alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

KPPAD Bali Minta Guru dan Orang Tua Pastikan Kesehatan Fisik Anak

GIANYAR, BALI EXPRESS – Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali menyoroti insiden siswi SMPN 1 Sukawati yang pingsan usai disuntik vaksin Covid-19, Senin kemarin. Karena merupakan program yang sangat baik, maka penyelenggara diminta untuk benar-benar memperhatikan keamanan siswa yang divaksin.

Hal itu terungkap saat Komisioner Bidang Pendidikan KPPAD Bali, Made Ariasa, mendatangi SMPN 1 Sukawati, Selasa (6/7) yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Sukawati dan Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar. “Dan berdasarkan penjelasan koordinator tim pendamping vaksin, dikatakan jika siswa yang kemarin diberitakan pingsan itu sebenarnya hanya lemas saja. Karena phobia terhadap jarum suntik,” ungkapnya.

Ditambahkannya jika siswi itu sempat begadang karena kepikiran akan divaksin. Namun kini kondisi siswi tersebut sudah fit. “Kondisinya saat ini sudah fit, tapi memang ada badan meriang-meriang karena efek dari vaksinasi. Tim dari Dinas Kesehatan juga tetap memantau perkembangan kondisi kesehatan siswi ini,” bebernya.

KPPAD Bali pun tetap mengapresiasi semua pihak atas berbagai upaya yang telah dilakukan terkait vaksinasi anak ini. Kendatipun demikian pihaknya mendesak pihak sekolah terutama guru, kemudian orang tua maupun wali murid untuk memastikan kesehatan fisik dan mental siswa sebelum menjalani vaksinasi. “Penting untuk memberikan dukungan mental, apalagi bagi anak yang phobia jarum suntik. Kemudian juga harus dipastikan apakah ada penyakit bawaan pada anak atau tidak,” sambung Ariasa.

Disamping itu, menurutnya orang tua atau wali siswa perlu memperhatikan lima hal, yaitu yang pertama memastikan anak jujur sedang dalam kondisi sehat betul tanpa ada punya penyakit bawaan baik sesak nafas. Kemudian yang kedua, kesehatan keluarga, ketiga protokol kesehatan yang ketat terutama  dalam kondisi PPKM Darurat saat ini. “Keempat, peluang anak tertular virus varian Delta dipastikan bisa menular, serta kelima, anak harus diawasi ketat. Jadi hal-hal ini harus betul-betul diperhatikan orang tua atau wali siswa,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali menyoroti insiden siswi SMPN 1 Sukawati yang pingsan usai disuntik vaksin Covid-19, Senin kemarin. Karena merupakan program yang sangat baik, maka penyelenggara diminta untuk benar-benar memperhatikan keamanan siswa yang divaksin.

Hal itu terungkap saat Komisioner Bidang Pendidikan KPPAD Bali, Made Ariasa, mendatangi SMPN 1 Sukawati, Selasa (6/7) yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Sukawati dan Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar. “Dan berdasarkan penjelasan koordinator tim pendamping vaksin, dikatakan jika siswa yang kemarin diberitakan pingsan itu sebenarnya hanya lemas saja. Karena phobia terhadap jarum suntik,” ungkapnya.

Ditambahkannya jika siswi itu sempat begadang karena kepikiran akan divaksin. Namun kini kondisi siswi tersebut sudah fit. “Kondisinya saat ini sudah fit, tapi memang ada badan meriang-meriang karena efek dari vaksinasi. Tim dari Dinas Kesehatan juga tetap memantau perkembangan kondisi kesehatan siswi ini,” bebernya.

KPPAD Bali pun tetap mengapresiasi semua pihak atas berbagai upaya yang telah dilakukan terkait vaksinasi anak ini. Kendatipun demikian pihaknya mendesak pihak sekolah terutama guru, kemudian orang tua maupun wali murid untuk memastikan kesehatan fisik dan mental siswa sebelum menjalani vaksinasi. “Penting untuk memberikan dukungan mental, apalagi bagi anak yang phobia jarum suntik. Kemudian juga harus dipastikan apakah ada penyakit bawaan pada anak atau tidak,” sambung Ariasa.

Disamping itu, menurutnya orang tua atau wali siswa perlu memperhatikan lima hal, yaitu yang pertama memastikan anak jujur sedang dalam kondisi sehat betul tanpa ada punya penyakit bawaan baik sesak nafas. Kemudian yang kedua, kesehatan keluarga, ketiga protokol kesehatan yang ketat terutama  dalam kondisi PPKM Darurat saat ini. “Keempat, peluang anak tertular virus varian Delta dipastikan bisa menular, serta kelima, anak harus diawasi ketat. Jadi hal-hal ini harus betul-betul diperhatikan orang tua atau wali siswa,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/