebut dirangkai di halaman depan kantor Bali Express. Rangkaiannya membentuk kalimat “Duka Wartawan, Covid-19”.

Bagi Pemimpin Redaksi (Pimred) Bali Express Jawa Pos Group, I Ketut Ari Teja, sekalipun almarhum awalnya dinyatakan meninggal karena penyakit penyerta, namun hasil uji swab yang menyebutkannya positif Covid-19 cukup mengagetkan.

“Tentu kami sangat kaget dengan kabar ini. Kepergian almarhum begitu mendadak. Apalagi belakangan almarhum disebutkan positif Covid-19. Terlepas dari itu, bukan tidak mungkin, almarhum terpapar saat menjalankan tugas-tugas jurnalis,” ujar Ari Teja.

Karena itu, kepergian almarhum menjadi pembelajaran bagi kita sebagai pekerja pers, bahwa jurnalis merupakan profesi yang sangat rentan terpapar Covid-19. Karena bagaimanapun, tugas jurnalis harus tetap jalan.

“Bahkan di tengah kondisi pandemi seperti sekarang, tugas utama menyampaikan informasi tidak bisa berhenti,” tegasnya.

Selaku sesama rekan jurnalis, Ari Teja mewakili keluarga besar Bali Express menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga almarhum.

Ungkapan duka cita juga disampaikan Direktur Bali Express, I Putu Suyatra yang turut hadir pada kesempatan itu. Baginya, semasa hidupnya, almarhum bukanlah sosok yang asing bagi keluarga besar Bali Express. “Selama ini kami saling sharing dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Komunikasi dengan Putu Artayasa jauh sebelum Covid-19 sudah terbangun dan sangat erat dengan Bali Express. “Walaupun kami dalam induk usaha berbeda, namun komunikasi dan kerjasama kami dengan Putu Artayasa sangat erat,” jelas Suyatra.


Most Read

Artikel Terbaru

/